Suami Istri di Aceh Ditemukan Tewas dalam Keadaan Berpelukan, Pelaku Diringkus Polisi
Kepolisian Resor (Polres) Bener Meriah menunjukkan kinerja cepat dengan berhasil mengamankan terduga pelaku pembunuhan terhadap sepasang suami istri dalam waktu kurang dari 12 jam setelah kejadian.
Kasus yang menghebohkan masyarakat itu terjadi di Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, Aceh.
Kapolres Bener Meriah, melalui Kasat Reskrim AKP Supriadi, S.Sos., mengonfirmasi bahwa Tim Resmob Satreskrim telah mengamankan seorang laki-laki berinisial RF (24) yang diduga kuat terlibat dalam peristiwa tragis tersebut.
Baca Juga: Viral Kabar Roberto Carlos Meninggal Dunia, Sakit Apa?
“Terduga pelaku diamankan pada Senin (5/1/2026) sekitar pukul 16.00 WIB di sebuah rumah kebun kopi di Kampung Bale Atu, Kecamatan Bukit,” jelas AKP Supriadi.
Peristiwa bermula pada Senin dini hari, sekitar pukul 02.30 WIB, di Dusun Makmur, Kampung Blang Tampu, Kecamatan Bukit.
Baca Juga: Manohara Tolak Disebut "Mantan Istri", Tulis Surat Terbuka untuk Media
Dua korban, pasangan suami istri, ditemukan oleh warga dalam kondisi tidak sadarkan diri dan bersimbah darah di dalam rumah mereka. Keduanya ditemukan dalam keadaan berpelukan.
Suami Istri di Aceh jadi korban pembunuhan. [TikTok]
Korban laki-laki diidentifikasi sebagai HBT (26) yang dinyatakan meninggal dunia setelah mendapat penanganan medis di RSU Muyang Kute.
Sementara istrinya, IYR (22), sempat dirawat dalam kondisi kritis sebelum akhirnya menghembuskan napas terakhir saat dirujuk ke rumah sakit di Kabupaten Bireuen.
Menurut keterangan saksi, warga sekitar sempat mendengar suara mencurigakan dari rumah korban sebelum akhirnya menemukan kondisi memilukan tersebut. Laporan pun segera disampaikan kepada pihak kepolisian.
Berdasarkan penyelidikan sementara, motif kejahatan diduga berkaitan dengan aksi pencurian yang diketahui oleh korban, sehingga memicu tindak kekerasan fatal.
Suami Istri di Aceh jadi korban pembunuhan. [TikTok]
“Namun, motif dan kronologi pasti masih kami dalami lebih lanjut,” tegas AKP Supriadi, menegaskan bahwa penyidikan masih berlangsung intensif.
Terduga pelaku telah diidentifikasi sebagai Rahmad Fahrurazi (24), lahir di Bebesen, 5 November 2001, dan beralamat di Bebesen, Aceh Tengah. Polisi saat ini masih melakukan pemeriksaan mendalam untuk mengungkap secara tuntas motif dan alur kejadian sebenarnya.