Cucu Mpok Nori Tewas, Ketua RT Ungkap Kronologi Penemuan di Kontrakan Cipayung
Duka mendalam menyelimuti keluarga besar seniman legendaris Betawi, Mpok Nori, setelah cucunya yang bernama Dwintha Anggary ditemukan meninggal secara tragis. Jasad wanita berusia 37 tahun tersebut ditemukan di rumah kontrakannya di kawasan Cipayung, Jakarta Timur, pada Sabtu dini hari (20/3/2026).
Ketua RT setempat, Nurgiyanto, mengungkapkan bahwa dirinya baru mengetahui insiden memilukan itu sekitar pukul 03.30 WIB setelah mendapat telepon dari pihak keluarga.
"Begitu dibangunkan, ada teriakan keluarga. Saya spontan langsung keluar. Begitu sampai di TKP, saya melihat almarhumah sudah tergeletak," ujarnya pada Senin (23/3/2026).
Baca Juga: Cucu Mpok Nori Ditemukan Tewas di Kontrakan, Pelaku Mantan Suami Siri Ditangkap
Ilustrasi Jenazah/Korban pembunuhan. (Pexels)
Melihat kondisi korban yang mengenaskan serta jeritan histeris pihak keluarga, Nurgiyanto segera mengambil langkah cepat untuk mengamankan lokasi. Ia melarang siapa pun masuk ke dalam kamar guna menjaga keaslian tempat kejadian perkara (TKP) sebelum pihak kepolisian tiba.
Nurgiyanto langsung mengerahkan warga yang ada untuk berjaga agar tidak ada orang asing yang mendekati area sensitif tersebut. "Saya spontan buru-buru warga yang ada saya bangunin agar menjaga lokasi jangan sampai ada orang lain masuk," tegasnya mengenai upaya pengamanan awal tersebut.
Baca Juga: Penampakan Kontrakan TKP Pembunuhan Cucu Mpok Nori
Kecurigaan keluarga bermula ketika korban tidak merespons panggilan telepon, padahal ia sedang memiliki tanggung jawab menyelesaikan pesanan katering. Lantaran merasa khawatir, ibu dan adik korban akhirnya mendatangi kontrakan tersebut pada dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.
Karena pintu terkunci rapat, pihak keluarga terpaksa masuk secara paksa melalui jendela dan menemukan korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa. "Digedor-gedor nggak ada respons, akhirnya mereka masuk paksa lewat jendela. Begitu dilihat, almarhumah sudah tidak bernyawa lagi," jelas Nurgiyanto merinci kronologinya.
Selama ini, warga maupun pengurus RT sama sekali tidak menaruh curiga terhadap mantan suami korban yang kini menjadi terduga pelaku. Pria tersebut bahkan sempat menyapa Nurgiyanto dengan sopan saat berpapasan menggunakan sepeda motor sehari sebelum peristiwa berdarah itu terungkap.
Pada malam kejadian, suasana di lingkungan kontrakan dilaporkan sangat sunyi karena sebagian besar tetangga sedang pulang kampung atau mudik. Nurgiyanto memastikan tidak ada suara teriakan atau tanda-tanda pertengkaran yang terdengar dari rumah korban malam itu.
Penampakan Kontrakan TKP Pembunuhan Cucu Mpok Nori. (FTNews/Selvianus Kopong Basar)
Guna membantu penyelidikan, Nurgiyanto berinisiatif mengajak warga untuk memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar area tersebut. Hasil pengecekan tersebut akhirnya mengungkap adanya pergerakan mencurigakan dari terduga pelaku di sekitar waktu kejadian.
Aparat kepolisian kini telah berhasil meringkus pelaku yang sempat mencoba melarikan diri menuju wilayah Sumatera untuk menyeberang ke luar negeri. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mendalami motif utama di balik aksi keji yang merenggut nyawa cucu seniman besar tersebut.