Adik Cucu Mpok Nori Ogah Bahas Isu Selingkuh, Bongkar Tabiat Keras Pelaku Pembunuhan
Keluarga besar mendiang Dwintha Anggary, cucu seniman legendaris Mpok Nori, saat ini masih diliputi duka yang mendalam. Di tengah suasana berkabung, muncul spekulasi bahwa motif pembunuhan sadis ini dipicu oleh api cemburu akibat isu perselingkuhan.
Dana Safiah, adik kandung korban, memilih untuk bersikap tertutup dan enggan memberikan komentar terkait rumor miring yang menimpa kakaknya tersebut. Saat ditemui di Polda Metro Jaya pada Selasa (24/3/2026) malam, ia menegaskan bahwa fokus utama keluarga saat ini adalah mengawal proses hukum.
"Kalau dugaan perselingkuhan saya nggak mau bahas terlalu panjang. Yang penting tolong dibantu terus aja, biar perkembangan (kasus) ini makin berlanjut terus, biar pelaku juga dihukum seadil-adilnya," tutur Dana Safiah kepada awak media.
Baca Juga: Kasus Cucu Mpok Nori: Keluarga Diperiksa 13 Jam hingga Berpapasan dengan Pelaku WNA
Keluarga mendiang cucu Mpok Nori. (FTNews/Selvianus Kopong Basar)
Meski tidak bersedia mendalami isu asmara, Dana secara terbuka mengonfirmasi bahwa sang kakak sempat mengalami tindakan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Rentetan kekerasan fisik tersebut diduga telah dilakukan oleh pelaku jauh sebelum malam terjadinya pembunuhan.
"Kalau KDRT bisa dibilang iya, tapi untuk selanjutnya nanti kita lihat perkembangannya aja," ungkap Dana memberikan sedikit titik terang mengenai kondisi rumah tangga almarhumah.
Baca Juga: Pemilik Kontrakan Cucu Mpok Nori Buka Suara Usai Diperiksa, Bahas Soal KDRT?
Terkait sosok pelaku yang berkewarganegaraan asing, pihak keluarga mengaku tidak memiliki hubungan emosional yang dekat atau mengenal pribadinya secara mendalam. Kendala bahasa menjadi hambatan utama bagi keluarga untuk berkomunikasi secara lancar dengan pria asal Irak tersebut.
TKP meninggalnya cucu Mpok Nori. (FTNews/Selvianus Kopong Basar)
"Kita kalau misalkan sosok dia nggak terlalu kita iniin ya, soalnya bahasa yang kita obrolin juga beda," jelasnya. Ketidaktahuan ini membuat keluarga tidak menyangka bahwa konflik pernikahan siri itu akan berakhir secara tragis.
Kendati demikian, Dana membenarkan jika tersangka memiliki kepribadian yang sangat kasar dan temperamental dalam kesehariannya. Hal ini sangat dirasakan keluarga melalui cara bicara pelaku yang sering kali bernada tinggi dan tidak sopan.
"Kalau ada bicaranya memang tinggi," tambah Dana singkat mengenai tabiat keras yang ditunjukkan mantan kakak ipar sirinya tersebut. Sifat mudah tersulut emosi ini diduga kuat menjadi latar belakang terjadinya aksi nekat pelaku.
Pihak kepolisian sendiri telah berhasil meringkus pelaku berinisial FTJ saat mencoba melarikan diri ke luar daerah. Kini, penyidik terus menggali keterangan lebih mendalam untuk melengkapi berkas perkara pembunuhan berencana yang mengguncang publik ini.