Manohara Tolak Disebut "Mantan Istri", Tulis Surat Terbuka untuk Media
Manohara Odelia Pinot, melalui akun Instagramnya, Senin (5/1/2026), secara resmi meminta seluruh media dan platform digital di Indonesia untuk menghentikan penyebutan dirinya sebagai "mantan istri" dalam pemberitaan.
Permintaan itu ia sampaikan lewat sebuah surat terbuka yang menegaskan bahwa frasa tersebut dinilai tidak akurat, menyesatkan, dan berpotensi melukai korban.
"Selama bertahun-tahun, saya berulang kali dirujuk dalam artikel dan headline sebagai 'Mantan Istri [blank]'. Saya menulis untuk dengan hormat mengklarifikasi bahwa deskripsi ini tidak akurat dan menyesatkan," tulis Manohara dalam surat terbukanya berjudul "OPEN LETTER TO INDONESIAN MEDIA & DIGITAL PLATFORMS".
Baca Juga: Kelakuan Ibu Muda Ini Bikin Elus Dada, Sebut Belum Pernah Nikah dan Tak Mau Akui Anak
Ia menegaskan bahwa apa yang terjadi pada masa remajanya bukanlah hubungan yang romantis, sukarela, atau pernikahan yang sah secara hukum.
"Apa yang terjadi di masa remaja saya bukanlah hubungan romantis, bukan hubungan yang sukarela, dan bukan pernikahan yang legal. Tidak pernah ada hubungan yang saya inginkan, saya setujui, atau saya masuki secara sukarela," tulisnya.
Baca Juga: Viral Kabar Roberto Carlos Meninggal Dunia, Sakit Apa?
Manohara menekankan bahwa saat itu ia masih di bawah umur dan berada dalam situasi paksaan serta ketiadaan kebebasan, sehingga tidak memiliki pilihan nyata atau kapasitas untuk memberikan persetujuan.
Surat terbuka Manohara untuk media di Indonesia. [Instagram]
Pernikahan Manohara dengan Pangeran Kelantan, Tengku Fakhry, terjadi pada 2008 lalu. Saat itu, Manohara baru berusia 16 tahun. Namun, dongeng "Cinderella" itu berubah menjadi kisah horor. Setahun kemudian, Manohara berhasil melarikan diri dari Malaysia.
Ia kemudian menempuh jalur hukum dan mengungkap sejumlah tuduhan berat, termasuk pelecehan seksual dan hukuman fisik yang diduga ia alami setiap hari di tangan suaminya. Kasus ini sempat mengguncang hubungan bilateral Indonesia-Malaysia dan menjadi sorotan media internasional.
Dalam suratnya, Manohara berargumen bahwa penggunaan istilah "mantan istri" menggambarkan suatu hubungan dan pernikahan yang sah secara hukum, sukarela, dan melibatkan orang dewasa.
"Implikasi itu salah. Itu membingkai ulang situasi pemaksaan sebagai hubungan yang sah dan mendistorsi realitas tentang apa yang sebenarnya terjadi," tegasnya.
Manohara Odelia Pinot. [Instagram]
Ia pun meminta media, editor, penulis, dan platform digital (termasuk Google dan Wikipedia) untuk berhenti menggunakan label tersebut ketika merujuk pada dirinya. Menurut Manohara, terus-menerus memperkenalkan artikel dengan karakterisasi yang salah itu bukan hanya tidak akurat, tetapi juga merupakan jurnalisme yang tidak etis.
"Permintaan ini bukan tentang mengungkit masa lalu. Ini tentang akurasi, etika, dan penggunaan bahasa serta konteks yang bertanggung jawab," lanjutnya.
Manohara menutup suratnya dengan pesan yang kuat: "Bahasa yang hati-hati itu penting. Kata-kata memiliki konsekuensi. Para penyintas layak untuk memiliki kisah mereka dideskripsikan dengan jujur dan bermartabat."