Kondisi Terkini Mayor Erik Supratman Ajudan Dedi Mulyadi, Terungkap Penyebab Stroke
Kabar menyedihkan tentang kondisi Mayor (Purn) Erik Supratman, 68 tahun, mantan ajudan Gubernur Jawa Barat, kembali menyita perhatian.
Setelah diketahui terbaring sakit stroke dan hidup sebatang kara di Panti Werda Griya Lansia Garut, terungkap fakta pahit yang diduga menjadi pemicu penyakitnya, yakni perselisihan keluarga dan masalah harta benda.
Seperti diberitakan sebelumnya, anggota DPR RI Imas Aan Ubudiah mengunjungi dan menyoroti nasib Mayor Erik, yang kini lemah akibat stroke yang menyerang tangan dan kakinya.
Baca Juga: Biodata dan Agama Young Syefura, Politisi Malaysia yang Bikin Salfok di Konten KDM
Kunjungan tersebut juga menyampaikan amanatnya yang ingin bertemu Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Namun, dari video percakapan Imas dan Erik, penyebab stroke yang diderita Mayor Erik bukan semata-mata faktor usia. Sang mantan perwira TNI ini mengalami trauma mendalam akibat urusan jual beli tanah.
Baca Juga: Biodata dan Agama Mayor Erik Supratman, Eks Ajudan KDM yang Stroke di Griya Lansia
Ia menjual sebidang tanah dan seharusnya menerima uang sebesar Rp300 juta. Namun, uang tersebut tidak bisa ia ambil dari bank karena dokumen penting, termasuk Kartu Tanda Penduduk (KTP), masih berada di tangan istrinya.
Kisah pilu mantan ajudan Dedi Mulyadi [Sumber: Tiktok]
Konflik ini memuncak hingga sang istri, yang diketahui masih tinggal di daerah Buahbatu, Bandung, mengajukan perceraian.
Menurut pengakuan Mayor Erik kepada Imas, motif perceraian itu diduga kuat terkait dengan keinginan sang istri untuk menguasai harta bersama, termasuk rumah dan mobil. Mayor Erik merasa dikhianati dan ditinggalkan di saat renta.
Kisah pilu mantan ajudan Dedi Mulyadi [Sumber: Tiktok]
"Dibuang" oleh istri dan jauh dari anak-anaknya, perjalanan hidup Mayor Erik pun berujung di panti lansia. Ia diketahui memiliki dua orang anak, satu laki-laki dan satu perempuan, namun tidak ada yang dapat merawatnya secara langsung.
Adiknya lah yang mengantarkannya ke Griya Lansia tersebut, karena sang adik juga tidak mampu memberikan perawatan intensif yang dibutuhkan.