Gosip

Wagub Jabar Erwan Setiawan Desak Polisi Tangkap Resbob karena Hina Suku Sunda: Ini SARA!

11 Desember 2025 | 17:40 WIB
Wagub Jabar Erwan Setiawan Desak Polisi Tangkap Resbob karena Hina Suku Sunda: Ini SARA!
Resbob dan Erwan Setiawan. [Instagram]

Wakil Gubernur Jawa Barat, H. Erwan Setiawan, secara tegas meminta aparat kepolisian untuk segera menindak seorang pemuda yang viral di media sosial karena melontarkan ujaran kebencian dan penghinaan terhadap suku Sunda.

rb-1

Permintaan ini disampaikan Erwan langsung kepada awak media pada Kamis (11/12/2025), menyusul beredarnya video kontroversial yang memantik kemarahan publik, khususnya masyarakat Sunda.

Pelaku yang dimaksud adalah Resbob, kakak dari YouTuber terkenal BigMo. Dalam video yang viral di platform TikTok, Resbob terlihat melontarkan pernyataan bernada provokatif dan rasis.

Baca Juga: Biodata dan Agama Muhammad Nasihan, Ayah Resbob yang Pernah Terjerat Kasus Korupsi

rb-2

Saat ada upaya menenangkan dari seorang narasumber dalam rekaman, Resbob justru membalas dengan tantangan. Lebih parah, ia kemudian menyamakan kelompok suporter tertentu dengan sebutan tidak pantas dan secara eksplisit menyatakan.

"Pokoknya semua Sunda anji*g," serta "Semua orang Sunda anji*g."

Baca Juga: Resbob Akhirnya Minta Maaf, Akui Perkataan Hina Suku Sunda dalam Pengaruh Alkohol

“Saya sebagai orang Sunda merasa sangat terhina dan sangat marah. Saya berharap kepolisian segera menangkap orang tersebut karena ini sudah SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar-golongan) dan bisa memecah belah bangsa,” tegas Erwan Setiawan.

Resbob Hina Suku Sunda [Tiktok]Resbob Hina Suku Sunda [Tiktok]

Wagub Jabar menegaskan bahwa serangan semacam ini bukan sekadar penghinaan pribadi, tetapi telah masuk kategori ujaran kebencian berbasis SARA yang berpotensi mengoyak persatuan dan kesatuan bangsa. 

“Saya berharap kepolisian segera menangkap, karena ini sudah SARA, ini bisa memecah belah persatuan bangsa,” ujarnya.

Meski demikian, Erwan mengimbau masyarakat untuk tetap berpikir jernih dan tidak menyamaratakan. Ia menekankan bahwa kebencian itu berasal dari oknum, bukan mewakili suatu suku atau kelompok. “Kita tidak boleh dendam kepada sukunya, karena tidak semua sama. Fokus pada oknum tersebut,” pesannya. Ia juga berharap penanganan hukum akan memberikan efek jera, sehingga tidak ada lagi pihak yang merasa bebas menghina suku atau kelompok mana pun di Indonesia.

“Kita ingin tahu, ketika ditangkap seperti apa. Beri efek jera sehingga tidak ada orang lain yang menghina suku, apapun itu, baik Jawa, Sunda, Batak, dan lainnya,” tambah Erwan.

Ia menutup pernyataannya dengan seruan untuk saling menghormati sebagai sesama warga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Menyusul gelombang kecaman yang meluas, Resbob akhirnya mengunggah video permohonan maaf melalui akun media sosialnya. Dalam video tersebut, ia menyapa seluruh masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Sunda.

"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh... Pada kesempatan ini secara resmi saya merasa berkewajiban menyampaikan klarifikasi serta permohonan maaf terkait salah satu ucapan saya saat streaming di Surabaya waktu lalu. Saya diingatkan oleh banyak pihak bahwa saya telah menyinggung suku tertentu, tepatnya suku Sunda," ujarnya.

Resbob beralasan bahwa ucapannya itu dilontarkan dalam keadaan tidak sadar karena pengaruh alkohol. 

Resbob Minta Maaf [Tiktok]Resbob Minta Maaf [Tiktok]

"Ketidaksadaran menjadikan kecelakaan saya dalam ucapan, sampai sekarang saya gak inget sama sekali bahwa mulut saya mengucapkan itu. Dengan inilah mari kita tinggalkan alkohol, najis dan membuat mulut orang menjadi celaka," tulisnya dalam keterangan video.

Namun, permintaan maaf tersebut tidak serta-merta meredakan amarah netizen. Banyak komentar di unggahannya yang tetap mendesak agar kasus ini dibawa ke ranah hukum agar pelaku dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum.

Tag Resbob Suku Sunda Erwan Setiawan