Viral Gelondongan Kayu Asal Sumbar Bertumpuk di Pantai Lampung Ditemukan Berstiker Kemenhut
Ribuan kubik kayu asal Sumatera Barat (Sumbar) ditemukan terdampar di Pantai Tanjung Setia, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung.
Sedikitnya 4.800 batang kayu berbagai jenis itu tiba-tiba berserakan di sepanjang garis pantai sejak insiden kapal tongkang milik PT Bintang Ronmas Jakarta kandas pada 6 November 2025. Kayu-kayu tersebut sebelumnya dikirim dari wilayah Sumbar menuju Pulau Jawa.
Temuan ini menjadi sorotan setelah beberapa gelondongan kayu kedapatan memuat label barcode berwarna kuning. Melalui unggahan akun TikTok @kw2info, tampak label bertuliskan Kementerian Kehutanan Republik Indonesia, lengkap dengan nama perusahaan PT Minas Pagai Lumber.
Baca Juga: Dian Sastro Donasi Rp 239 Juta untuk Bencana Sumatra, Fokus pada Perempuan dan Anak!
Tak hanya itu, pada bagian bawah barcode juga terdapat logo SVLK (Sistem Verifikasi Legalitas Kayu) yang menandakan bahwa kayu tersebut seharusnya telah melalui proses legalisasi resmi.
Hingga kini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan legalitas dan asal-usul kayu. Pemeriksaan juga dilakukan terhadap sejumlah anak buah kapal (ABK) yang ikut mengangkut kayu tersebut.
Gelondongan Kayu Kayu Pasca Banjir Bandang Tiktok
Baca Juga: Gajah-gajah Dikerahkan Bersihkan Puing Banjir Pidie Jaya, Netizen Ngamuk Pertanyakan Alat Berat
“Ya, kita sedang bekerja sama dengan pihak Kementerian Kehutanan untuk mengecek dokumen-dokumen yang mereka miliki... apakah itu betul teregistrasi di sana atau tidak,” ujar Kapolda Lampung Irjen Helfi Assegaf, Senin (8/12/2025).
Meski menjadi perbincangan hangat, hingga berita ini dibuat belum ada pernyataan resmi dari Kementerian Kehutanan maupun PT Minas Pagai Lumber terkait temuan tersebut. Situasi ini makin memunculkan spekulasi publik soal legalitas, tujuan pengiriman, hingga misteri kandasnya kapal.
Sementara itu, postingan viral di TikTok langsung dibanjiri komentar. Banyak netizen mempertanyakan keaslian label dan barcode yang menempel pada kayu, sementara yang lain malah menyoroti ketahanan stiker tersebut yang tetap utuh meski kayu-kayu itu dikabarkan terombang-ambing akibat banjir bandang dan gelombang tinggi.
Gelondongan Kayu Yang Ada Stiker Label Kemenhut Tiktok
"kayak stiker baru tempel loginyanya stiker kertas kalau kena banjir pasti hancur, rumah aja hancur," komen netizen.
"logika aja, terbawa arus kena hantam batu lumpur segala macem masa masih mulus," tutur netizen.
"Itu stiker buat akal akalan aja biar ada yg adu domba," imbuh netizen.
Perkembangan kasus ini masih terus dipantau publik, menunggu kejelasan lebih lanjut dari pihak berwenang.