Gosip

Gajah-gajah Dikerahkan Bersihkan Puing Banjir Pidie Jaya, Netizen Ngamuk Pertanyakan Alat Berat

09 Desember 2025 | 09:01 WIB
Gajah-gajah Dikerahkan Bersihkan Puing Banjir Pidie Jaya, Netizen Ngamuk Pertanyakan Alat Berat
Gajah-gajah membersihkan kayu-kayu pasca banjir. (TikTok)

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh mengerahkan empat ekor gajah jinak untuk membantu proses pembersihan puing kayu di kawasan permukiman warga Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, pascabanjir bandang yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu.

rb-1

Puluhan kubik kayu dan material lain yang terbawa arus menyumbat akses rumah warga, sehingga membutuhkan bantuan tenaga besar untuk memindahkannya.

"Kita membawa empat ekor gajah terlatih dari PLG (Pusat Latihan Gajah) Sare. Semuanya sudah siap bekerja membantu pembersihan," ujar Kepala KSDA Wilayah Sigli Aceh, Hadi Sofyan, dikutip dari Antara, Selasa (9/12/2025).

Baca Juga: Pernyataan Syakir Daulay Diduga Singgung Pemerintah soal Banjir Disorot, Tuai Kritikan Netizen!

rb-2

Keempat gajah tersebut bernama Abu, Mido, Ajis, dan Noni. Bersama para mahout (pawang), mereka diturunkan di permukiman Gampong Meunasah Bie, Kecamatan Meurah Dua, untuk mengangkut dan menyingkirkan puing-puing kayu yang menimbun rumah warga setelah banjir bandang menerjang.

Hadi menjelaskan, pengerahan gajah jinak ini difokuskan untuk membantu pembersihan di Kecamatan Meureudu dan Meurah Dua, dua wilayah yang terdampak paling parah. “Gajah-gajah ini membantu mengangkut puing, membersihkan material yang tersangkut di rumah warga, hingga membuka kembali akses jalan yang tertutup kayu,” jelasnya.

Momen Gajah Gajah Membersihkan Kayu TiktokMomen Gajah Gajah Membersihkan Kayu Tiktok

Baca Juga: Mbah Tarman Resmi Ditahan usai Palsukan Cek 3 Miliar, Begini Nasib Istri Mudanya

Selain untuk pembersihan material, gajah juga disiapkan untuk membantu evakuasi benda-benda berat yang ditemukan di lokasi bencana, bahkan mengantar logistik ke kawasan yang sulit dijangkau alat berat atau kendaraan biasa. “Jika ditemukan korban yang tertimbun material, gajah juga bisa membantu proses evakuasi,” tambah Hadi.

Menariknya, keempat gajah tersebut bukan kali pertama terlibat dalam operasi kebencanaan. Hadi mengungkapkan bahwa gajah-gajah ini memiliki pengalaman panjang dalam penanganan situasi darurat. “Mereka pernah terlibat dalam pembersihan material pascatsunami Aceh tahun 2004,” tuturnya.

Pengalaman tersebut membuat para pawang yakin bahwa gajah mampu bekerja dengan lebih cepat dan efektif di medan yang sulit.

Menuai Kritik Publik: Netizen Pertanyakan Alat Berat

Namun, pengiriman gajah ke lokasi bencana memicu pro-kontra di media sosial. Sebuah video yang diunggah akun TikTok @heru_skuy memperlihatkan empat gajah bekerja mengangkat kayu besar di area terdampak. Video tersebut langsung ramai komentar, dengan banyak netizen menyoroti penggunaan hewan sebagai tenaga pembersihan.

Beberapa warganet mempertanyakan keberadaan alat berat yang seharusnya bisa mengerjakan tugas tersebut tanpa melibatkan hewan. Tak sedikit pula yang merasa kasihan dan menilai gajah dieksploitasi untuk pekerjaan berbahaya.

"Apa guna alat berat? Miskin bngt ini Negara," komen netizen.

"Sedih banget, rumah dia di rusak. Tapi dia yang membereskan hasil tangan manusia tak bertanggung jawab," imbuh netizen.

"jaman skrgg ada alatt beratt lohh, kalian rusak habitatnyaaa, sekarangg kalian pake dia buatt ngebersihin semuanyaa???," tutur netizen.

Gajah Gajah Membersihkan Kayu Kayu Pasca Banjir TiktokGajah Gajah Membersihkan Kayu Kayu Pasca Banjir Tiktok

"Kenapa harus gajah ,apa guna alat berat yg punya jepitan gini?? bukannya buat ambil kayu... kalo gajahnya ketusuk kayu yg tajam² itu gimana? kasihan mereka cape ,mereka udah tersiksa..," tambah netizen lain.

Meski demikian, sebagian pengguna media sosial juga membela pihak BKSDA, menyebut bahwa gajah memiliki kemampuan manuver lebih baik di medan licin dan sempit pascabanjir, terutama di area yang tidak dapat diakses alat berat.

Tag viral gajah banjir bandang kayu Pidie Jaya