Ustaz Felix Siauw Desak Prabowo Keluar dari Board of Peace Buntut AS-Israel Serang Iran
Pendakwah kondang Ustaz Felix Siauw melayangkan desakan keras kepada Presiden Prabowo Subianto terkait posisi diplomatik Indonesia. Ia meminta pemerintah segera menarik diri dari keanggotaan Board of Peace (BoP) setelah serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran.
Felix menilai momen ini adalah waktu yang paling tepat bagi Indonesia untuk menunjukkan ketegasan di mata dunia. Serangan tersebut dianggap telah mencederai visi perdamaian yang selama ini digembar-gemborkan oleh organisasi bentukan Donald Trump tersebut.
Presiden Prabowo Subianto bersama Donald Trump di KTT Perdana Board Of Peace.
Baca Juga: Biodata dan Agama Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran Gugur Dibom AS dan Israel
Melalui unggahan di media sosialnya, Felix menyoroti ironi besar di mana ketua dewan perdamaian justru menjadi pemicu perang. "Pikirku ini saat yang tepat sih, kalau seandainya Presiden Prabowo keluar daripada Board of Peace," ungkapnya pada Senin (2/3/2026).
Menurut Felix, keberadaan organisasi tersebut sudah tidak relevan karena pemimpinnya terbukti lebih memilih jalur militer. Ia menyindir bahwa visi damai yang dibawa Trump sebenarnya adalah kerusakan dan eskalasi konflik di Timur Tengah.
Felix juga memberikan perumpamaan menohok dengan menyamakan juru damai yang memicu perang dengan polisi yang membunuh atau ustaz yang tidak salat. Baginya, kontradiksi peran ini sangat aneh dan sulit diterima secara akal sehat maupun moral.
Baca Juga: Timur Tengah Mencekam, Begini Kondisi Agnez Mo di Dubai!
Lebih lanjut, ia memperingatkan risiko besar jika Indonesia tetap bertahan di dalam koalisi internasional pimpinan Trump tersebut. Indonesia dikhawatirkan akan dianggap oleh negara-negara Islam sebagai pendukung tindakan sewenang-wenang terhadap negara berdaulat.
Felix menegaskan bahwa serangan terhadap Iran membuktikan bahwa istilah 'perdamaian' hanya digunakan sebagai kedok kepentingan sepihak. "Itu bukan perdamaian. Dan itu sebagai sebuah langkah yang cukup telak harusnya, bagi Indonesia untuk tidak lagi ikut-ikutan di BOP," tambahnya.
Nasib Palestina juga menjadi perhatian utama sang ustaz di tengah gejolak perang terbuka yang baru saja pecah. Ia memandang agenda utama AS dan sekutunya bukanlah perdamaian, melainkan ekspansi dan perlindungan mutlak terhadap kepentingan Israel.
Sebagaimana diketahui, Presiden Prabowo sebelumnya setuju bergabung dengan BoP dengan syarat memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Namun, Felix menilai prasyarat tersebut kini sulit terwujud jika melihat aksi militer Trump yang justru merusak stabilitas kawasan.
Kini, dengan pecahnya perang terbuka melawan Iran, tekanan agar pemerintah mengevaluasi ulang posisi Indonesia semakin menguat. Publik kini menanti langkah strategis Presiden Prabowo untuk menjaga marwah kebijakan luar negeri yang bebas dan aktif.