Usai Richard Lee, Kasus Shella Saukia vs Doktif Naik Penyidikan!
Kasus dugaan akses ilegal yang menyeret nama Rahma Ina Putria, yang lebih dikenal sebagai Shella Saukia (SS), memasuki babak baru.
Polisi resmi menaikkan status Shella dari penyelidikan menjadi penyidikan atas pelaporan Samira Farahnaz atau Dokter Detektif (Doktif) di Polda Metro Jaya.
Kasubbid Penmas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Reonald Simanjuntak, menjelaskan kronologi kasus ini. Menurut keterangan pelapor, Doktif, Shella Saukia menggunakan akun media sosialnya, @shellasaukiaofficial, untuk mengunggah tangkapan layar percakapan WhatsApp antara Doktif dan Shella, yang terlihat jelas nomor pribadi Doktif.
Baca Juga: Makin Panas! Richard Lee Ditetapkan Tersangka Usai Dilaporkan Doktif Samira
“Unggahan ini membuat korban merasa dirugikan, sehingga dilaporkan ke Polda Metro Jaya untuk penyelidikan lebih lanjut,” jelas Kombes Pol Reonald, dikutip dari channel Reyben Entertainment, Senin (5/1/2026).
Shella Saukia. (Instagram)
Polisi sudah melakukan gelar perkara pada 23 Oktober 2025, sehingga status perkara dinaikkan menjadi penyidikan. Saat ini, pihak penyidik tengah melengkapi administrasi penyidikan dan telah mengirimkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP).
Baca Juga: Awalnya Ulas Produk, Kini Doktif dan Richard Lee Sama-Sama Jadi Tersangka
Dalam proses penyidikan, korban dan beberapa saksi sudah diperiksa. Dokter Detektif diperiksa pada 20 November 2025, sedangkan saksi inisial SHN diperiksa pada 27 November 2025. Selain itu, barang bukti dari Shella Saukia dan saksi lain inisial EH juga telah disita.
Kombes Pol Reonald menambahkan, langkah selanjutnya penyidik akan memeriksa Shella Saukia, serta mengajukan izin penetapan sita terhadap akun media sosial yang digunakan.
Shella Saukia Dan Doktif Instagram
Pihak kepolisian juga akan menghadirkan saksi ahli, termasuk ahli ITE dan ahli perlindungan data pribadi, untuk memperkuat penyidikan.
Kasus ini bermula dari perseteruan panjang antara Dokter Detektif dan Shella Saukia yang sering terjadi di media sosial. Kedua pihak saling melontarkan sindiran dan pernyataan terbuka, hingga akhirnya konflik personal tersebut berujung pada proses hukum yang kini menjadi sorotan publik.