Tasya Farasya Kecewa, Cuma Segini Tawaran Ganti Rugi Ahmad Assegaf
Persoalan perselisihan finansial yang melibatkan pemengaruh kecantikan ternama, Tasya Farasya, dengan mantan suaminya, Ahmad Assegaf, kembali memasuki babak baru.
Hingga saat ini, upaya penyelesaian masalah dugaan penggelapan dana perusahaan yang ditaksir mencapai Rp35 miliar tersebut belum menunjukkan tanda-tanda kesepakatan final.
Pertemuan dan komunikasi intensif yang dilakukan oleh kuasa hukum kedua belah pihak belakangan ini ternyata masih menyisakan celah perbedaan yang cukup lebar.
Baca Juga: Inara Rusli Terancam Dipidana? Krisna Murti Ungkap Nikah Siri Tetap Dianggap Zina
Pihak Tasya Farasya secara terbuka menyatakan ketidakpuasannya terhadap proposal penyelesaian yang disodorkan oleh pihak seberang.
Kekecewaan tersebut muncul setelah adanya proses hitung-hitungan nominal pengembalian dana. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, angka yang ditawarkan oleh pihak Ahmad Assegaf dinilai tidak sebanding dengan total kerugian yang diklaim oleh pihak Tasya.
Baca Juga: Diperiksa 4,5 Jam, Mawa Serahkan Bukti CCTV Suami dan Inara Rusli ke Polda Metro
Sangun Ragahdo, selaku kuasa hukum yang mewakili Tasya Farasya, memberikan keterangan pers di kawasan Radio Dalam, Jakarta Selatan, pada Rabu (3/12). Dalam kesempatan tersebut, ia membeberkan perkembangan negosiasi yang sedang berlangsung.
Menurut Sangun, pihaknya sebenarnya masih dalam posisi menunggu realisasi itikad baik dari Ahmad Assegaf. Komunikasi terakhir antara kedua kubu berfokus pada penyampaian hasil perhitungan kerugian dan skema pengembalian yang disanggupi.
Namun, setelah menelaah angka yang diajukan, tim hukum Tasya menemukan adanya disparitas yang sangat mencolok. Nominal tersebut dianggap jauh dari kalkulasi yang telah disusun pihak Tasya berdasarkan bukti-bukti otentik yang mereka miliki.
Ahmad Assegaf Dan Tasya Farasaya [Instagram]
"Kami menunggu itikad baik dari pihak Bapak Ahmad. Kemarin juga terakhir disampaikan itu adanya penghitungan, penghitungan telah disampaikan juga kami baru dapat info," ujar Sangun Ragahdo.
Ia menegaskan bahwa basis perhitungan yang digunakan oleh kliennya adalah data riil. Oleh karena itu, ketika tawaran dari pihak Ahmad masuk, perbedaannya terasa sangat signifikan dan belum memenuhi ekspektasi pengembalian dana yang hilang.
Lebih lanjut, Sangun mengungkapkan rincian persentase yang cukup mengejutkan terkait tawaran tersebut. Berdasarkan informasi yang diterima langsung dari Tasya, nilai yang disodorkan Ahmad Assegaf bahkan tidak mencapai sepersepuluh dari total dugaan kerugian.
"Kalau antar lawyer sih komunikasinya masih sebatas bicaranya masih menghitung. Tapi kalau informasi dari Tasya sih, ada hitungan dari Ahmad tapi jauh sekali ya, sangat di bawah sekalilah, di bawah 10 persenlah gitu," terang Sangun.
Kendati negosiasi berjalan alot dan tawaran yang masuk dinilai rendah, pihak Tasya Farasya tampaknya masih memilih jalur diplomasi. Hingga detik ini, belum ada langkah agresif untuk segera membawa kasus ini ke meja hijau atau pelaporan pidana secara resmi.
Sikap menahan diri ini bukan tanpa alasan. Tim kuasa hukum menegaskan bahwa Tasya masih mengutamakan penyelesaian secara kekeluargaan. Ada pertimbangan-pertimbangan personal yang membuat sang beauty vlogger tersebut enggan gegabah mengambil langkah hukum.
M. Fattah Riphat, yang juga merupakan bagian dari tim kuasa hukum Tasya Farasya, menjelaskan bahwa kliennya sangat memikirkan dampak jangka panjang dari konflik ini. Salah satu faktor utamanya adalah keberadaan anak-anak dan hubungan antarkeluarga.
Tasya Farasya [Instagram]
"Tasya itu sangat berupaya, sangat menahan diri demi menjaga nama baik mantan suaminya di depan keluarganya, di depan anak-anaknya," jelas Fattah Riphat
Meskipun demikian, kesabaran pihak Tasya tentu memiliki batas. Tim hukum mengingatkan bahwa opsi litigasi atau upaya hukum lanjutan tetap terbuka lebar apabila proses musyawarah ini tidak kunjung menemui titik temu yang adil.
Jika situasi stagnan ini terus berlanjut tanpa adanya perbaikan tawaran atau itikad baik yang lebih konkret dari Ahmad Assegaf, maka langkah tegas mungkin tidak dapat dihindari lagi.
"Cuma ya kalau misalnya begini terus, namun tidak ada itikad baik juga, tidak menutup kemungkinan akan kami lakukan upaya hukum lebih lanjut gitu sih," tegas Sangun Ragahdo.
Pada akhirnya, harapan utama dari pihak Tasya Farasya tetaplah perdamaian. Mereka menginginkan masalah dugaan penggelapan dana ini tuntas tanpa perlu adanya keributan yang berkepanjangan atau aksi saling serang yang merugikan kedua belah pihak.
"Kita lihat prosesnya dan kalau harapannya dari pihak kami itu harapannya sih kita mau damai-damai saja, kita mau selesai saja, tidak usah saling menyerang, yang penting beres," pungkas M. Fattah Riphat.