Materi Stand Up Pandji Pragiwaksono 2011 Skakmat Program Pohon Zulkifli Hasan
Komika senior Pandji Pragiwaksono kembali menyita perhatian publik lewat unggahan terbarunya di media sosial. Di tengah ramainya perbincangan mengenai banjir di Sumatera dan aksi panggul beras Zulkifli Hasan, Pandji membagikan sebuah video throwback yang berisi materi stand-up comedy miliknya dari tahun 2011.
Video tersebut memperlihatkan Pandji yang tengah beraksi di atas panggung, secara spesifik membahas kinerja Zulkifli Hasan (Zulhas) yang kala itu menjabat sebagai Menteri Kehutanan di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Materi ini kembali viral karena dianggap sangat relevan dengan situasi kerusakan lingkungan yang terjadi saat ini.
Dalam video berdurasi singkat itu, Pandji menyoroti program andalan Kementerian Kehutanan saat itu, yakni "Gerakan Satu Miliar Pohon". Dengan gaya satir yang khas, Pandji mempertanyakan logika di balik program penanaman pohon tersebut dibandingkan dengan urgensi menjaga hutan yang sudah ada.
Baca Juga: Buntut Jokes Toraja, Pandji Siap Hadapi Polisi dan Hukum Adat
"Dia adalah Menteri Kehutanan. Lu tahu dia punya program apa? Gerakan satu miliar tanam pohon," buka Pandji dalam video tersebut.
"Daripada lu bikin satu miliar tanam pohon, jaga satu miliar pohon kita di hutan. Bener nggak?" lanjutnya.
Baca Juga: Heboh Sanksi 96 Kerbau dan Rp2 M, Pandji Pragiwaksono Akhirnya Buka Suara
Riuh tepuk tangan penonton dalam video tersebut menyambut kritik Pandji. Sang komika melanjutkan sindirannya mengenai kampanye digital yang dilakukan kementerian saat itu. Ia menyebut akun media sosial gerakan tersebut dengan nama @IndoMenanam dan mengusulkan nama tandingan yang lebih masuk akal.
"Daripada bikin @IndoMenanam, bikin @IndoMerawat, ya kan?" ujar Pandji.
Pandji Pragiwaksono [Youtube]
Kritik ini menyoroti fokus pemerintah yang dinilai lebih suka membuat proyek baru ketimbang merawat aset sumber daya alam yang sudah tersedia.
Lebih jauh, Pandji juga membahas keabsurdan promosi program tersebut melalui media sosial dan pelibatan buzzer. Menurutnya, kampanye menanam pohon yang ditujukan kepada orang kota terasa kurang tepat sasaran jika tujuannya adalah pembenahan hutan secara masif.
"Buat apa dia nyuruh orang kota nanam pohon? Buat apa? Lu mau bikin Jakarta jadi hutan?" canda Pandji.
Ia menambahkan imajinasi liar mengenai satwa hutan seperti tapir yang tidak mungkin membaca Twitter untuk mengetahui program tersebut.
Unggahan ulang ini seolah menjadi pengingat bahwa kekhawatiran mengenai isu lingkungan dan kebijakan kehutanan bukanlah hal baru. Dalam keterangan unggahannya, Pandji menegaskan bahwa kecemasannya terhadap dampak kerusakan lingkungan bagi masyarakat sudah dirasakan sejak lama dan ia konsisten menyuarakan hal tersebut lewat karyanya.
Momen diunggahnya video ini bertepatan dengan sorotan tajam warganet terhadap Zulkifli Hasan yang kini menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Pangan. Nama Zulhas belakangan ramai disebut-sebut di berbagai platform media sosial terkait bencana banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera.
Warganet menuding bahwa kebijakan alih fungsi lahan dan pelepasan kawasan hutan saat Zulhas menjabat sebagai Menhut periode 2009-2014 menjadi salah satu pemicu hilangnya daerah resapan air. Tudingan ini mengaitkan bencana ekologis hari ini dengan keputusan politik di masa lalu.
Pandji Pragiwaksono Repost Materi Stand Up 2011 Yang Sentil Zulkifli Hasan [Instagram]
Menanggapi isu miring tersebut, Zulkifli Hasan telah memberikan bantahan tegas. Ia menjelaskan bahwa pelepasan 1,6 juta hektare lahan yang dipermasalahkan publik sebenarnya merupakan bagian dari penataan ruang. Tujuannya adalah memberikan kepastian hukum bagi wilayah yang secara faktual sudah menjadi desa atau kota, bukan pembukaan izin baru di kawasan konservasi.
Selain isu lingkungan, Zulhas juga tengah menjadi buah bibir lantaran aksinya memanggul karung beras saat meninjau korban banjir. Foto dan video aksi tersebut beredar luas dan memicu perdebatan di kalangan netizen, di mana sebagian besar menganggapnya sebagai bentuk pencitraan politik.
Meski demikian, Zulhas menanggapi santai kritik soal aksi panggul beras tersebut. Ia menyatakan bahwa niatnya tulus untuk membantu masyarakat yang terdampak musibah. Menurutnya, aktivitas fisik seperti memanggul barang bukanlah hal asing karena sudah terbiasa ia lakukan sejak kecil.
Video lawas Pandji ini pun memicu diskusi baru di warganet. Banyak yang menilai bahwa materi komedi tersebut menjadi bukti sejarah alias "jejak digital" bagaimana kebijakan publik di masa lalu memiliki dampak jangka panjang yang baru dirasakan belasan tahun kemudian.