Istrinya Ngamuk Anak Dibully, Pandji Pragiwaksono Pilih Bersikap Begini pada Pelaku
Di tengah polemik terkait konten stand up comedy "Mens Rea", komika Panji Pragiwaksono menghadapi persoalan lain, yakni perundungan (cyberbullying) terhadap istri dan anaknya di media sosial.
Namun, berbeda dengan langkah kooperatifnya terhadap polemik Mens Rea, Panji menyikapi serangan terhadap keluarganya dengan cara yang berbeda.
Dalam jumpa pers usai silaturahmi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Selasa (3/2/2026), wartawan menanyakan apakah Panji berencana melaporkan akun-akun yang diduga melakukan perundungan tersebut.
Baca Juga: Dinasehati MUI, Pandji Pragiwaksono Pastikan Mens Rea Tamat tapi Bukan Akhir
Dengan tegas, Panji memberikan jawaban yang cukup mengejutkan.
"Tidak, tidak sama sekali. Enggak sama sekali," tegas Panji Pragiwaksono, yang saat itu didampingi oleh pengacaranya, Haris Azhar.
Baca Juga: Pandji Pragiwaksono Belum Berniat Temui Raffi Ahmad Buntut Heboh Mens Rea
Ia kemudian menjelaskan alasannya di balik keputusannya itu.
"Semua orang berhak punya opini, walaupun opini yang mungkin tidak saya sepakati tapi mereka berhak akan opini tersebut. Jadi nggak akan tentu," lanjutnya.
Pandji Pragiwaksono silaturahmi ke kantor MUI [FTNews]
Pernyataan Pandji ini bertentangan dengan sikap spontan sang istri sebelumnya, saat anak-anak Pandji dibully. Istri Pandji Pragiwaksono, Gamila Arief, bersuara menanggapi kontroversi suaminya di Mens Rea. Kemunculannya dilatarbelakangi aksi bullying yang menimpa putri mereka, Wadilla Dipo Wongsoyudo, di media sosial.
Pemicunya adalah unggahan akun X @SussySusanti yang melakukan body shaming terhadap Wadilla. Gamila pun menanggapi tegas dengan meminta penghapusan konten tersebut.
Gamila menyatakan, dirinya tidak masalah menjadi target hujatan. Namun, ia menegaskan bahwa anak-anak tidak sepantasnya diseret ke dalam konflik orang dewasa, karena hal tersebut merusak moral dan melanggar hukum.
Pandji Pragiwaksono di Mens Rea [Dok Netflix]
"Ngatain gue, mau benci gue silakan, udah biasa. Gak aneh, ngatain si Pandji mah bebas, karma dia. Tapi tolong pertimbangkan sebelum bawa kebencian ke anak-anak," jelasnya.
"Maju lo semua. Saya sangat bangga anak-anak saya baik dan sangat pintar," katanya kala itu.