Gosip

Dinasehati MUI, Pandji Pragiwaksono Pastikan Mens Rea Tamat tapi Bukan Akhir

03 Februari 2026 | 22:35 WIB
Dinasehati MUI, Pandji Pragiwaksono Pastikan Mens Rea Tamat tapi Bukan Akhir
Pandji Pragiwaksono silaturahmi ke kantor MUI. [FTNews]

Setelah menggelar audiensi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai respons atas kontroversi pertunjukan stand up comedy-nya, Pandji Pragiwaksono memberikan pernyataan terkait masa depan karya-karyanya.

rb-1

Dalam pertemuan dengan awak media, komika tersebut menegaskan bahwa babak pertunjukan "Mens Rea" telah selesai, sekaligus menyatakan komitmennya untuk terus berkarya di ranah komedi sosial-politik.

Pandji, yang didampingi pengacaranya Haris Azhar, menyatakan bahwa kedatangannya ke MUI murni untuk bersilaturahmi dan menjelaskan maksud di balik pertunjukan yang disoal sejumlah kalangan itu.

Baca Juga: Diserbu 10 Laporan Polisi Kasus Mens Rea, Panji Pragiwaksono Buka Suara

rb-2

“Saya di sini... berniat untuk bersilaturahmi, kemudian untuk tabayyun, mencoba untuk menjelaskan maksud di balik pertunjukan saya,” ujar Pandji kepada wartawan FTNews di kantor MUI, Selasa (3/2/2026).

Ia juga menegaskan bahwa dialog adalah langkah pertama yang selalu dia usulkan ketika ada kebingungan terhadap karyanya.

Baca Juga: Silaturahmi, Pandji Pragiwaksono Ajak MUI Tonton Bareng Mens Rea

“Saya secara rekam jejak sangat sering menyediakan diri untuk dialog. Jadi saya tentu akan sangat senang kalau misalnya ketika ada kebingungan atau ketidakjelasan atas produk pertunjukan saya, maka langkah pertama yang diambil adalah berdialog.”

"Mens Rea" Tamat, Tapi Bukan Akhir Karier

Pandji Pragiwaksono silaturahmi ke kantor MUI. [FTNews]Pandji Pragiwaksono silaturahmi ke kantor MUI. [FTNews]

Menanggapi spekulasi publik, Pandji dengan jelas menyatakan bahwa tidak akan ada lagi pertunjukan berjudul "Mens Rea". Namun, penegasan ini bukan berarti dia berhenti berkarya.

“Kalau pertanyaan apakah ada 'Mens Rea' lagi, jawabannya tidak. Tapi bukan karena saya tidak bikin pertunjukan lagi. Saya akan selalu bikin pertunjukan, hanya saja dalam 10 pertunjukan tunggal saya terakhir tidak ada yang judulnya sama. Jadi judulnya selalu berganti,” jelasnya.

Pandji mengungkapkan bahwa tema sosial-politik yang menjadi ciri khasnya akan tetap diangkat di masa depan.

“Dalam 10 pertunjukan saya, memang saya senang membahas sosial dan politik itu karena itu adalah keresahan saya, topik yang saya sukai. Jadi itu yang kelihatannya juga akan terus berjalan, hanya saja namanya saja berbeda.”

Komitmen Perbaikan dan Tanggung Jawab sebagai Kreator

Dalam audiensi tersebut, Pandji mengaku mendapat masukan berharga. Dia menyatakan komitmennya untuk terus memperbaiki diri dan karyanya.

“Saya diingatkan bahwa sebagai orang yang berkarya tentu selalu ada ruang untuk jadi lebih baik lagi. Dan saya punya komitmen karena saya ingin terus berkarya, dan karyanya didesain untuk menghibur sebanyak-banyaknya orang, maka karya itu harus didesain dengan mempertimbangkan perasaan sebanyak-banyaknya orang juga,” tutur Pandji tentang nasihat yang diterimanya.

Ia juga membagikan filosofi di balik materi komedinya. Menurut Pandji, sebuah pertunjukan komedi yang sukses adalah yang mampu merefleksikan dan menghibur penontonnya.

“Apa pun yang saya bawakan di atas panggung, ketika sudah disajikan di sebuah pertunjukan, itu adalah karena dia mewakili keresahan masyarakat banyak... Ketika tawa itu tercipta berarti mereka mengerti, mereka menemukan lucunya,” paparnya.

Soal Pembajakan, Bukan Ranahnya

Pandji Pragiwaksono silaturahmi ke kantor MUI. [FTNews]Pandji Pragiwaksono silaturahmi ke kantor MUI. [FTNews]

Ketika ditanya mengenai maraknya pembajakan konten "Mens Rea" yang beredar di luar platform resmi Netflix, Pandji dengan tegas menyatakan bahwa hal itu di luar tanggung jawabnya.

“Oh nggak, kalau dari saya sih itu bukan ranahnya saya ya. Saya kan sebagai pemilik pertunjukan. Kalau misalkan dianggap sebagai bajakan dari Netflix, mungkin itu ranahnya... jangan tanya ke saya, tanyanya ke Netflix,” ucapnya.

Tag Pandji Pragiwaksono Mens Rea MUI Haris Azhar