Heboh Rompi 'SWAT' Verrell Bramasta Saat Tinjau Banjir, Ini Fakta Sebenarnya
Anggota Komisi X DPR RI, Verrell Bramasta, baru-baru ini menjadi perbincangan hangat di media sosial. Sorotan tersebut bukan hanya mengenai aksi sosialnya, melainkan penampilannya saat terjun langsung ke lokasi bencana banjir bandang di Padang, Sumatera Barat.
Mantan aktor sinetron yang kini duduk di kursi parlemen itu terlihat mengenakan rompi berwarna hitam yang mencolok saat melakukan kunjungan kerja pada Minggu, 30 November 2025. Penampilan ini memicu perdebatan di kalangan warganet yang menilai pakaian tersebut tidak lazim untuk situasi bencana alam.
Dalam video yang beredar luas di TikTok dan Instagram, Verrell tampak gagah mengenakan rompi tebal yang sekilas mirip dengan perlengkapan militer atau kepolisian. Hal ini memunculkan spekulasi bahwa sang wakil rakyat mengenakan rompi anti peluru di area yang bukan zona konflik.
Baca Juga: Doktif Sentil Keras Verrell Bramasta dan Zulhas, Stop Pencitraan, Fokus Regulasi!
Kritik pedas pun tak terelakkan membanjiri kolom komentar media sosial. Banyak warganet yang menyayangkan pilihan busana Verrell yang dianggap berlebihan atau "over-prepared" untuk sekadar meninjau lokasi banjir dan menyapa warga.
"Ga paham liat Verrell Bramasta. Pake vest ala-ala vest anti peluru. Lo swat apa gimana? Wearing something like that to a disaster site? Gilak," ujar salah satu netizen.
Baca Juga: Akun Balqis Humairah Lenyap Usai Kritik Zulhas, Tulis Pesan Menohok!
Tak berhenti di situ, beberapa netizen bahkan menyamakan penampilan Verrell dengan karakter dalam drama Korea populer. Julukan "Cosplay Song Joong Ki" pun sempat tersemat padanya, merujuk pada karakter tentara dalam serial Descendants of the Sun.
Narasi yang berkembang menyebutkan kekecewaan publik terhadap generasi muda yang menjadi pejabat namun dianggap lebih mementingkan estetika visual dibanding empati sederhana.
"Disappointing enough to see the younger generation fail to be critical & empathetic," tulis salah satu akun.
Menanggapi kegaduhan yang terjadi, Verrell Bramasta akhirnya buka suara. Pada Selasa, 2 Desember 2025, ia memberikan klarifikasi tegas mengenai jenis rompi yang dikenakannya tersebut untuk meluruskan persepsi publik.
Verrel Bramasta [Tiktok]
Verrell membantah keras bahwa dirinya mengenakan rompi anti peluru demi keamanan diri. Ia menjelaskan bahwa atribut yang dipakainya adalah tactical vest biasa yang lazim digunakan dalam kegiatan lapangan atau outdoor.
"Rompi tersebut bukan rompi anti peluru, melainkan tactical vest yang umum dipakai di kegiatan lapangan," ungkap Verrell saat memberikan konfirmasi kepada awak media.
Lebih detail, Verrell menjelaskan spesifikasi rompi tersebut. Ia memastikan tidak ada pelat balistik—komponen keras penahan peluru—di dalam rompi itu. Menurutnya, penggunaan rompi tersebut murni karena alasan fungsionalitas.
"Rompi taktis ini tidak dilengkapi pelat balistik, dan fungsinya memang untuk membawa perlengkapan," jelas Verrell.
Ia menegaskan bahwa rompi itu sangat membantunya membawa barang-barang esensial tanpa harus menenteng tas tambahan.
Adapun barang-barang yang dibawa Verrell di dalam saku-saku rompi tersebut berkaitan langsung dengan bantuan yang ia berikan secara spontan.
"Saya pada saat itu membawa perlengkapan seperti air minum, uang kas untuk dibagi-bagi, dan sebagainya," tuturnya.
Verrell juga menyoroti keunggulan teknis dari rompi pilihannya. Ia menyebut fitur Modular Lightweight Load-carrying Equipment (MOLLE) pada rompi itu memudahkannya bergerak gesit di medan berlumpur sambil tetap membawa logistik.
"Kenapa memilih untuk memakai rompi ini? Keunggulan dari rompi ini memiliki sistem kantong modular (MOLLE) yang memudahkan untuk membawa beberapa barang sekaligus tanpa menghambat gerak," tambah Verrell.
Verrel Bramasta [Tiktok]
Di sisi lain, tidak semua warganet menyerang Verrell. Sebagian pihak mencoba memberikan pembelaan dengan konteks keamanan dan prosedur standar operasional (SOP). Ada dugaan bahwa rompi tersebut adalah jenis "IPP Set Apung" yang berfungsi sebagai pelampung keselamatan.
"Maaf itu namanya: IPP Set Apung anti tenggelam dan anti peluru, yang suka dipakai Marinir. Karena lokasi banjir, SOP pengawalan pejabat pusat harus begitu," tulis salah satu warganet.
Pembelaan tersebut menekankan bahwa dalam protokol pengawalan pejabat negara, faktor keselamatan di area bencana yang tidak stabil—seperti arus air deras—menjadi prioritas utama, sehingga wajar jika aparat yang mengawal menyarankan perlengkapan tersebut.
Terlepas dari polemik busananya, kehadiran Verrell di Padang sejatinya untuk membawa misi kemanusiaan. Ia terlihat berinteraksi, mendengar keluh kesah, dan memberikan bantuan langsung kepada warga yang terdampak banjir dan tanah longsor.