Fanny Ghassani Kenang Momen Pilu Perceraian Orangtua Saat Berusia 7 Tahun
Aktris Fanny Ghassani membagikan sepenggal kisah masa kecilnya yang selama ini jarang diketahui publik secara mendalam. Ia menceritakan betapa tajamnya ingatan seorang anak terhadap keretakan rumah tangga orang tua meskipun masih di usia belia.
Fanny membantah anggapan bahwa anak kecil tidak mengerti apa-apa saat menghadapi perpisahan orang tua. Ia mengaku masih bisa menangkap setiap detail pertengkaran hingga pembicaraan berat yang terjadi puluhan tahun silam.
"Mungkin banyak orang yang ngerasa umur 7 tahun tuh nggak ngerti apa-apa. Tapi sebenarnya aku paham banget, bahkan aku bisa capture semua kejadian-kejadiannya gitu. Itu kalau nggak salah umur 7 atau 8 tahun tuh udah mereka udah pisah," tutur Fanny Ghassani ditemui di Cipete, Jakarta Selatan pada Kamis (12/3/2026).
Baca Juga: Fanny Ghassani Pernah Batal Nikah Gegara Beda Agama
Fanny Ghassani. (IndopopRaka)
Salah satu momen yang paling membekas adalah saat sang ayah mengajaknya berbicara serius mengenai masa depan setelah perpisahan. Saat itu, sang ayah mulai membicarakan pembagian harta warisan di hadapan Fanny yang masih duduk di bangku sekolah dasar.
Fanny mengaku harus sekuat tenaga menahan emosinya agar tidak terlihat lemah di depan sang ayah saat itu. Ia menyadari bahwa dalam sebuah perpisahan, anak kecil pun turut memikul beban perasaan yang sangat berat.
Baca Juga: Keturunan Arab, Fanny Ghassani Dikritik Keluarga Karena Penampilan Seksi
"Mungkin ada pertengkaran, sampai orang mau pisah ya. Kemudian aku ingat ada satu momen papaku tuh ngajak aku duduk, terus dia ngomong gini, 'Fanny, ini nanti Mama sama Papa mau pisah. Nanti ini tempat buat Fanny...' dia lagi ngomongin soal warisan, gitu ya," kenang Fanny.
"Nah, itu tuh aku sudah bisa ngerti gitu, aku sudah bisa paham. Itu aku nahan air mata. Bayangin ya, seorang anak umur 7 tahun nahan air mata karena nggak mau kelihatan nangis di depan bapaknya gitu," lanjutnya.
Baginya, penderitaan akibat perceraian bukan hanya milik suami dan istri yang memutuskan untuk berpisah. Ia ingin publik menyadari bahwa anak-anak juga merupakan pejuang yang merasakan dampak traumatis dari ketidakharmonisan rumah tangga.
"Jadi sebenarnya ketika ada permasalahan rumah tangga yang mungkin kurang harmonis, yang berkorban, berjuang, dan merasakan itu bukan cuma orang tua, bahkan anak sekecil itu pun juga ikutan ngerasain di umur segitu," pungkasnya.
Kini di usianya yang menginjak 35 tahun, Fanny telah berhasil melewati fase sulit tersebut dengan kedewasaan berpikir. Pengalaman pahit masa kecilnya justru membentuk pribadinya menjadi sosok yang lebih kuat dan menghargai perjuangan hidup.