Butuh Dana Miliaran? Terungkap Alasan Novi Pratiwi Ingin Lepas Akun YouTube-nya
Aktivis kemanusiaan sekaligus mantan pramugari, Novi Pratiwi, secara terbuka mengungkapkan rencananya untuk menjual kanal YouTube pribadinya guna mendanai pembangunan gedung yayasan yang lebih permanen.
Pernyataan mengejutkan tersebut disampaikan Novi dalam sesi wawancara di kanal YouTube Comic 8 Revolution yang dipandu oleh Sara Wijayanto pada awal Februari 2026.
Novi menjelaskan bahwa niatan ini belum pernah ia publikasikan sebelumnya di media manapun. Keputusan ini diambil karena ia memerlukan dana segar dalam jumlah besar untuk membeli lahan sendiri. Lahan tersebut nantinya akan didedikasikan sepenuhnya untuk operasional Rumah Peduli Kemanusiaan (RPK).
Baca Juga: Irfan Hakim Murka! Bongkar Dugaan Malpraktik Dokter Penyebab Ayah Meninggal
Dalam percakapan tersebut, Novi menegaskan keseriusannya untuk melepas aset digital yang selama ini menjadi salah satu sumber pendapatannya.
"Kayaknya aku mau menjual YouTube-ku, Kak," ujar Novi.
Baca Juga: Kronologi Mulut Berbusa dan Kejang, Melaney Ricardo Ungkap Detik-detik Hampir Tewas
Tujuan utama dari penjualan kanal tersebut adalah murni untuk pengadaan fasilitas fisik bagi orang-orang terlantar yang ia rawat. Novi merinci bahwa hasil penjualan akan digunakan untuk membeli tanah dan membangun gedung.
"Jadi YouTube-nya mau dijual untuk aku beli lahan untuk pembangunan yayasan," jelas Novi.
Novi juga menekankan bahwa yayasan yang akan dibangun di atas lahan tersebut tidak akan memungut biaya apapun dari para penghuninya. Ia ingin memastikan akses bantuan bagi kalangan bawah tetap terbuka lebar.
"Itu yayasannya free untuk orang-orang yang tidak mampu," tambahnya.
Novi Pratiwi Di Podcast Comic 8 Revolution Bersama Sara Wijayanto [Sumber: Youtube]
Selama ini, Novi mengelola yayasan rehabilitasi mental dan kesejahteraan sosial anak secara mandiri tanpa bantuan pendanaan tetap dari korporasi.
Ia mengakui bahwa operasional yayasan sangat bergantung pada dana pribadi dan donatur insidental. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa ia membutuhkan modal besar untuk kemandirian yayasan.
Mengenai sumber pendanaan saat ini, Novi menjelaskan bahwa ia tidak memiliki kerja sama formal dengan perusahaan besar.
"Kita kalau ada donatur alhamdulillah yang bantu, tapi kalau enggak ada, enggak. Kita enggak pernah ada profile atau dana CSR dari perusahaan, itu sama sekali enggak pernah," ungkap Novi.
Motivasi Novi melakukan aksi sosial ini didasari oleh kesadaran pribadi untuk membantu sesama manusia yang membutuhkan pertolongan. Ia merasa bertanggung jawab untuk turun tangan ketika melihat kondisi ODGJ di jalanan.
"Kalau bukan kita siapa lagi? Itu kan sebenarnya kesadaran diri kita untuk membantu orang lain," tuturnya.
Kanal YouTube milik Novi Pratiwi sendiri telah lama dikenal sebagai platform edukasi mengenai penanganan ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) di jalanan.
Melalui kanal tersebut, ia kerap membagikan dokumentasi proses evakuasi hingga perawatan orang-orang terlantar. Aset digital ini dinilai memiliki basis pengikut yang loyal dan nilai jual yang potensial.
Novi Pratiwi Saat Di Podcast Comic 8 Revolution [Sumber: Youtube]
Saat ini, Novi merawat sekitar 16 orang di yayasannya, yang terdiri dari pasien ODGJ dan anak-anak asuh. Biaya operasional untuk kebutuhan makan, pakaian, dan kesehatan mereka ditanggung secara mandiri. Keterbatasan tempat saat ini membuatnya harus selektif dalam menampung pasien baru yang dilaporkan melalui hotline.
Rencana penjualan ini menambah daftar panjang dedikasi Novi sejak ia memutuskan berhenti menjadi pramugari pada tahun 2020. Ia meninggalkan karier yang mapan untuk terjun penuh waktu mengurus ODGJ dan anak-anak terlantar. Fokus utamanya kini adalah memastikan keberlanjutan tempat tinggal bagi anak-anak asuhnya.
Salah satu fokus utama yayasan yang dikelola Novi adalah memberikan perlindungan bagi bayi dan anak-anak yang lahir dari ibu ODGJ atau korban pelecehan. Ia ingin memastikan anak-anak tersebut mendapatkan pendidikan dan kehidupan yang layak. Pembangunan yayasan di lahan milik sendiri diharapkan dapat memfasilitasi kebutuhan jangka panjang tersebut.
Hingga berita ini ditulis, belum ada informasi lebih lanjut mengenai mekanisme penjualan atau valuasi harga kanal YouTube tersebut. Novi hanya memastikan bahwa langkah ini diambil demi kepentingan kemanusiaan dan transparansi pengelolaan dana yayasan di masa depan.