Putra Purbaya, Yudo Achilles Sentil Gaya Hidup Pejabat 'Ngapain Hotel Mewah?'
Diskusi mengenai gaya hidup dan transparansi pejabat publik kembali memanas dan menjadi trending topic di media sosial.
Sorotan tajam kali ini datang dari Yudo Achilles Sadewa, putra dari Pak Purbaya, saat menjadi tamu dalam sesi live streaming bersama konten kreator Bigmo.
Dalam potongan video yang kini viral di berbagai platform media sosial seperti TikTok dan Instagram, Yudo tampil kasual namun melontarkan kritik yang sangat substansial.
Baca Juga: Butuh Dana Miliaran? Terungkap Alasan Novi Pratiwi Ingin Lepas Akun YouTube-nya
Ia membahas realita birokrasi yang selama ini mungkin luput dari pandangan mata masyarakat umum.
Pernyataan Yudo yang paling menyita perhatian warganet adalah kritik pedasnya terkait standar akomodasi yang digunakan pejabat saat melakukan perjalanan dinas. Ia mempertanyakan urgensi penggunaan fasilitas mewah yang kerap membebani anggaran negara.
Dengan gaya bicara yang santai dan apa adanya, Yudo membandingkan kenyamanan hotel mewah dengan penginapan berbiaya terjangkau. Menurutnya, esensi dari perjalanan dinas adalah pekerjaan, bukan kemewahan tempat menginap.
"Lu tidur di Oyo aja udah nyaman kali. Harusnya enggak usah di hotel bintang 5," ujarnya.
Yudo menilai bahwa kenyamanan dasar untuk beristirahat sebenarnya sudah cukup terpenuhi di penginapan standar. Ia menyayangkan budaya "aji mumpung" menggunakan uang rakyat untuk menikmati fasilitas hotel bintang lima yang harganya selangit.
Yudo Achilles Sadewa Di Kanal Streaming Bigmo [Sumber: Youtube]
Namun, kritik mengenai hotel ini hanyalah puncak gunung es dari pembahasan yang lebih dalam. Yudo mengajak penonton untuk memperluas definisi korupsi yang selama ini terpaku pada penilapan uang tunai semata.
"Korupsi tuh enggak cuma uang. Bisa aja korupsi waktu atau segala macam. Korupsi fasilitas-fasilitas," paparnya.
Diskusi semakin serius ketika Yudo menyoroti besarnya anggaran yang dialokasikan untuk pos perjalanan dinas dan rapat-rapat pemerintah. Ia mengaku heran bagaimana pos anggaran tersebut bisa membengkak hingga angka miliaran rupiah.
"Masa bisa sampai miliaran sih?" tanyanya retoris
Dalam kesempatan yang sama, Yudo juga tidak ragu mengungkap data yang cukup mencengangkan menurut pandangannya. Ia menyebut bahwa longgarnya penegakan kebijakan di Indonesia berkaitan erat dengan mentalitas para pemangku kebijakan itu sendiri.
"Karena kalau lu enggak tahu, kenapa Indonesia kebijakannya kurang ketat ya karena itu sebenarnya. 80 persen pejabat tuh korupsi," klaim Yudo dengan tegas.
Keresahan Yudo ini rupanya bukan tanpa dasar. Ia menceritakan pengalaman personal melihat ayahnya, Pak Purbaya, yang harus mengambil langkah drastis untuk menanggulangi pemborosan anggaran di lingkungannya.
Putra Menteri Keuangan Purbaya Yudo Sadewa [Sumber: Tiktok]
Yudo mengungkapkan bahwa ayahnya kerap memotong anggaran yang dianggap tidak efektif dan hanya menjadi ajang pemborosan. Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab moral terhadap penggunaan uang negara.
"Yang paling kesel tuh gua, makanya Bapak motong ini, motong anggaran tuh rapat-rapat yang enggak jelas tuh harus di-cut gitu," ungkap Yudo.
Ia menekankan bahwa banyak rapat yang diselenggarakan birokrat sering kali hanya sekadar formalitas untuk menghabiskan sisa anggaran. Oleh karena itu, tindakan tegas berupa pemangkasan anggaran rapat "bodong" menjadi prioritas yang didukung penuh oleh Yudo.
Hingga berita ini diturunkan, potongan klip pernyataan Yudo mengenai "Hotel Bintang 5 vs Oyo" masih terus dibagikan ulang. Fenomena ini menunjukkan bahwa Generasi Z semakin kritis menuntut transparansi dan kesederhanaan dari para pejabat publik.