Bukan Leukemia! Rekaman Video Nizam Syafei Bongkar Kebohongan Ibu Tiri
Tim hukum keluarga almarhum Nizam Syafei mengungkapkan adanya bukti krusial berupa rekaman video sebelum bocah tersebut mengembuskan napas terakhir.
Video tersebut merekam kondisi Nizam yang sudah dalam keadaan parah namun sempat memberikan kesaksian penting. Dalam keadaan sekarat, Nizam diduga sempat memberikan isyarat mengenai siapa pelaku yang telah menyiksa dirinya selama ini.
"Ada dua hal yang di sini yang bisa sebetulnya penyidik tarik. Yaitu satu, bahwa Nizam pernah mengalami KDRT, pemukulan, dan sudah dilaporkan oleh bapaknya tetapi dicabut kembali," jelas Mira, anggota tim hukum keluarga.
Baca Juga: Ayah Kandung Nizam Sukabumi Minta Donasi di Facebook, Netizen Hilang Respect
Lisnawati, Ibu Nizam dan Kuasa Hukumnya, Krisna Murti (Indopop/Raka)
"Dan yang kedua adalah pada saat dia sekarat atau koma di dalam rumah sakit sebelum meninggal, dia menunjuk 'Itu ibu tiri itu yang melakukan ini, di sini, di sini dipukul, dicekokin air panas,' begitu," lanjutnya.
Mira menegaskan bahwa sangat kecil kemungkinan bagi seorang anak kecil yang sedang sakit keras untuk mengarang sebuah cerita. Hal ini sekaligus membantah klaim ibu tiri korban berinisial TR yang menyebut kematian Nizam disebabkan oleh penyakit autoimun atau leukemia.
Baca Juga: Tragis! Nizam Syafei Diduga Jadi Korban KDRT Ibu Tiri, Ibu Kandung Mengadu ke KPAI
Tim hukum menilai alasan medis yang disampaikan oleh ibu tiri tersebut sangat tidak masuk akal mengingat riwayat kesehatan korban sebelumnya. Mereka kini sedang menunggu hasil autopsi lengkap untuk membuktikan adanya unsur pidana penganiayaan.
Nizam Syafei dan Ayah Kandungnya Anwar Satibi. (Ist)
"Orang yang sedang sakit keras dan umur segitu enggak mungkin kan dia mengarang cerita. Jadi itu bisa dijadikan salah satu bukti untuk penyidik nanti atau dikembangkan oleh penyidik dari situ apakah di sini kematiannya ini ada tindak pidana atau memang sakit," terang Mira.
"Karena menurut informasi ibunya, Nizam tidak pernah mengalami sakit yang parah. Tapi pengakuan ibu tirinya itu meninggal karena leukemia, autoimun, dan lain-lain. Itu enggak masuk akal buat kami," tambahnya.
Berdasarkan hasil autopsi sementara, ditemukan adanya pembengkakan pada beberapa organ dalam tubuh Nizam yang dianggap tidak wajar. Selain itu, terdapat informasi mengenai adanya retakan di bagian belakang kepala korban akibat benturan benda tumpul.
Polres Sukabumi saat ini telah meningkatkan status kasus ini ke tahap penyidikan setelah menemukan bukti permulaan yang cukup. Krisna Murti meyakini bahwa peningkatan status ini membuktikan adanya dua alat bukti yang telah terpenuhi oleh penyidik.
Masyarakat kini menanti hasil uji laboratorium forensik untuk memastikan apakah ada zat mematikan lain yang masuk ke tubuh Nizam. Segala bukti digital dan keterangan saksi akan segera diekspos untuk menetapkan siapa saja tersangka dalam kasus ini.