Entertainment

Apa Itu Child Grooming? Kisah Aurelie Moeremans di Buku Broken Strings

13 Januari 2026 | 16:57 WIB
Apa Itu Child Grooming? Kisah Aurelie Moeremans di Buku Broken Strings
Aurelie Moeremans luncurkan buku Broken Strings Fragments of a Stolen Youth. [Instagram aurelie]

Kariernya dimulai pada 2008 setelah menjuarai ajang modeling di Bandung, lalu berkembang pesat lewat sinetron, FTV, hingga film layar lebar.

Film Jomblo Reboot (2017) menjadi salah satu karya yang melambungkan popularitasnya. Sepanjang kariernya, Aurelie telah membintangi 18 film, 11 sinetron, dan 8 FTV. Ia juga menjajal dunia musik dengan merilis single Here We Are pada 2019, disusul mini album Christmas Treat yang berisi lagu-lagu bernuansa Natal.

Kehidupan pribadinya pun mengalami babak baru. Pada 30 Desember 2024, Aurelie resmi menikah dengan Tyler Bigenho, seorang ahli chiropractic asal Amerika Serikat. Pernikahan mereka berlangsung di Old Orange County Courthouse, California, setelah go public pada Juni 2024 dan bertunangan tiga bulan kemudian.

Aurelie menyebut Tyler sebagai sosok yang memberinya rasa aman dan ketenangan, hal yang sangat berarti setelah trauma panjang yang ia alami.

Usai menikah, Aurelie memutuskan menetap di Amerika Serikat dan tidak lagi aktif mengambil proyek hiburan di Indonesia.

Pada pertengahan 2025, ia mengumumkan kehamilan anak pertamanya, yang diperkirakan memasuki masa persalinan pada awal 2026.

Dalam buku Broken Strings, Aurelie mengisahkan hubungan manipulatif dengan seorang pria dewasa yang ia samarkan dengan nama Bobby.

Saat itu, Aurelie masih berusia 15 tahun dan baru memulai karier di dunia hiburan. Pertemuan pertama mereka terjadi di lokasi syuting iklan, ruang kerja yang seharusnya aman bagi remaja.

Pria tersebut disebut berusia sekitar 29 tahun, menciptakan jurang usia dan ketimpangan kuasa yang besar.

Proses grooming berlangsung perlahan, nyaris tak disadari, hingga pelaku mulai mengontrol hidup Aurelie—mulai dari cara berpakaian, pergaulan, hingga komunikasi dengan orang terdekat.

Ancaman penyebaran foto pribadi pun menjadi alat tekanan yang menjeratnya.

Lebih dari sekadar catatan luka, Broken Strings menjadi simbol perlawanan dan proses penyembuhan. Aurelie memilih merilis buku tersebut secara gratis demi satu tujuan: menyelamatkan perempuan lain dari pengalaman serupa.

“Niat awalnya, kalau aku bisa menyelamatkan satu saja Aurelie kecil lain di luar sana, semua yang terjadi sama aku nggak sia-sia,” tulisnya.

Respons warganet pun membanjiri kolom komentar. Salah satu komentar yang viral menyebut kisah Aurelie sebagai pengingat pahit tentang bahaya grooming yang kerap tersembunyi di balik relasi yang tampak normal.

Dukungan moral terus mengalir, menguatkan langkah Aurelie untuk bersuara dan berdiri bagi para penyintas lainnya.

1 2 Tampilkan Semua
Tag aurelie moeremans