Entertainment

Apa Itu Child Grooming? Kisah Aurelie Moeremans di Buku Broken Strings

13 Januari 2026 | 16:57 WIB
Apa Itu Child Grooming? Kisah Aurelie Moeremans di Buku Broken Strings
Aurelie Moeremans luncurkan buku Broken Strings Fragments of a Stolen Youth. [Instagram aurelie]

Nama Aurelie Moeremans kembali mencuri perhatian publik di awal 2026.

rb-1

Namun kali ini, bukan karena karya terbaru di dunia hiburan, melainkan keberaniannya membuka lembaran kelam masa lalu lewat buku memoar berjudul Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth.

Dalam buku tersebut, Aurelie secara terbuka mengungkap pengalaman traumatisnya sebagai korban grooming sejak usia 15 tahun.

Baca Juga: Roby Tremonti Buka Bukti Fisik, Tunjukkan Foto Pernikahan Sah dengan Aurelie Moeremans

rb-2

Pengakuan tersebut semakin viral setelah Aurelie membagikan potongan kisahnya di media sosial.

Dukungan dari Publik

Baca Juga: Siapa Tyler Bigenho? Suami yang Jadi Sandaran Aurelie Moeremans Usai Bongkar Luka Masa Lalu

Ribuan warganet menyampaikan empati dan dukungan, sekaligus menaruh rasa ingin tahu lebih dalam mengenai sosok Aurelie, termasuk latar belakang keluarga dan perjalanan hidupnya sebelum dikenal luas sebagai publik figur.

Pemilik nama lengkap Aurélie Alida Marie Moeremans ini lahir di Brussel, Belgia, pada 8 Agustus 1993. Kini berusia 32 tahun, Aurelie merupakan buah hati pasangan Jean-Marc Moeremans, pria berkebangsaan Belgia, dan Sri Sunarti, perempuan asal Klaten, Jawa Tengah.

Latar belakang keluarga multikultural ini membentuk karakter dan paras khas blasteran yang melekat pada dirinya.

Aurelie tumbuh dalam keluarga Kristen dan merupakan anak sulung dari dua bersaudara.

Ia memiliki seorang adik laki-laki bernama Jeremie Moeremans, yang juga mengikuti jejaknya di industri hiburan Tanah Air.

Keluarga Moeremans sempat menetap di Belgia sebelum akhirnya pindah ke Indonesia ketika Aurelie mulai serius meniti karier sebagai model.

Perpindahan ke Jakarta menjadi titik krusial dalam hidupnya. Dukungan keluarga disebut berperan besar dalam membangun mental dan kepercayaan diri Aurelie di dunia hiburan yang kompetitif.

Kariernya dimulai pada 2008 setelah menjuarai ajang modeling di Bandung, lalu berkembang pesat lewat sinetron, FTV, hingga film layar lebar.

Film Jomblo Reboot (2017) menjadi salah satu karya yang melambungkan popularitasnya. Sepanjang kariernya, Aurelie telah membintangi 18 film, 11 sinetron, dan 8 FTV. Ia juga menjajal dunia musik dengan merilis single Here We Are pada 2019, disusul mini album Christmas Treat yang berisi lagu-lagu bernuansa Natal.

Kehidupan pribadinya pun mengalami babak baru. Pada 30 Desember 2024, Aurelie resmi menikah dengan Tyler Bigenho, seorang ahli chiropractic asal Amerika Serikat. Pernikahan mereka berlangsung di Old Orange County Courthouse, California, setelah go public pada Juni 2024 dan bertunangan tiga bulan kemudian.

Aurelie menyebut Tyler sebagai sosok yang memberinya rasa aman dan ketenangan, hal yang sangat berarti setelah trauma panjang yang ia alami.

Usai menikah, Aurelie memutuskan menetap di Amerika Serikat dan tidak lagi aktif mengambil proyek hiburan di Indonesia.

Pada pertengahan 2025, ia mengumumkan kehamilan anak pertamanya, yang diperkirakan memasuki masa persalinan pada awal 2026.

Dalam buku Broken Strings, Aurelie mengisahkan hubungan manipulatif dengan seorang pria dewasa yang ia samarkan dengan nama Bobby.

Saat itu, Aurelie masih berusia 15 tahun dan baru memulai karier di dunia hiburan. Pertemuan pertama mereka terjadi di lokasi syuting iklan, ruang kerja yang seharusnya aman bagi remaja.

Pria tersebut disebut berusia sekitar 29 tahun, menciptakan jurang usia dan ketimpangan kuasa yang besar.

Proses grooming berlangsung perlahan, nyaris tak disadari, hingga pelaku mulai mengontrol hidup Aurelie—mulai dari cara berpakaian, pergaulan, hingga komunikasi dengan orang terdekat.

Ancaman penyebaran foto pribadi pun menjadi alat tekanan yang menjeratnya.

Lebih dari sekadar catatan luka, Broken Strings menjadi simbol perlawanan dan proses penyembuhan. Aurelie memilih merilis buku tersebut secara gratis demi satu tujuan: menyelamatkan perempuan lain dari pengalaman serupa.

“Niat awalnya, kalau aku bisa menyelamatkan satu saja Aurelie kecil lain di luar sana, semua yang terjadi sama aku nggak sia-sia,” tulisnya.

Respons warganet pun membanjiri kolom komentar. Salah satu komentar yang viral menyebut kisah Aurelie sebagai pengingat pahit tentang bahaya grooming yang kerap tersembunyi di balik relasi yang tampak normal.

Dukungan moral terus mengalir, menguatkan langkah Aurelie untuk bersuara dan berdiri bagi para penyintas lainnya.

Tag aurelie moeremans