Tragis! 9 Orangtua Korban CPNS Bodong Putri Nia Daniati Meninggal Dunia Akibat Utang
Kasus penipuan rekrutmen CPNS bodong yang menyeret Olivia Nathania dan suaminya, Rafly N Tilaar, kini menyisakan nestapa yang kian mendalam bagi para korbannya. Di tengah penantian ganti rugi yang belum kunjung menemui titik terang, dampak fatal justru mulai menyasar nyawa anggota keluarga korban.
Agustin, selaku perwakilan korban, mengungkapkan bahwa tekanan psikologis akibat kasus ini telah menghancurkan kesehatan mental banyak peserta. Beberapa di antara mereka dilaporkan mengalami depresi berat hingga harus diisolasi dari lingkungan sosial.
"Untuk korban ada yang depresi, ada yang masuk rumah sakit jiwa, sudah enggak mau ketemu orang lagi," ungkap Agustin saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (18/2/2026).
Baca Juga: Putri Nia Daniaty Belum Ganti Rugi Rp8,1 M Kasus CPNS Bodong
Korban CPNS bodong putri Nia Daniaty, Olivia Nathania. (FTNews/Selvianus Kopong Basar)
Penderitaan paling berat justru dirasakan oleh para orang tua yang meminjam dana dalam jumlah besar demi membiayai ambisi anak mereka menjadi abdi negara. Beban finansial ini berubah menjadi teror mental karena mereka harus melunasi cicilan utang tanpa adanya kepastian pekerjaan bagi anak mereka.
Agustin menjelaskan bahwa stres akibat tunggakan utang inilah yang memicu penurunan kesehatan fisik para orang tua secara drastis. Akibatnya, banyak dari mereka yang akhirnya tutup usia karena tidak kuat menanggung beban ekonomi yang kian menghimpit.
Baca Juga: Kasus CPNS Bodong: Olivia Nathania Harus Ganti Rugi Rp8,1 M, Aset Nia Daniaty Diincar
"Terus kebanyakan yang meninggal itu orang tuanya. Karena orang tua yang menanggung hutang beban. Kalau anak sih mungkin enggak terlalu berat sekali ya, karena yang nanggung orang tuanya," jelas Agustin memilukan.
Berdasarkan catatan yang ada, total sudah ada sembilan orang tua korban yang meninggal dunia selama pusaran kasus ini bergulir. Angka ini menjadi pengingat tragis bahwa dampak penipuan tersebut telah merenggut lebih dari sekadar materi.
Sementara itu, tim kuasa hukum korban yang dipimpin oleh Odie Hudiyanto kini fokus melacak aset para terlapor guna mengupayakan pengembalian dana. Selain menyita rekening gaji Rafly, pihak pengacara kini membidik harta milik Olivia dan ibunya, Nia Daniaty.
Nia Daniaty. (Instagram)
"Tapi untuk Olivia dan Nia Daniaty kita punya data rekeningnya dan tanah bangunannya. Jadi kita pikir cukuplah buat mengembalikan uang para korban," tegas Odie mengenai strategi pemulihan kerugian kliennya.
Odie menyebutkan telah mengidentifikasi tiga unit rumah milik penyanyi senior Nia Daniaty sebagai target eksekusi nantinya. Lokasi aset-aset tersebut sengaja dirahasiakan untuk mencegah upaya pemindahtanganan secara ilegal selama proses hukum berlangsung.