Teori One Piece 1174 Part 8: Rahasia Naga Loki dan Kekuatan Uranus
Misteri besar kembali menyelimuti alur cerita manga One Piece pada Chapter 1174, khususnya mengenai sosok Pangeran Terkutuk dari Elbaph, Loki. Berbagai analisis mulai bermunculan mengenai skala kekuatan dan wujud naga yang ditampilkan, yang diduga memiliki keterkaitan dengan ramalan kuno di tanah para raksasa tersebut.
Salah satu poin utama yang menjadi sorotan adalah ukuran wujud naga Loki yang terlihat sangat masif. Berdasarkan pengamatan visual pada panel terbaru, ukuran naga Loki digambarkan jauh melampaui standar raksasa biasa, bahkan disebut-sebut sebagai "naga pulau" karena dimensinya yang luar biasa besar.
Perbandingan skala terlihat jelas saat Monkey D. Luffy menggunakan mode Gigant atau wujud raksasanya. Dalam posisi tersebut, Luffy yang sudah membesar ternyata hanya berukuran sebesar ujung tanduk dari naga Loki. Hal ini menunjukkan bahwa struktur tubuh Loki dalam wujud naga berada pada level yang berbeda dibandingkan makhluk besar lainnya.
Baca Juga: Teori One Piece 1174 Part 4: Naga Hitam Loki Muncul, Ukurannya 50 Kali Kaido!
Jika dibandingkan dengan Kaido dalam wujud naga apinya, naga Loki tampak memiliki volume tubuh yang jauh lebih dominan. Fenomena ini memicu asumsi bahwa Loki bukan sekadar pengguna buah iblis biasa, melainkan entitas yang memiliki pengaruh besar terhadap ekosistem di sekitarnya.
Muncul pula teori mengenai mural kuno yang terdapat di pohon Yggdrasil. Mural tersebut menggambarkan pertarungan antara seekor naga dan seekor ular raksasa. Para pengamat meyakini bahwa sosok naga dalam lukisan kuno tersebut adalah representasi dari Loki di masa depan atau masa lalu.
Baca Juga: Spoiler One Piece 1174 Part 2: Naga Raksasa Loki Muncul Selamatkan Elbaf!
Terkait sosok ular yang menjadi lawan naga dalam mural tersebut, spekulasi mengarah pada misteri Florian Triangle. Diduga kuat, makhluk raksasa yang selama ini menjadi misteri di kawasan berkabut tersebut adalah musuh alami dari naga Loki yang akan muncul dalam konflik mendatang.
Selain masalah fisik, kemampuan pengendalian cuaca oleh Loki juga menjadi perhatian. Tercatat dalam beberapa kejadian penting, seperti saat kelahirannya, kematian Raja Harald, hingga kemunculannya di hadapan Luffy, badai salju selalu menyertai kehadirannya. Hal ini memicu dugaan bahwa mata Loki memiliki kemampuan memicu fenomena alam tersebut.
Di sisi lain, Loki juga diperlihatkan mampu menghasilkan serangan petir yang sangat kuat. Perbedaan sumber kekuatan ini memunculkan analisis bahwa badai salju berasal dari kondisi fisik atau matanya, sementara petir dihasilkan dari kekuatan buah iblis yang dimakannya.
Ilustrasi Panel Manga One Piece Chapter 1174 Part 7 [Sumber: Indopop]
Hal menarik lainnya adalah pernyataan Loki yang menyebut Shanks sebagai sosok "pengecut". Terdapat dua teori utama yang mendasari sebutan ini. Pertama, kemungkinan Shanks menggunakan kemampuan Future Sight untuk melumpuhkan Loki dalam wujud manusianya sebelum ia sempat bertransformasi menjadi naga.
Teori kedua menyebutkan bahwa Shanks mungkin menggunakan taktik psikologis dengan membawa-bawa nama ayah Loki, Raja Harald. Hal ini diduga membuat Loki kehilangan fokus atau merasa tertekan secara emosional, sehingga ia berhasil ditangkap dan dipenjarakan di wilayah Underworld Elbaph.
Spekulasi mengenai buah iblis Loki bahkan mencapai ranah Senjata Kuno. Ada kemungkinan bahwa kekuatan yang dimiliki Loki sebenarnya adalah wujud dari Uranus. Jika Poseidon mengendalikan makhluk di bawah laut, maka Uranus dianalisis sebagai kekuatan yang mampu mengendalikan fenomena di langit, termasuk petir masif.
Keterkaitan Elbaph dengan teknologi canggih masa lalu, termasuk kemampuan menciptakan kapal terbang, memperkuat dugaan bahwa Uranus memiliki koneksi erat dengan wilayah ini. Petir yang dihasilkan Loki dianggap memiliki pola yang sama dengan yang digambarkan dalam sejarah kuno 800 tahun lalu.
Ilustrasi Panel Manga One Piece Chapter 1174 Part 7 [Sumber: Indopop]
Dari sisi kekuatan tempur, Loki diklaim telah melampaui level karakter kuat seperti Kaido. Fakta bahwa ia mampu membunuh ayahnya sendiri, Harald—yang disebut-sebut sebagai raksasa kuno terkuat setara dengan legenda Rocks D. Xebec—menjadi bukti otentik betapa berbahayanya pangeran Elbaph ini.
Ketidakpastian mengenai nama buah iblis Loki yang sengaja belum diungkap oleh Eiichiro Oda menambah kecurigaan bahwa kekuatan ini memang merupakan sesuatu yang sangat spesial. Banyak pihak menantikan apakah identitas asli dari kekuatan tersebut akan benar-benar merujuk pada salah satu Senjata Kuno yang tersisa.
Sebagai latar belakang, pada Chapter sebelumnya, Luffy secara tidak sengaja bertemu dengan Loki yang dalam kondisi terantai di wilayah bersalju Elbaph. Pertemuan tersebut menjadi awal dari interaksi antara kapten Topi Jerami dengan sosok yang mengaku sebagai "Dewa Matahari" yang akan membawa kehancuran pada dunia.