Film

Teori One Piece 1171 Part 3, Sabo Bangkitkan Api Biru dan Gorosei Warcury Terbakar!

04 Januari 2026 | 07:00 WIB
Teori One Piece 1171 Part 3, Sabo Bangkitkan Api Biru dan Gorosei Warcury Terbakar!
Tumbnail Teori One Piece Part 3 [Sumber: Indopop]

Diskusi mengenai kelanjutan kisah One Piece terus memanas di kalangan penggemar, terutama menjelang perilisan chapter terbaru. Berdasarkan prediksi dan teori yang beredar untuk chapter 1171, fokus cerita diperkirakan masih akan menyoroti kekacauan besar yang terjadi di Marijoa, markas besar Pemerintah Dunia.

rb-1

Dalam pertempuran di Marijoa, sorotan utama tertuju pada duel sengit antara Kepala Staf Pasukan Revolusi, Sabo, melawan salah satu Lima Tetua, Gorosei Warcury. Pada awalnya, serangan api standar milik Sabo dilaporkan tidak mampu menembus pertahanan kulit Warcury yang sangat keras.

Situasi di medan tempur berubah ketika Monkey D. Dragon turun tangan. Dragon dikisahkan memberikan bantuan dengan menyalurkan aura angin miliknya kepada Sabo. Sinergi antara angin dan api ini memberikan peningkatan daya serang yang signifikan bagi Sabo untuk menghadapi pertahanan mutlak Warcury.

Baca Juga: Spoiler One Piece 1169 Part 8, Tragedi Elbaf dan Rahasia Kelam Raja Harald

rb-2

Momen krusial terjadi ketika Sabo akhirnya berhasil menggunakan kembali teknik awakening api biru miliknya. Kombinasi antara awakening api biru dan aura angin dari Dragon menciptakan tekanan serangan yang luar biasa dahsyat. Serangan ini sukses menghempaskan Warcury hingga menabrak bangunan di sekitarnya.

Serangan tersebut tidak hanya memukul mundur Warcury, tetapi juga meninggalkan luka bakar serius. Warcury bahkan mengakui bahwa ini adalah pertama kalinya dalam ratusan tahun ia merasakan sakit akibat luka bakar yang sedemikian parah.

Baca Juga: Teori One Piece 1171 Part 1, Dragon Mengamuk, Sabo Dapat Kekuatan Baru Lawan Gorosei

Luka tersebut memicu kilas balik singkat bagi Warcury. Ia teringat pada masa Abad Kekosongan (Void Century), di mana ia pernah berhadapan dengan pengguna buah iblis Mera Mera no Mi terdahulu. Pengguna api masa lalu tersebut dikisahkan hampir membunuh Warcury, menjadikannya ancaman terbesar selain Joy Boy pada masa itu.

Illustrasi Panel One Piece Sabo [Sumber: Pinterest]Illustrasi Panel One Piece Sabo [Sumber: Pinterest]

Warcury kini melihat potensi ancaman yang sama dalam diri Sabo. Kekhawatiran Warcury semakin memuncak mengingat Sabo mewarisi tekad dan kekuatan buah iblis yang secara historis merepotkan Pemerintah Dunia. Meski demikian, Warcury lega karena Sabo belum menguasai Haoshoku Haki, sehingga luka bakarnya masih dapat beregenerasi dengan cepat.

Sementara itu, di sisi lain medan tempur, Dragon juga terlibat pertarungan melawan Gorosei Jupiter. Jupiter yang sempat terdesak akhirnya bangkit kembali, mengubah dinamika pertarungan menjadi duel tag team dua lawan dua: Sabo dan Dragon melawan Warcury dan Jupiter.

Kombinasi kekuatan alam antara angin milik Dragon dan api milik Sabo menjadi momok menakutkan bagi para Gorosei. Kerja sama epik antara ayah dan anak buah ini memaksa Warcury dan Jupiter untuk mengeluarkan teknik rahasia demi mengimbangi serangan Pasukan Revolusi.

Selain pertarungan para tokoh utama, pertempuran di Marijoa juga melibatkan sekutu Pasukan Revolusi dari ras langka. Pemimpin ras Bucaneer terlihat bertarung menghadapi tiga agen CP0 sekaligus, yakni Rob Lucci, Kaku, dan Jabra. Mengandalkan ketahanan fisik ras Bucaneer, ia mampu bertahan dari serangan kecepatan tinggi para agen tersebut.

Di sudut lain, pemimpin ras Lunarian bertarung melawan Ksatria Suci dari keluarga Ethanbaron. Serangan api yang dilapisi Haki dari pemimpin Lunarian berhasil melukai sang Ksatria Suci. Namun, upaya untuk memberikan serangan terakhir harus terhenti akibat gangguan dari agen CP0 yang tiba di lokasi.

Illustrasi Panel One Piece Mihawk [Sumber: Pinterest]Illustrasi Panel One Piece Mihawk [Sumber: Pinterest]

Beralih dari Marijoa, situasi di Pulau Hachinosu juga tidak kalah genting. Dracule Mihawk akhirnya tiba di lokasi sebagai bala bantuan bagi kelompok Akagami. Kehadiran Mihawk langsung mengubah peta kekuatan, di mana ia dengan mudah mengatasi aliansi Kurohige yang telah diperkuat ramuan Doc Q.

Mihawk awalnya hanya menggunakan serangan dasar karena tidak menganggap lawannya sebagai ancaman serius. Namun, setelah diprovokasi, ia melepaskan tebasan yang dilapisi Busoshoku Haki, menumbangkan musuh seketika. Meski begitu, Mihawk tampak masih menahan diri demi menjaga stamina untuk menghadapi ancaman yang lebih besar, yakni Kurohige.

Aksi Mihawk kemudian diinterupsi oleh kemunculan Wakil Kapten bajak laut Barbel. Sosok ini menantang Mihawk secara langsung di area pelabuhan, menciptakan ketegangan baru di tengah perang Hachinosu. Ben Beckman yang memantau dari kejauhan meyakini bahwa Mihawk berada di level yang berbeda dari para penantangnya.

Sementara itu, dari markas cabang Angkatan Laut, Admiral Ryokugyu dilaporkan berhasil menyelesaikan misinya. Ia sukses mengalahkan pendekar pedang pemimpin organisasi dunia bawah dan segera menghubungi Fleet Admiral Akainu untuk meminta instruksi selanjutnya, menegaskan kesiapan Angkatan Laut dalam merespons kekacauan global.

Sebagai latar belakang, pada chapter sebelumnya, narasi berfokus pada eskalasi konflik di berbagai titik dunia pasca insiden Egghead. Pergerakan Pasukan Revolusi yang semakin agresif memutus jalur logistik ke Marijoa telah memaksa Pemerintah Dunia untuk mengerahkan Ksatria Suci, memicu perang terbuka yang kini mencapai puncaknya di tanah suci para naga langit tersebut.

Tag Sabo vs Gorosei Monkey D. Dragon Awakening Sabo Dracule Mihawk Spoiler One Piece