Teori One Piece 1177 Part 3: Zoro Temukan Kelemahan Imu, Sanji Bangkit!
Pertempuran di Pulau Elbaph dan Mary Geoise semakin mencapai titik didih dalam kelanjutan kisah One Piece. Fokus cerita kini terbagi antara upaya kru Topi Jerami bertahan di pulau para raksasa dan konfrontasi langsung Pasukan Revolusi melawan Imu di pusat pemerintahan dunia.
Di Elbaph, duel antara Sanji melawan salah satu Kesatria Suci, Killingham, memasuki babak baru. Killingham sempat melancarkan serangan berskala luas bernama "Kirin" yang berhasil mengenai Sanji secara telak dan mengakibatkan luka serius pada sang koki.
Namun, kejutan terjadi saat Sanji mampu berdiri kembali dengan cepat meskipun menderita cedera parah. Hal ini dipicu oleh aktifnya kemampuan regenerasi eksoskeleton Germa 66 di dalam tubuhnya, sebuah kekuatan yang sempat bangkit saat ia melawan Queen di Wanokuni.
Baca Juga: Teori One Piece 1177: Awakening Dragon Melukai Imu, Akainu Incar One Piece!
Killingham menunjukkan keterkejutan atas kemampuan pemulihan Sanji yang dianggap menyerupai cyborg. Meskipun Sanji sendiri merasa enggan membahas kekuatan tersebut, keunggulan fisik ini terbukti menjadi faktor penentu dalam menahan serangan bertubi-tubi dari Kesatria Suci.
Sementara itu, di area berbeda, Roronoa Zoro berhadapan dengan Somers, Kesatria Suci yang sebelumnya sempat ditumbangkan oleh Luffy namun berhasil bangkit kembali. Zoro menyadari bahwa musuhnya memiliki kemampuan regenerasi yang tidak biasa selama Imu masih berada di lokasi tersebut.
Baca Juga: Teori One Piece 1177 Part 2: Serangan Dragon Lukai Imu, Akainu Incar One Piece!
Zoro memilih untuk tidak mengeluarkan seluruh kekuatannya dalam duel melawan Somers. Pendekar pedang ini memutuskan untuk menghemat tenaga demi mempersiapkan diri menghadapi ancaman yang lebih besar, yakni sosok Imu yang tengah merasuki tubuh Gunko.
Dalam analisisnya, Zoro mencetuskan sebuah teori bahwa kekuatan para Kesatria Suci saling terkoneksi dengan pemimpin mereka. Ia menduga bahwa setiap kali seorang Kesatria Suci dipaksa melakukan regenerasi setelah tumbang, hal tersebut secara tidak langsung akan menguras energi Imu.
Strategi Zoro adalah terus memberikan tekanan kepada Somers agar kekuatan Imu melemah secara perlahan. Jika teori ini benar, maka menumbangkan para Kesatria Suci berkali-kali merupakan kunci utama untuk memenangkan pertempuran melawan entitas tertinggi Pemerintah Dunia tersebut.
Di lokasi Sekolah Walrus yang membeku, Nico Robin berhasil melumpuhkan seorang Raksasa Iblis dengan teknik tangan raksasanya. Kemenangan ini membuka jalan bagi kru lainnya untuk memberikan bantuan kepada anak-anak raksasa yang masih terjebak di dalam gedung.
Ilustrasi Panel Manga One Piece Chapter 1177 [Sumber: Indopop]
Nami dan Usopp juga dilaporkan berhasil mengalahkan monster mimpi buruk yang menghalangi jalan mereka. Dengan bantuan Pop Green milik Usopp, mereka mulai menghancurkan dinding es untuk menembus masuk ke dalam fasilitas pendidikan para raksasa tersebut.
Di sisi lain pulau, Jinbe dan Franky tengah berupaya keras menahan gelombang serangan Raksasa Iblis baru. Franky kembali menemukan lokasi terkuburnya kerangka robot kuno dari dunia pertama, yang diprediksi akan memiliki peran penting dalam konflik mendatang.
Kabar dari lautan menunjukkan Admiral Fujitora masih berupaya mempertahankan kapal Angkatan Laut dari kepungan sekutu Kaisar Bayangan. Dengan kekuatan gravitasi Buah Iblis Zushi Zushi no Mi, Fujitora mampu menghalau peluru meriam dan serangan udara dari para musuh.
Organisasi Cross Guild melalui Crocodile mulai menyusun langkah strategis untuk mengambil alih aset dan wilayah kekuasaan Kaisar Bayangan. Crocodile menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memaksa perekrutan, namun tetap akan mengamankan bisnis-bisnis strategis pasca kekalahan sang kaisar.
Pindah ke Mary Geoise, Imu yang mengendalikan tubuh Warkuri menghadapi serangan gabungan dari Dragon, Sabo, dan pemimpin Lunaria. Serangan tersebut merupakan kombinasi elemen angin, petir, dan api biru yang diperkuat dengan Haki tingkat tinggi.
Ilustrasi Panel Manga One Piece Chapter 1177 [Sumber: Indopop]
Meskipun diserang secara masif, Imu mampu menciptakan pertahanan solid dengan menggabungkan Busoshoku Haki dan kekuatan sihir misterius. Pertarungan ini memaksa Dragon untuk terus bergerak gesit guna mencari celah di balik pertahanan Imu yang hampir tidak tertembus.
Dalam momen tersebut, Imu sempat menyinggung soal inisial "D" yang dianggap sebagai ancaman bagi tatanan dunia. Imu menyebut tiga nama sebagai masalah besar pada era ini, yakni Monkey D. Dragon, Monkey D. Luffy, dan Marshall D. Teach alias Kurohige.
Dialog ini memicu rasa penasaran Dragon untuk menggali lebih dalam mengenai arti sejarah dari inisial "D". Dragon meyakini bahwa pemahaman akan makna inisial tersebut akan menjadi senjata penting bagi para penyandangnya di masa depan untuk meruntuhkan dominasi Pemerintah Dunia.
Sebagai latar belakang, pada chapter sebelumnya, situasi di Elbaph semakin kacau setelah Imu memunculkan wujud aslinya dan mulai merasuki salah satu tokoh penting. Kejadian ini memaksa kru Topi Jerami dan para raksasa untuk segera bersatu guna menghadapi ancaman supernatural yang belum pernah mereka temui sebelumnya.