Tanggapi Tudingan Pelecehan Seksual Padanya, Andhika Sudarman Beri Klarifikasi di IG
Nama Andhika Sudarman sebagai founder atau pendiri SejutaCita Future Leaders (SFL) saat ini tengah ramai diperbincangkan.
Nama dan sosoknya kini jadi sorotan, karena ia diduga melakukan pelecehan hingga kekerasan seksual pada para peserta program SejutaCita Future Leaders (SFL).
Pengakuan para peserta itu dibagikan melalui media sosial, dan hal itu langsung membuat Andhika angkat suara.
Baca Juga: Profil Andhika Sudarman, Penerima Beasiswa LPDP Diduga Lecehkan Peserta Progam SFL
Sebagai informasi, SejutaCita Future Leaders (SFL) merupakan program pengembangan untuk pelajar dan mahasiswa.
Klarifikasi Andhika Sudarman
Baca Juga: Kronologi Dugaan Pelecehan Seksual Peserta SFL oleh Pendirinya, Andhika Sudarman
Menanggapi kabar yang beredar, Andhika menyampaikan klarifikasinya melalui akun Instagram @andhikarsudarman_.
Ia mengakui bahwa kabar tersebut merupakan masalah serius yang memicu beragam reaksi dari banyak pihak.
Klarifikasi Andhika Sudarman 1
Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada peserta, alumni, orang tua, dan pihak lain yang merasa tidak nyaman.
Terkait gaya bicaranya, Andhika menyebut bahwa cara penyampaiannya kemungkinan menimbulkan salah tafsir dan ketidaknyamanan bagi sebagian orang.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada orang-orang yang merasa terdampak.
Meski begitu, ia membantah tudingan telah melakukan pelecehan seksual.
"Saya tidak pernah melakukan, ataupun berniat melakukan pelecehan seksual terhadap siapa pun, apalagi terhadap anak di bawah umur," tegas Andhika dalam klarifikasinya.
Andhika menyatakan siap membuka ruang verifikasi independen atas seluruh tuduhan yang beredar.
Untuk menjaga objektivitas dan agar tidak terjadi keributan, pengelolaan program SejutaCita Future Leaders disebut telah dialihkan kepada pimpinan lain, yakni Geraldine Abigail, sebagai bagian dari evaluasi tata kelola.
Klarifikasi Andhika Sudarman 2
Untuk memeriksa keseluruhan tudingan yang diarahkan padanya, Andhika turut mengundang institusi pihak ketiga yang independen dan kredibel.
Selain itu, ia membuka ruang komunikasi bagi siapa pun yang ingin menyatakan komitmen melakukan pembenahan, agar program SFL ke depan berjalan lebih aman dan profesional.
Hingga kini, dugaan pelecehan seksual itu masih berkembang di media sosial, dan belum ada keterangan lebih lanjut mengenai proses hukum.