Biodata dan Agama Andhika Sudarman, Alumni LPDP Tersandung Tuduhan Pelecehan Seksual
Nama Andhika Sudarman tengah menjadi perbincangan hangat di jagat maya. Pria yang dikenal luas sebagai pendiri platform pengembangan talenta muda, SejutaCita Future Leaders (SFL), ini harus berhadapan dengan tuduhan serius terkait dugaan pelecehan seksual yang melibatkan peserta programnya, termasuk anak di bawah umur.
Isu ini mencuat setelah sejumlah pengakuan dari para peserta program SFL dipublikasikan melalui media sosial, tepatnya pada akhir Februari 2026.
Akun Instagram @matchagreen1001 menjadi wadah bagi para peserta untuk membagikan pengalaman tidak mengenakan mereka selama mengikuti serangkaian kegiatan, yang kemudian mengaitkan nama founder SFL, Andhika Sudarman (AS), sebagai terduga pelaku.
Baca Juga: Bantah Tuduhan Pelecehan, Piche Kota Indonesian Idol Siap Ikuti Proses Hukum
Tuduhan yang dilayangkan pun beragam, mulai dari keluhan teknis penyelenggaraan program hingga isu yang jauh lebih serius berupa dugaan interaksi tidak pantas dalam sesi mentoring.
Para peserta mengaku menerima komentar yang menyinggung fisik, pilihan berpakaian, hingga candaan bernuansa seksual yang tidak relevan dengan tujuan pengembangan akademik dan karier.
Baca Juga: Miris! 6 Santri di Cicantayan Jadi Korban Pelecehan Pimpinan Ponpes Selama 4 Tahun
Menanggapi riuhnya pemberitaan dan tudingan yang dialamatkan kepadanya, Andhika Sudarman angkat bicara. Melalui pernyataan resmi di akun Instagram pribadinya, ia dengan tegas membantah semua tuduhan tersebut.
Andhika Sudarman. [Instagram]
"Saya tidak pernah melakukan, ataupun berniat melakukan pelecehan seksual terhadap siapa pun, apalagi terhadap anak di bawah umur," tulisnya dalam klarifikasi.
Ia juga menyatakan kesiapannya untuk menghadapi proses klarifikasi dan membuka ruang bagi verifikasi independen terhadap seluruh tuduhan yang beredar.
Sebagai langkah antisipasi, pengelolaan program SejutaCita Future Leaders (SFL) disebut telah dialihkan kepada pimpinan lain demi menjaga objektivitas.
Lantas, siapakah sebenarnya figur di balik nama Andhika Sudarman ini? Seperti apa rekam jejaknya hingga namanya sempat menjadi panutan bagi generasi muda?
Profil dan Biodata Andhika Sudarman
Andhika Sudarman adalah seorang pengusaha muda di bidang teknologi pendidikan (edtech) dan pengembangan sumber daya manusia. Ia dikenal luas karena latar belakang pendidikannya yang gemilang, salah satunya dari Harvard University.
Pendidikan
-
S1 Ilmu Hukum: Universitas Indonesia
-
Master of Laws (LL.M.): Harvard Law School, Harvard University, melalui beasiswa LPDP. Selama di Harvard, ia meraih Dean's Award for Community Leadership dan dipercaya sebagai Class Marshal Elect HLS Class of 2020.
Karier dan Jejak Profesional
Andhika Sudarman. [Instagram]
Sepulang dari Amerika Serikat, Andhika aktif membangun ekosistem talenta muda melalui sejumlah perusahaan rintisan yang didirikannya:
-
Founder & CEO SejutaCita Future Leaders (SFL): Sebuah komunitas dan program pengembangan yang menyasar pelajar dan mahasiswa, menyediakan akses beasiswa, kompetisi, dan pengembangan diri.
-
Founder & CEO Dealls: Platform pencarian kerja, pembuat CV, dan mentoring karier yang menghubungkan talenta muda dengan perusahaan.
-
Founder & CEO KantorKu HRIS: Sistem teknologi manajemen sumber daya manusia (HR Tech) berbasis digital untuk perusahaan.
Selain kesibukannya di dunia startup, Andhika juga dikenal sebagai penulis buku-buku pengembangan diri dan pendidikan yang populer di kalangan pelajar, seperti Kitab Suci Kuliah dan Masuk PTN itu Gampang?.
Agama
Terkait dengan keyakinan yang dianutnya, berdasarkan berbagai sumber dan informasi publik yang beredar, belum ditemukan informasi mengenai agama Andhika Sudarman
Polemik yang Mencoreng Citra
Tuduhan pelecehan seksual ini jelas menjadi noda hitam di tengah reputasi cemerlang yang selama ini dibangun Andhika. Sejumlah peserta SFL dalam unggahan @matchagreen1001 menceritakan pengalaman detail, mulai dari masalah teknis perjalanan ke Beijing dan Shanghai, seperti pembatalan kunjungan universitas, kondisi hotel kurang memadai, hingga perubahan tiket kereta cepat yang memaksa peserta berdiri berjam-jam.
Namun, sorotan paling tajam tertuju pada sesi mentoring yang dipandu langsung oleh Andhika. Para peserta mengaku sesi yang berlangsung hingga larut malam itu kerap diisi dengan pembahasan di luar konteks pengembangan diri, seperti komentar tentang fisik, pakaian, hingga hubungan romantis, yang menimbulkan rasa tidak nyaman.