Taemin SHINee Resmi Cabut dari BPM, Imbas Agensi Terlilit Utang Miliaran?
Kabar mengejutkan datang dari industri hiburan Korea Selatan di mana Taemin SHINee secara resmi dinyatakan berpisah dengan agensinya, Big Planet Made (BPM) Entertainment. Langkah besar ini diambil setelah sang idola bergabung dengan label tersebut sejak Maret 2024 silam usai menyelesaikan kontraknya dengan SM Entertainment.
Melalui pernyataan resminya pada Selasa (24/2/2026), BPM mengonfirmasi berakhirnya masa kontrak eksklusif dengan maknae SHINee tersebut secara mendadak. "Kami ingin menginformasikan bahwa kontrak eksklusif kami dengan Taemin telah berakhir," kata agensi seperti dilansir Soompi.
"Kami mengharapkan dukungan dan minat yang berkelanjutan untuk kegiatan Taemin di masa depan setelah pemutusan kontrak ini," tambah mereka.
Baca Juga: Taemin SHINee Buka-bukaan Alasan Absen di SMTOWN Live 2025
Taemin SHINee. (Instagram)
Perpisahan ini menjadi sorotan tajam karena terjadi tepat di tengah isu krisis finansial hebat yang sedang melilit CEO agensi tersebut, Cha Ga Won. Banyak penggemar menduga keputusan Taemin berkaitan erat dengan ketidakstabilan ekonomi yang melanda grup perusahaan One Hundred belakangan ini.
CEO Cha Ga Won dilaporkan gagal melunasi tagihan hingga puluhan miliar Won kepada berbagai vendor mitra, mulai dari tim produksi album hingga jasa hair and makeup. Situasi pelik ini kabarnya telah mengakibatkan banyak perusahaan kecil mitra agensi mengalami kebangkrutan dan stres psikologis yang berat.
Baca Juga: Taemin SHINee Tulis Surat ke Penggemar Usai Terseret Rumor Kencan
Salah satu orang dalam industri berinisial A bahkan mengaku akun banknya sampai disita karena agensi tersebut tidak kunjung membayar jasa profesionalnya. “Saya tidak melakukan kesalahan apa pun, namun saya menjadi debitur dan pembohong bagi orang-orang yang memercayai saya,” ungkap narasumber tersebut dengan penuh rasa kecewa.
Dampak dari kemacetan dana ini pun mulai dirasakan oleh para fans karena hampir tidak ada artis di bawah naungan BPM yang merilis album fisik dalam lima bulan terakhir. Taemin serta grup lain seperti The Boyz hanya meluncurkan digital single dengan promosi yang sangat minim karena diduga kesulitan membiayai produksi cetak album.
Buruknya reputasi agensi membuat banyak tenaga profesional di industri K-Pop mulai memberikan tanda merah untuk menjalin kerja sama dengan label tersebut. Seorang veteran industri bahkan menyatakan, “Semua orang tahu masalah ini, jadi siapa yang mau bekerja dengan mereka? Saya mendengar mereka bahkan sulit membayar biaya sertifikasi album.”
Taemin SHINee. (Instagram)
Masalah ini semakin gawat karena telah merembet ke hubungan dengan stasiun televisi besar seperti MBC dan Mnet terkait tunggakan biaya pembuatan set panggung acara musik. Jika utang tersebut tidak segera dilunasi, para artis di bawah payung BPM terancam dilarang tampil di acara bergengsi seperti Show! Music Core dan M Countdown.
Hingga saat ini, publik masih menantikan langkah karier Taemin selanjutnya serta nasib artis lain seperti Baekhyun, Chen, dan Xiumin yang berada di bawah manajemen yang sama. Di sisi lain, CEO Cha Ga Won sendiri tengah menghadapi tuntutan hukum atas dugaan kasus penipuan ekonomi dalam skala besar.