Syuting Film 'Kupilih Jalur Langit' di Malang, Emir Mahira dan Zee Asadel Rasakan Suasana Slow Living
Zee Asadel dan Emir Mahira berbagi cerita saat menjalani syuting film 'Kupilih Jalur Langit' yang berlangsung di Malang, Jawa Timur.
Selama hampir satu bulan, keduanya menjalani pengambilan gambar jauh dari hiruk-pikuk ibu kota, sehingga bisa fokus mendalami peran. Apalagi udaranya yang sejuk sangat mendukung konsentrasi para pemain.
"Di Malang, aku suka banget udaranya sejuk, lingkungannya nyaman banget buat syuting. Rasanya kayak slow living di sana. Kita syuting sekitar tiga minggu sampai hampir sebulan," ujar Zee.
Baca Juga: Jadi Ustaz Muda di Kupilih Jalur Langit, Emir Mahira Ngaku Kebawa Sampai Dunia Nyata
"Rasanya tenang di Malang. Kalau di Jakarta banyak distraksi. Di sana hidup rasanya lebih sehat, syutingnya enak banget," timpal Emir.
Dalam film ini, Zee dan Emir memerankan pasangan suami istri muda, Amira dan Furqon, yang harus menghadapi realitas pernikahan di usia dini.
Baca Juga: Cerita Emir Mahira Iktikaf di 10 Hari Terakhir Ramadan Tahun Ini, Pertama Kali Seumur Hidup
Menariknya, keduanya sepakat untuk tidak mencari referensi dari orang tua atau pengalaman orang lain. Tujuannya agar kebingungan dan canggung dalam menjelajahi pernikahan bisa terlihat organik di kamera.
"Justru nggak nanya orang tua karena di cerita ini Amira itu lugu banget. Kita kayak anak-anak yang eksplor sendiri tentang pernikahan padahal kita clueless," ungkap Zee.
Emir Mahira dan Zee Asadel berperan sebagai pasangan muda suami istri. [Indopop/Raka]
"Jadi mending kita mulai dari 'kertas kosong' saja. Banyak yang dipelajari, tapi kita nggak mau ngikutin pernikahan orang lain karena setiap orang kan beda-beda perjalanannya," lanjutnya.
Hal senada pun disampaikan Emir, "Pendekatannya adalah jangan belajar dari siapa-siapa. Furqon baru dalam hubungan ini, Amira juga baru. Kebingungan itu yang kita butuhkan untuk karakternya."
Dalam kesempatan itu, Zee dan Emir juga menanggapi santai soal netizen yang sering menjodoh-jodohkan mereka. Bagi keduanya, respons ini justru menjadi indikator bahwa akting mereka berhasil membuat penonton terbawa perasaan.