Gosip

Sudah Bisa Makan Normal, Begini Perkembangan Kesehatan Fara Mahasiswi UIN Suska Riau

03 Maret 2026 | 18:38 WIB
Sudah Bisa Makan Normal, Begini Perkembangan Kesehatan Fara Mahasiswi UIN Suska Riau
Ibunda Fara Mahasiswi UIN Riau [Sumber: Tiktok]

Ibunda Fara memberikan kabar terbaru mengenai kondisi kesehatan anaknya yang menjadi korban pembacokan di UIN Suska Riau. Setelah menjalani operasi, mahasiswi tersebut kini menunjukkan perkembangan yang sangat signifikan dan mulai bisa melakukan beberapa aktivitas fisik secara mandiri di rumah sakit selama masa pemulihan berlangsung.

rb-1

Insiden yang menimpa Fara terjadi pada tanggal 26 Februari 2026 di area Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum. Pelaku serangan adalah Raihan, yang merupakan rekan sesama mahasiswa di universitas tersebut. Kejadian ini dipicu oleh motif asmara dan dendam pribadi yang berujung pada tindakan kekerasan menggunakan senjata tajam jenis parang.

"Alhamdulillah dia sudah bisa duduk, walaupun masih ada rasa pusing. Kemudian alhamdulillah hari ini dia sudah mulai bisa berdiri," ungkap ibunda Fara.

Baca Juga: Punya Karier Mentereng, Ini Profil Ferdi, Pacar Fara UIN Suska yang Dibacok Raihan Selingkuhannya

rb-2

Kemajuan fisik Fara terlihat dari kemampuannya untuk bangkit dari tempat tidur rumah sakit. Meski masih sering merasakan pusing, semangatnya untuk pulih terlihat sangat besar. Tim medis terus melakukan pemantauan intensif guna memastikan tidak ada komplikasi serius pasca operasi besar yang ia jalani di bagian kepala beberapa waktu lalu.

Selain sudah bisa berdiri, Fara juga mulai menunjukkan kemandirian dalam melakukan keperluan pribadi harian. Ia kini tidak ingin lagi bergantung sepenuhnya pada peralatan medis atau bantuan pispot untuk buang air kecil. Hal ini menjadi sinyal positif bagi pihak keluarga bahwa fungsi motorik Fara sudah mulai berangsur normal kembali.

Baca Juga: Sosok dan Akun Sosmed Asi Ferdi, Pacar Fara Korban Pembacokan Raihan di UIN Suska Riau

"Dia sudah tidak mau lagi di tempat tidur buang air kecilnya, dia mau pergi sendiri ke kamar mandi. Semoga ini ada dampak baiknya buat anak saya sendiri," jelas sang ibu.

Kondisi Terkini Korban Pembacokan Mahasiswa Uin Riau [Sumber: Tiktok]Kondisi Terkini Korban Pembacokan Mahasiswa Uin Riau [Sumber: Tiktok]

Mengenai pola makan harian, Fara pada awalnya hanya diperbolehkan mengonsumsi makanan yang bertekstur lunak seperti bubur. Hal ini dilakukan demi mengurangi gerakan pada bagian kepala serta rahang yang bisa memicu rasa sakit luar biasa. Pengaturan jenis makanan ini menjadi bagian krusial dalam prosedur medis masa awal penyembuhan luka.

"Memang dari pertama itu saya minta makanannya bubur karena nanti gerakan dari kepalanya sendiri nanti dia merasa sakit," tutur sang ibu.

Saat ini, kondisi nafsu makan Fara dilaporkan sudah mulai membaik dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya. Namun, ia diketahui masih sering merasakan mual jika mengonsumsi makanan dalam porsi yang terlalu banyak secara sekaligus. Oleh karena itu, sang ibu harus tetap mengawasi asupan nutrisi yang masuk dengan sangat hati-hati.

"Cuma kalau makan banyak dia merasa mual, mungkin sudah dulu saya stop. Alhamdulillah hari ini dia sudah makan normal seperti biasa," tambahnya.

Di sisi lain, pelaku pembacokan yakni Raihan telah diamankan oleh pihak kepolisian untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan hukum. Raihan mengaku menyesal atas tindakan brutal yang dilakukannya terhadap Fara. Ia merasa sedih karena orang tuanya harus menanggung malu dan mendengar berbagai kabar buruk mengenai perilaku anaknya.

Ibunda Fara Mahasiswi Uin Riau [Sumber: Tiktok]Ibunda Fara Mahasiswi Uin Riau [Sumber: Tiktok]

Kasus ini menjadi sorotan tajam publik terkait masalah sistem keamanan di lingkungan kampus UIN Suska Riau. Kejadian pembacokan di area fakultas tersebut memicu evaluasi mendalam terhadap prosedur pengamanan bagi para mahasiswa. Pihak universitas pun diharapkan segera meningkatkan pengawasan agar insiden serupa tidak terulang kembali.

Motif dendam dan masalah asmara yang melatarbelakangi kasus ini juga menyoroti pentingnya edukasi kesehatan mental di kalangan mahasiswa. Manajemen emosi dinilai sangat perlu diajarkan agar setiap konflik pribadi tidak berujung pada tindakan kriminal yang merugikan banyak pihak serta merusak masa depan individu yang terlibat di dalamnya.

Selain masalah keamanan, pihak kampus UIN Suska Riau juga sedang menghadapi berbagai kendala teknis akademis di awal tahun 2026 ini. Namun, tragedi kekerasan yang dialami oleh Fara tetap menjadi prioritas utama bagi publik untuk terus dikawal hingga tuntas. Dukungan moral dari sesama mahasiswa terus mengalir bagi kesembuhan Fara.

Pemulihan Fara diperkirakan masih membutuhkan waktu yang cukup lama, terutama untuk memulihkan kondisi psikisnya yang mengalami trauma berat. Keluarga berharap proses hukum terhadap pelaku berjalan dengan adil. Fokus utama saat ini adalah memastikan Fara bisa kembali sehat sepenuhnya dan melanjutkan studinya yang sempat tertunda.

Tag UIN Suska Riau Kriminal Kampus Kondisi Fara Berita Riau