Spoiler One Piece 1168 Part 2, Terungkap Alasan Loki Membunuh Ayahnya Sendiri
Manga One Piece Chapter 1168 membawa angin segar sekaligus nuansa kelam bagi para penggemar yang menantikan kelanjutan Arc Elbaf. Chapter terbaru yang berjudul "Salju Elbaf" ini tidak hanya menyajikan aksi, tetapi juga drama mendalam mengenai sejarah keluarga kerajaan raksasa.
Bocoran terbaru atau spoiler bagian kedua ini menyoroti nasib tragis Raja Harald dan alasan di balik julukan "Pangeran Terkutuk" yang disandang oleh Loki. Cerita dimulai dengan situasi masa kini di Elbaf yang tampak damai di permukaan.
Diketahui, reputasi ras raksasa di mata dunia sedang berada di puncaknya. Berkat diplomasi Raja Harald dan aksi heroik para marinir raksasa, mereka kini dipandang sebagai pahlawan, bukan lagi ancaman barbar.
Baca Juga: Spoiler One Piece 1167 Part 7, Pedang Shanks Makan Buah Iblis? Wujud Asli Imu Terkuak
Namun, kebahagiaan tersebut harus terusik dengan kabar duka dari keluarga kerajaan. Harald yang baru saja kembali dari misi, harus menghadapi kenyataan pahit saat merawat Ida yang sedang sakit parah.
Dalam momen yang digambarkan sangat emosional, Ida sempat merasa tenang mendengar visi Harald tentang masa depan Elbaf yang akan bersatu dengan dunia luar. Sayangnya, momen hangat tersebut tidak berlangsung lama.
Baca Juga: Spoiler One Piece 1168 Part 1, Terungkap! Alasan Shanks Tolak Jadi God Knight
Ida menghembuskan napas terakhirnya tepat saat salju mulai turun di Elbaf. Ia meninggal dunia sambil menggenggam tangan Harald, meninggalkan sang Raja dan Hajrudin dalam kesedihan mendalam.
Narasi kemudian beralih ke kilas balik penting yang terjadi 14 tahun silam. Bagian ini menjadi kunci utama yang menjawab banyak misteri mengenai hubungan Pemerintah Dunia dengan Elbaf.
Pada masa itu, Harald dipanggil ke Mary Geoise untuk menggantikan posisi Saint Shepherd Ju Peter (sebelumnya disebutkan Sai) yang menghilang, untuk dipromosikan menjadi Ksatria Suci (Holy Knight).
Ilustrasi Panel Manga One Piece 1168 [Instagram]
Kejutan besar terjadi saat Harald dibawa ke ruangan Tahta Kosong. Di sana, ia melihat sosok yang seharusnya tidak ada: Imu-sama sedang duduk di atas tahta yang dianggap sakral tersebut.
Pertemuan itu menjadi awal petaka. Imu memberikan "Perjanjian Kedalaman" (Deep Sea Pact) kepada Harald. Sebuah kontrak yang mengubah Harald menjadi "Ksatria Keabadian" dengan kekuatan fisik yang mengerikan.
Meski mendapatkan kekuatan regenerasi dan teleportasi, harga yang harus dibayar Harald sangatlah mahal. Ia kehilangan kehendak bebasnya dan terikat mutlak pada perintah Imu.
Perintah pertama Imu sangat spesifik dan kejam: Harald harus mengubah Elbaf menjadi negara militer dengan kekuatan armada setara Angkatan Laut, serta menciptakan sebuah "Abyss" di kastil.
Harald yang asli mencoba melawan perintah tersebut dengan sisa kesadarannya. Namun, tubuhnya bergerak sendiri di luar kendali akibat kontrak yang telah terjalin.
Ilustrasi Panel Manga One Piece 1168 [Instagram]
Menyadari dirinya telah menjadi boneka, Harald dalam keputusasaannya memerintahkan para prajurit untuk mengikat dirinya di tiang kastil. Ia kemudian memanggil Jarul dan putra-putranya, termasuk Loki.
Momen inilah yang disinyalir menjadi pemicu "Insiden Rocky Port" atau pembantaian di Kastil Warland. Loki, yang saat itu dipanggil menghadap, kemungkinan besar dipaksa keadaan untuk mengakhiri hidup ayahnya sendiri demi menghentikan kegilaan tersebut.
Kilas balik ini memberikan konteks baru bahwa Loki bukanlah penjahat murni, melainkan korban dari skenario kejam Pemerintah Dunia yang memanfaatkan ayahnya.
Sebagai latar belakang, pada chapter-chapter sebelumnya, Luffy dan kawan-kawan baru saja tiba di Elbaf dan bertemu dengan Loki yang sedang dirantai. Loki digambarkan sebagai sosok yang angkuh dan berbahaya, yang telah membunuh ayahnya demi mendapatkan buah iblis legendaris. Namun, dengan terungkapnya fakta di Chapter 1168 ini, perspektif mengenai siapa penjahat sebenarnya di Elbaf tampaknya akan berubah total.