Spoiler One Piece 1168 Part 10, Terungkap Ritual Imu dan Nasib Tragis Harald
Perhatian penggemar One Piece kini tertuju pada nasib tragis yang menimpa keluarga kerajaan Elbaf. Bocoran cerita untuk chapter 1168 mulai menguak misteri besar di balik kematian Raja Harald dan kaitannya dengan sosok penguasa dunia, Imu.
Berdasarkan analisis terbaru, terungkap bahwa Raja Harald sebenarnya berada di bawah pengaruh kontrak mematikan yang disebut sebagai kontrak "Dipsy" bersama Imu. Kontrak ini memiliki syarat mutlak di mana Harald tidak diperbolehkan melanggar perintah Imu sedikit pun.
Apabila Harald mencoba melawan atau melanggar perintah tersebut, tubuhnya akan diambil alih secara paksa. Hal ini menjelaskan gerak-gerik aneh Harald yang terlihat di panel sebelumnya, di mana ia tampak kesulitan mengendalikan tubuhnya sendiri akibat tekanan eksternal yang sangat kuat.
Baca Juga: Viral Eks Menteri Didugat Cerai, Nama Davina Karamoy dan Dito Ariotedjo Terseret
Puncak dari manipulasi ini dikenal dengan istilah rencana "Domi Reversi" atau pembalikan dominasi. Dalam insiden tersebut, Harald yang awalnya berusaha menjauh dari sebuah simbol pentagram di lantai, justru berakhir berdiri tepat di atasnya. Posisi ini diduga bukan kebetulan, melainkan bagian dari ritual penguasaan tubuh.
Situasi semakin pelik ketika para prajurit kerajaan justru melukai raja mereka sendiri saat ia berdiri di atas pentagram tersebut. Tindakan ini diyakini sebagai langkah terakhir dari ritual Imu untuk mengambil alih kesadaran Harald sepenuhnya, menjadikan Elbaf sebagai wilayah kekuasaan tidak langsung dari Pemerintah Dunia.
Baca Juga: Akui Tak Ingin Terjerumus ke Hal-hal Negatif karena Menduda, Bedu Dekati Raisa di IG
Keanehan lain yang terjawab dalam bab ini adalah kontradiksi perintah penjaga istana. Sebelumnya, Harald diketahui memanggil Pangeran Loki dan Jarul untuk menghadap. Namun, sesampainya di sana, para penjaga justru menghalangi mereka masuk dengan agresif.
Ilustrasi Panel Manga One Piece 1168 [Sumber: Youtube]
Perubahan sikap penjaga ini mengindikasikan bahwa dalam waktu singkat, kendali istana telah berpindah tangan. Saat Loki dan Jarul tiba, sosok yang memberi perintah kepada para penjaga kemungkinan besar bukan lagi Harald yang asli, melainkan Imu yang telah berhasil merasuk atau mengendalikan sang raja.
Analisis mendalam pada chapter ini juga menghubungkan fenomena pentagram di Elbaf dengan insiden bersejarah di God Valley. Muncul teori kuat bahwa transformasi menjadi "Oni" atau iblis, seperti yang terjadi pada kerabat ras raksasa, memerlukan pentagram dan ritual pelukaan fisik sebagai syarat aktivasinya.
Hal ini memicu spekulasi liar mengenai nasib Rocks D. Xebec. Ada kemungkinan bahwa di God Valley, Rocks tidak tewas, melainkan mengalami proses "Domi Reversi" serupa oleh Figarland Garling. Jika benar, Rocks mungkin saja masih hidup sebagai salah satu anggota Holy Knight yang identitasnya dirahasiakan di Marijoa.
Koneksi ini juga menjelaskan mengapa Shanks, yang merupakan keturunan Garling, memiliki akses khusus ke Gorosei dan sangat mewaspadai pergerakan Kurohige. Shanks diduga mengetahui rahasia mengerikan mengenai ritual penguasaan tubuh ini dan potensi bahaya yang ditimbulkannya bagi dunia.
Kembali ke Elbaf, nasib Pangeran Loki kini menjadi sorotan utama. Loki dianggap sebagai kambing hitam sempurna atas kematian ayahnya. Publik Elbaf dengan mudah mempercayai narasi bahwa Loki adalah pembunuhnya, mengingat reputasi sang pangeran yang baru saja memburuk.
Loki diketahui baru saja keluar dari penjara dan sempat mengamuk di desa. Amukan Loki tersebut sebenarnya dipicu oleh rasa sakit hati karena penduduk desa meracuni Ida, sosok yang ia sayangi. Namun, konteks ini tertutup oleh insiden kematian raja yang terjadi hampir bersamaan.
Ilustrasi Panel Manga One Piece 1168 [Sumber: Youtube]
Ketika warga melihat Loki berada di tempat kejadian perkara dengan latar belakangnya yang baru saja membuat onar, stigma negatif langsung melekat padanya. Padahal, ada kemungkinan Loki membunuh ayahnya atas permintaan Harald sendiri demi menghentikan kendali Imu, atau justru ia hanya korban fitnah dari skenario yang disusun Pemerintah Dunia.
Ketidakadilan inilah yang membentuk karakter Loki di masa depan. Posisi pedang yang tertancap dan kondisi mayat Harald menjadi bukti bisu bagaimana skenario politik tingkat tinggi telah menghancurkan hubungan ayah dan anak di keluarga kerajaan raksasa tersebut.
Sebagai latar belakang, pada chapter sebelumnya, One Piece mulai memasuki klimaks arc Elbaf dengan memperkenalkan konflik internal keluarga kerajaan. Pangeran Loki yang dijuluki "Pangeran Terkutuk" diperlihatkan dalam kondisi terbelenggu, sementara Bajak Laut Topi Jerami mulai terseret ke dalam intrik politik kuno yang melibatkan sejarah abad kekosongan dan ras raksasa. Kematian Raja Harald menjadi pemicu utama gejolak yang akan dihadapi Luffy dan kawan-kawan.