RM BTS Terseret Konflik K-Netz vs SEAblings, Ini Kronologinya
Nama RM mendadak terseret dalam pusaran konflik panas antara warganet Korea Selatan (K-Netz) dan Asia Tenggara (SEAblings) di media sosial X. Padahal, idol bernama asli Kim Namjoon itu sama sekali tidak terlibat dalam peristiwa awal yang memicu perdebatan lintas negara tersebut.
Di tengah perang komentar yang kian memanas, sejumlah akun justru menyebarkan editan foto RM bernuansa rasis dan body shaming. Aksi tersebut memicu kemarahan banyak penggemar global karena dinilai menyerang pribadi sang idol tanpa alasan yang relevan.
Sebagian warganet menilai RM dijadikan “simbol” pria Korea yang sukses dan berpengaruh, sehingga namanya mudah diseret dalam narasi konflik.
Baca Juga: Solidaritas SEAblings! Kronologi Huru-hara Netizen Korea vs Asia Tenggara Memanas
Ironisnya, serangan tersebut lebih banyak berisi ujaran rasis, colorism, hingga penghinaan fisik yang tidak berkaitan dengan akar masalah.
Penggemar internasional pun angkat suara membela leader BTS itu. Mereka menegaskan bahwa RM tidak memiliki kaitan apa pun dengan perdebatan yang terjadi dan mengecam keras penyebaran konten manipulatif serta komentar diskriminatif.
Baca Juga: Kumpulan Komentar Asbun Netizen SEAblings dalam Konflik Lawan K-Netz di X
Beberapa netizen bahkan menyayangkan situasi yang berujung pada seruan agar idol tertentu “menghindari” negara-negara Asia Tenggara karena derasnya ujaran kebencian. Pernyataan semacam ini dinilai berpotensi memperkeruh hubungan antara fandom dan publik lintas negara.
Konflik ini juga menyeret isu solidaritas kawasan dengan munculnya istilah “SEAblings” sebagai simbol persatuan warganet Asia Tenggara. Di sisi lain, sejumlah komentar bernada provokatif justru memperluas konflik hingga menyerempet stereotip budaya dan standar kecantikan.
Di tengah ketegangan, beberapa warganet mencoba meredakan suasana dengan pesan reflektif. “Sangat mustahil bagi non-Asia Tenggara untuk memancing kemarahan Asia Tenggara, karena kita semua terlalu sering saling membuat kesal,” tulis seorang pengguna, sementara yang lain berkelakar, “Orang Indonesia memang tidak ingin menang debat, hanya ingin membuat kesal saja.”
DAY6. [JYP Entertainment]
Adapun kronologi awal konflik bermula pada 31 Januari 2026 saat konser DAY6 di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia. Seorang penggemar asal Korea dilaporkan membawa kamera profesional berukuran besar yang melanggar aturan konser, memicu teguran dari penonton lokal.
Perdebatan soal etika konser kemudian berkembang menjadi saling serang di media sosial, hingga akhirnya nama RM BTS ikut terseret dalam konflik yang kian melebar.