Riwayat Pendidikan Tak Sesuai Jabatan, Tweet Lawas Menhut Raja Juli Antoni Jadi Bumerang
Banjir bandang serta tanah longsor yang terjadi di Aceh dan Sumatra tidak hanya menewaskan ribuan nyawa, tapi juga menyisakan ribuan pertanyaan.
Pertanyaan-pertanyaan itu muncul tatkala didapati banyaknya kayu-kayu gelondongan yang ikut hanyut terbawa arus banjir.
Apakah penebangan liar benar-benar terjadi, sehingga hutan-hutan menjadi gundul dan menyebabkan banjir dahsyat?
Baca Juga: Kreator Konten Vilmei Diduga Ketipu Ibu-Ibu di Sigli yang Ngaku Belum Makan 3 Hari
Itulah pertanyaan yang kira-kira muncul di benak masing-masing orang saat mengetahui kayu-kayu gelondongan yang ikut tersapu banjir.
Bahkan parahnya, di kayu-kayu gelondongan itu terdapat nomor-nomor urut, serta ditempeli stiker Kementerian Kehutanan (Kemenhut).
Baca Juga: Biodata Menhut Raja Juli Antoni, Riwayat Pendidikan Disorot, Sarjana Ilmu Tafsir bukan Ilmu Hutan
Di tengah situasi yang sedang tidak baik-baik saja ini, muncul perbincangan warganet tentang sosok Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni.
Raja Juli AntoniPublik Indonesia diketahui mendesak Raja Juli Antoni untuk secepatnya mundur dari jabatannya sebagai Menteri Kehutanan.
Masyarakat juga menilai bahwa Raja Juli Antoni kurang mampu mengatasi masalah kehutanan, karena ternyata dirinya adalah Sarjana Tafsir Al-Qur'an bukan ilmu kehutanan.
Tidak hanya itu, pernyataan Raja Juli Antoni dalam Tweeter lawasnya pada tahun 2020 juga ikut disorot.
Tweet Raja Juli Antoni 2020Dalam tweet lawasnya itu, Raja Juli Antoni mengambil ungkapan dari sebuah hadis tentang kehancuran yang akan ditimpakan oleh Allah pada hamba-hambanya, apabila suatu masalah atau urusan dipegang oleh orang yang tidak berkompeten di bidangnya.
Sontak tweet lawas itu mengundang berbagai reaksi dari warganet. Mereka menilai, pernyataan Raja Juli Antoni itu kini menjadi bumerang bagi dirinya sendiri.
"Jika urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka tunggulah kehancuran itu," demikian tulis Raja Juli di akun sosial medianya