Film

Reza Rahadian Usung Pesan Mendalam Perjuangan Single Parent Lewat Pangku

28 Oktober 2025 | 22:38 WIB
Reza Rahadian Usung Pesan Mendalam Perjuangan Single Parent Lewat Pangku
Poster Film Pangku (Instagram)

Rumah produksi Gambar Gerak akan segera merilis film terbarunya berjudul "Pangku" yang digarap oleh aktor ternama Reza Rahadian sebagai sutradara. Film ini menjadi debut Reza sebagai sutradara.

rb-1

Reza Rahadian menjelaskan bahwa "Pangku" mengangkat kisah kedai kopi Pantura dengan latar belakang potret krisis ekonomi tahun 1998, sekaligus menghadirkan beberapa fenomena sosial yang masih relevan.

"Jadi pengambil tema membuat satu konstruksi sosial yang ada di belakang itu, kita mau tarik waktu yang paling kira-kira relevan yang mana," kata Reza dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Selasa (28/10/2025).

Baca Juga: Dari Podcast ke Layar Lebar, Film Selepas Tahlil Siap Guncang Bioskop 10 Juli

rb-2

Ia menambahkan, "Saya ngasih gambaran soal penggusuran truk-truk dan lainnya, itu pembangunan nilai industri. Jadi mereka selalu tergeser, tergeser, pelan-pelan tergeser dan tergusur gitu."

Jalan cerita film "Pangku" berpusat pada Sartika (Claresta Taufan) dan Bayu (Shakeel Fauzi Aisy), dengan fokus utama pada perjuangan Sartika. Sartika memutuskan mencari kerja di Pantura dalam kondisi hamil, dan akhirnya melanjutkan kehidupan di sana hingga memiliki dua anak.

Baca Juga: Bergenre Drama Misteri, Intip Jadwal Tayang Film Legenda Kelam Malin Kundang

Kisah ini menggambarkan perjuangan seorang ibu tunggal dalam memenuhi kebutuhan hidup. Reza menyebut film ini sebagai "buah pemikiran surat cinta untuk para perempuan yang berjuang memenuhi kebutuhan diri ataupun keluarga." 

"Perjuangan sebagai ibu, jadi ibu rumah tangga (IRT) aja sulit apalagi IRT dan kerja sendiri. Proses bertumbuh dibesarkan oleh orangtua tunggal luar biasa, perspektif dari ibu saya," tutur Reza.

Di sisi lain, Claresta Taufan mengaku sangat tertantang memerankan Sartika sebagai single parent yang harus membesarkan anak seorang diri. Aktris kelahiran tahun 1996 itu merasa bersyukur karena selama proses syuting film "Pangku", ia mendapat banyak pelajaran berharga.

"Menurut aku semuanya memiliki tantangannya masing-masing, tapi lagi-lagi dengan kerja sama yang baik, belajar juga dari anak juga, dari Mas Fedi, Alhamdulillah bisa terlewati," ujarnya.

Cast pemain Pangku di BIFF 2025. [Instagram]Cast pemain Pangku di BIFF 2025. [Instagram]

Claresta juga menyampaikan rasa syukurnya dapat beradu akting dengan para aktor senior. Ia merasa mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman baru, yang membuatnya semakin semangat.

Selain Claresta Taufan, film "Pangku" juga diperankan oleh beberapa aktor ternama lainnya yang kualitas aktingnya tidak diragukan lagi. Nama-nama besar seperti Fedi Nuril, Christine Hakim, Shakeel Fauzi, Lukman Sardi, hingga Devano Danendra turut meramaikan jajaran pemain. Kehadiran para aktor ini diharapkan dapat memberikan daya tarik lebih bagi penonton.

Film ini berpusat pada Sartika (Claresta Taufan), seorang wanita muda yang tengah mengandung, yang meninggalkan kota asalnya dengan harapan bisa memberikan kehidupan yang lebih baik bagi anaknya.

Perjalanan Sartika membawanya ke Pantura, di mana ia akhirnya bertemu dengan Bu Maya (Christine Hakim), pemilik kedai kopi yang dikenal suka menolong. Bu Maya pun menolong Sartika dan merawatnya hingga persalinan.

Film Pangku akan tayang di bioskop Indonesia November mendatang. [Instagram]Film Pangku akan tayang di bioskop Indonesia November mendatang. [Instagram]

Namun, di balik ketulusannya, Bu Maya menyembunyikan maksud lain yang licik dan mengancam kehidupan Sartika. Setelah Sartika melahirkan, ia dijebak untuk bekerja sebagai pelayan di kedai kopi pangku, mengubah nasibnya secara drastis.

Di tengah ketidakpastian hidup dan jerat pekerjaan yang tidak diinginkan, Sartika bertemu dengan Hadi (Fedi Nuril), seorang sopir truk pengangkut ikan, yang mungkin akan mengubah arah hidupnya.

Dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 6 November 2025, Pangku menawarkan kisah yang dalam dan relevan dengan fenomena sosial. "Pangku" bukan hanya sekadar film drama, melainkan sebuah refleksi sosial tentang perjuangan perempuan di tengah kondisi ekonomi yang sulit.

Tag Film Pangku Reza Rahadian Film Indonesia