Plot Twist! Lagu Galau Judika Ternyata Bukan Buat Mantan, Tapi Buat Sosok Ini!
Musisi Judika Sihotang membeberkan fakta baru terkait latar belakang penciptaan lagu hitsnya yang berjudul Ku Sedang Sayang-Sayangnya. Dalam tayangan podcast Merry Riana yang dirilis pada Jumat (16/1/2026), Judika mengonfirmasi bahwa lagu tersebut terinspirasi dari pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong.
Judika menjelaskan bahwa lirik lagu tersebut sejatinya tidak ditujukan untuk pasangan kekasih atau mantan pacar seperti dugaan banyak orang. Ia menulis lagu itu sebagai respons emosional terhadap situasi ketidakpastian kontrak Shin Tae-yong dengan Timnas Indonesia pada periode tertentu.
Inspirasi lagu tersebut muncul ketika Judika menyaksikan tayangan televisi yang memperlihatkan Shin Tae-yong sedang berada di bandara. Momen visual tersebut memicu kekhawatiran di kalangan penggemar sepak bola, termasuk dirinya, bahwa pelatih asal Korea Selatan itu akan meninggalkan skuad Garuda.
Baca Juga: John Herdman: Indonesia di Tahap Banyak Orang Ingin Bermain untuk Negara Ini
"Lagu ini aku ciptakan karena waktu Shin Tae-yong jadi pelatih Timnas. Waktu itu aku lihat di TV dia ada di bandara, rasanya sakit," kata Judika.
Judika kemudian merinci makna di balik penggalan lirik "mencintaimu telah kubuka kembali cinta yang dulu telah lama mati." Kalimat ini merujuk pada harapan dan kecintaannya terhadap prestasi sepak bola nasional yang sempat hilang, namun tumbuh kembali setelah kedatangan Shin Tae-yong.
Baca Juga: Usai Nonton Persib vs Persija, John Herdman Terpukau Aksi Rizky Ridho
Menurut Judika, Shin Tae-yong berhasil membawa perubahan fundamental pada pola permainan Timnas Indonesia. Ia menyoroti adanya perbaikan signifikan pada teknik dasar, visi bermain, dan mentalitas kolektif pemain yang menjadi lebih solid di bawah asuhan pelatih tersebut.
"Gua sudah nutup hati sama Timnas yang gini-gini aja. Tapi gua buka hati gua lagi ketika pelatih ini datang," ujar Judika.
Cuplikan Judika Di Podcast Merry Riana [Sumber: Youtube]
Mengenai lirik "Kau pergi dan menjauh tinggalkan segalanya," Judika menyatakan bahwa baris tersebut menggambarkan situasi literal saat Shin Tae-yong terlihat hendak pergi di bandara. Ia menggambarkan perasaan suporter yang kecewa jika harus ditinggal pelatih saat performa tim sedang menunjukkan tren positif.
Agar lagu tersebut dapat diterima oleh pasar musik yang lebih luas, Judika memutuskan untuk menggunakan gaya bahasa yang universal. Ia sengaja tidak memasukkan istilah teknis sepak bola ke dalam lirik, melainkan menggunakan metafora perpisahan.
Judika mengubah subjek dalam lagu tersebut agar terdengar seperti kisah percintaan umum. Dalam konteks penulisan aslinya, kata "Aku" merepresentasikan suporter Timnas Indonesia, sedangkan kata "Kamu" merepresentasikan sosok Shin Tae-yong.
Sejak dirilis, lagu ini dikenal luas oleh masyarakat sebagai lagu galau bertema percintaan. Mayoritas pendengar mengasosiasikan liriknya dengan pengalaman putus cinta atau ditinggal pasangan, tanpa mengetahui konteks sepak bola yang menjadi inspirasi utamanya.
Judika [Sumber: Instagram]
Judika sendiri menegaskan bahwa ia memang memiliki kebiasaan menulis lagu berdasarkan pengalaman nyata atau based on true story. Ia mengaku kesulitan jika harus menulis lirik yang sepenuhnya fiktif tanpa ada dasar emosi yang pernah ia rasakan secara langsung.
Selain menciptakan lagu yang terinspirasi dari sang pelatih, Judika juga menunjukkan dukungannya dengan mendaftarkan anaknya ke akademi sepak bola milik Shin Tae-yong. Anak Judika diketahui memiliki minat besar dan cita-cita untuk menjadi pemain sepak bola profesional.
Judika Sihotang memang dikenal sebagai salah satu selebritas yang memiliki hobi sepak bola. Di sela-sela jadwal manggungnya, ia tercatat aktif mengikuti perkembangan Timnas Indonesia di berbagai kompetisi internasional.