Pemerintah Seoul Rapat Khusus Jelang Comeback BTS, Reaksi K-Netz Terbelah
Pemerintah Seoul mulai mempersiapkan pengamanan besar menjelang acara comeback grup K-pop BTS yang dijadwalkan berlangsung pada 21 Maret di Gwanghwamun Square. Persiapan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung yang diperkirakan mencapai ratusan ribu orang.
Pada 9 Maret, Wali Kota Seoul Oh Sehoon memimpin rapat inspeksi keselamatan terkait acara tersebut. Pertemuan tersebut membahas berbagai potensi risiko yang dapat muncul akibat besarnya kerumunan penggemar.
Dalam rapat tersebut, Oh Sehoon menekankan pentingnya memperhatikan detail fasilitas di sekitar lokasi acara. Ia mengingatkan bahwa bahkan hal kecil yang biasanya diabaikan bisa menjadi bahaya ketika berada di tengah kerumunan besar.
Baca Juga: BIGHIT Klarifikasi Isu Durasi Konser BTS di Gwanghwamun yang Viral
BTS di Gwanghwamun. (Korea Heritage Service)
“Bahkan fasilitas yang biasanya kita abaikan seperti ventilasi kereta bawah tanah dan pembatas konstruksi dapat menjadi bahaya di depan kerumunan 170.000 orang,” ujarnya. Ia juga meminta agar area yang berpotensi dipanjat atau menjadi titik berkumpul massa diperiksa langsung di lapangan dan diperkuat jika diperlukan.
Ia menegaskan bahwa kewaspadaan tidak boleh berkurang meskipun kegiatan serupa sudah sering dilakukan. “Kecelakaan terjadi saat kita lengah karena merasa sudah terbiasa. Kita harus ingat bahwa kecelakaan selalu dimulai dari 1 persen kelalaian,” kata Oh Sehoon.
Baca Juga: Berapa Lama Durasi Konser BTS di Gwanghwamun? Ini Jawaban HYBE
Selain itu, pemerintah kota menilai bahwa pengamanan tidak bisa hanya berfokus pada panggung utama. Menurutnya, pengelolaan lalu lintas dan pergerakan massa di seluruh pusat kota harus dilakukan secara terintegrasi.
“Kita harus mempersiapkan acara ini dengan melihat seluruh pusat kota sebagai satu lokasi acara. Mengelola area di sekitar panggung saja tidak cukup, manajemen lalu lintas dan kerumunan harus bekerja secara organik sebagai satu sistem,” tambahnya.
BTS.
Oh Sehoon juga menyinggung pentingnya menyediakan panduan khusus bagi penggemar internasional yang diperkirakan akan datang dalam jumlah besar. “Memberikan panduan bagi penggemar dari luar negeri juga sangat penting,” ujarnya.
Meski demikian, rencana pengamanan skala besar tersebut memicu reaksi beragam dari netizen Korea. Sebagian mempertanyakan apakah acara comeback grup idola seharusnya diperlakukan seperti acara nasional.
Beberapa komentar yang beredar di forum daring menyebut, “Apakah ini acara nasional?” dan “Ini terlalu berlebihan.”
Ada pula yang menulis, “Apakah negara harus bertindak seperti ini hanya karena seorang penyanyi melakukan comeback?” serta “Seharusnya mereka cukup menyewa venue konser saja, ini pemborosan uang pajak dan sumber daya administrasi.”
Konser BTS di Gwanghwamun akan digelar pada 21 Maret 2026 selama satu jam. Durasi satu jam dinilai sebagai waktu yang paling tepat untuk memastikan acara berjalan lancar.
Sebelumnya sempat beredar rumor bahwa durasi konser dipangkas karena aturan administratif dari Pemerintah Metropolitan Seoul. Isu tersebut cepat menyebar dan memicu perdebatan di kalangan ARMY.
HYBE menjelaskan, “Konser di Gwanghwamun diselenggarakan di lokasi publik luar ruangan yang unik, bukan di gedung konser konvensional.” Oleh karena itu, berbagai faktor seperti manajemen panggung, keselamatan penonton, dan pengendalian di lokasi menjadi pertimbangan utama.