Pandangan Dewasa Syakir Daulay soal Jodoh, Dimulai dari Menjadi Imam Salat
Belakangan ini, Syakir Daulay memaknai perannya menjadi imam salat sebagai bentuk pemantasan diri untuk menjadi imam atau kepala keluarga di masa depan.
Ia pun tampaknya mulai serius mempersiapkan diri untuk melangkah ke jenjang pernikahan.
"Jadi sebenarnya sambil jadi imam (salat) kan, sambil kita memantaskan diri jadi imam dalam hidup juga. Banyak hal yang dipelajari saat kita sudah bisa mengimami orang dalam beribadah," kata Syakir Daulay saat ditemui di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu (21/3/2026).
Baca Juga: Kalender Jawa Weton Jumat Pon 29 Agustus 2025: Jangan Terlalu Tertutup dan Mulailah Bergaul!
Ia menceritakan, setiap momen Lebaran dirinya sering mendapat kepercayaan memimpin salat dari berbagai kalangan, mulai dari para Habib hingga rekan-rekan selebriti. Kesempatan ini dijadikan Syakir sebagai ruang belajar sekaligus beradaptasi dengan lingkungan positif.
Terkait urusan jodoh, adik Zikri Daulay itu mengaku tak ingin ambil pusing dan percaya bahwa takdir Tuhan tidak akan tertukar. Namun, seiring bertambahnya usia, pandangannya mengenai kriteria pasangan hidup pun berubah. Ia tak lagi menjadikan fisik sebagai hal utama.
Baca Juga: Kalender Jawa Weton Rabu Legi 27 Agustus 2025: Awas, Jangan Gelar Pernikahan di Hari Ini!
Syakir juga memiliki cara unik dalam proses pendekatan atau taaruf. Alih-alih berusaha tampil sempurna di awal demi memikat hati perempuan, ia justru memilih langkah realistis dengan menunjukkan kekurangannya terlebih dahulu.
Soal jodoh, Syakir Daulay hanya pasrah kepada Allah SWT. [Indopop/Selvianus Kopong Basar] "Sebagai cowok, kalau sudah makin dewasa bukan cuma bersikap manis saja depan cewek, aku kasih hal terburuk dulu. Kalau dia siap, ya sudah berarti okelah, masuk ke babak selanjutnya," tegasnya.
Ketika ditanya soal kedekatannya dengan lawan jenis, Syakir menjawab dengan bijak agar tidak terkesan mendahului takdir Tuhan.
“Insya Allah, kalau dibilang sudah ada juga takut mendahulukan takdir, tapi niatnya sudah ada. Untuk orangnya, masih gimana yang di Atas (Allah SWT),” tutupnya.