Flexing

Membelot ke Vladimir Putin, Eks Sersan Marinir Satria Arta Kumbara Digaji Rp41 Juta, Bonus Rp74 Juta

19 Mei 2025 | 16:46 WIB
Membelot ke Vladimir Putin, Eks Sersan Marinir Satria Arta Kumbara Digaji Rp41 Juta, Bonus Rp74 Juta
Sersan Dua Marinir Satria Arta Kumbara membelot menjadi tentara bayaran Rusia. {YouTube]

Sersan Dua Satria Arta Kumbara, dulunya anggota Marinir TNI Angkatan Laut, sekarang memilih jalan yang sangat berbeda. Alih-alih meneruskan tugas sebagai prajurit negara, dia malah bergabung dengan pasukan asing yang berpihak ke militer Rusia di wilayah konflik Donetsk, Ukraina.

rb-1

Satria kini jadi tentara bayaran. Statusnya bukan lagi militer resmi Indonesia, tapi kombatan asing yang ikut perang di bawah bendera Moskow.

Sudah Bukan Anggota TNI dan bukan WNI

Baca Juga: 20 Jam Terombang-ambing di Lautan, Bule yang Kelelahan Surfing di Bali Berhasil Selamat

rb-2

Langkah Satria ini tentu saja nggak bisa dianggap enteng. Pihak TNI AL langsung ambil tindakan tegas: dia dinyatakan desersi dan dipecat dengan tidak hormat pada tahun 2023. Artinya, sebelum dia berangkat ke medan konflik, statusnya sebagai prajurit aktif sudah resmi dicabut.

Satria Arta Kumbara adalah seran dua Marinir sebelum membelot menjadi tentara bayaran Rusia. [YouTube]Satria Arta Kumbara adalah seran dua Marinir sebelum membelot menjadi tentara bayaran Rusia. [YouTube]Bukan cuma itu, pemerintah Indonesia juga mencabut kewarganegaraannya. Soalnya, aturan di Undang-Undang Kewarganegaraan melarang keras warga negara Indonesia ikut serta dalam konflik bersenjata di negara lain.

Gaji Fantastis ala Tentara Bayaran

Jadi, kenapa Satria rela meninggalkan semuanya? Jawabannya bisa jadi: uang. Di Rusia, dia dikabarkan menerima gaji pokok sebesar 240 ribu rubel per bulan—kalau dirupiahkan sekitar Rp41 juta. Belum lagi bonus awal kontrak sebesar 400 ribu rubel atau sekitar Rp74 juta yang langsung cair saat dia tanda tangan perjanjian.

Lumayan banget, kan? Tapi itu baru permulaan.

Cara Rusia Bikin "Tim Impian" dari Seluruh Dunia

Rusia ternyata memang lagi getol-getolnya merekrut tentara bayaran dari berbagai negara. Sejak 2023, mereka membuka rekrutmen internasional besar-besaran. Targetnya? Dari Kuba sampai Asia Tengah. Caranya? Tawarkan gaji tinggi, bonus menggiurkan, bahkan kewarganegaraan Rusia.

Berikut beberapa skema bayarannya:

Kuba
Gaji: USD 2.000
Bonus: USD 1.000–1.500 + kemungkinan dapat paspor Rusia

Suriah (Batalion Cascade)
Gaji: USD 2.600
Bonus: Subsidi keluarga USD 2.100 per semester

Asia Tengah
Gaji: USD 2.200–2.400
Bonus: USD 3.200 + izin tinggal

Tiongkok
Gaji: USD 2.200
Bonus: Pengurusan paspor dan visa untuk keluarga

Data ini dikumpulkan dari dokumen resmi rekrutmen dan hasil investigasi berbagai media internasional.

Paket Lengkap: Gaji, Izin Tinggal, dan Paspor

Banyak yang tergiur karena Rusia kasih “paket lengkap” buat para rekrutan asing: kontrak kerja di medan tempur, izin tinggal permanen, dan paspor Rusia dalam waktu 6–12 bulan. Tapi jangan kira prosesnya semudah daftar lewat website. Rata-rata calon tentara bayaran harus bayar “biaya admin” sekitar USD 3.500 ke pihak ketiga (alias broker militer), sebelum bisa berangkat ke pusat pelatihan di Tula, Rusia Tengah.

Selain Militer Resmi, Ada Juga Jalur Perusahaan Militer Swasta

Rusia nggak cuma andalkan tentara negara. Mereka juga mengaktifkan perusahaan militer swasta alias Private Military Company (PMC), seperti Wagner Group dan Redut. Perusahaan ini aktif di zona konflik seperti Afrika dan Suriah, dengan tawaran gaji USD 4.000 per bulan, plus bonus dari hasil eksploitasi tambang (yes, literally emas dan batu bara).

Wagner dan Redut biasanya nawarin kontrak pendek, 3–6 bulan, tapi dengan bayaran sedikit lebih tinggi dari tentara biasa—sekitar USD 1.800 sampai 2.200 per bulan. Strateginya sih jelas: untuk narik veteran-veteran perang yang udah punya jam terbang tinggi.

Bonus Tambahan dari Putin

Pada 31 Juli 2024, Presiden Vladimir Putin bahkan ngeluarin dekrit khusus yang menggandakan bonus buat para sukarelawan militer. Nilainya jadi 400 ribu rubel atau sekitar USD 4.650. Nggak main-main, kepala daerah juga diminta ikut menyesuaikan bonus ini supaya makin banyak yang mau ikut bertempur.

Bayarannya Cash, Bukan Transfer

Yang menarik, PMC di luar Rusia biasanya nggak transfer gaji lewat bank. Mereka lebih suka bayar langsung dalam bentuk dolar tunai. Alasannya? Supaya nggak kena sanksi dari sistem perbankan Barat dan terhindar dari fluktuasi rubel.

Laporan dari RAND Corporation dan The Moscow Times bahkan menyebutkan, mantan anggota Wagner di Afrika masih rutin menerima bayaran USD 3.000–5.000 per bulan.

Tag Satria Arta Kumbara Rusia Eks Marinir Ukraina

Terkait