Maknai Paskah, Hindia Sentil Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS: Yesus Itu Revolusioner!
Musisi Baskara Putra, yang populer dengan nama panggung Hindia, menyampaikan pesan mendalam bagi umat Kristiani yang merayakan Tri Hari Suci Paskah tahun ini. Melalui unggahan di akun pribadinya, ia mengajak publik merenungkan makna hari suci tersebut dari sudut pandang yang kritis.
Alih-alih memberikan ucapan selamat biasa, vokalis band .Feast ini justru melancarkan kritik tajam terhadap kondisi sosial dan kemanusiaan saat ini. Salah satu poin utamanya menyoroti aksi kekerasan brutal yang menimpa Andrie Yunus, aktivis dari lembaga KontraS.
Melalui akun Instagram @wordfangs, ia membagikan sebuah potret suasana ibadah di gereja yang disertai keterangan foto yang bernada reflektif. Baskara mengawali tulisannya dengan menggambarkan sosok Yesus Kristus sebagai figur revolusioner yang gigih melawan ketidakadilan.
Baca Juga: Baskara Putra Kecam Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS: Ini Serangan Terhadap Demokrasi
"Selamat merayakan tri hari suci. Semoga kita selalu ingat bahwa Yesus adalah seorang revolusioner, yang pada dasarnya anti-imperialis dan anti-okupasi," tulis Baskara Putra pada Sabtu (4/4/2026). Ia menekankan bahwa penyaliban tersebut merupakan bentuk hukuman dari sebuah kekaisaran atas sikap kritis-Nya.
Penulis lagu "Evaluasi" ini mengingatkan bahwa memahami ritual agama namun memihak kepada penindas adalah sebuah kesia-siaan belaka. Menurutnya, beragama seharusnya dibarengi dengan praktik kasih sayang dan keberpihakan kepada mereka yang dizalimi di kehidupan nyata.
Baca Juga: Garap Film Menari dengan Bayangan, Baskara Putra Larang Keras Bullying di Fanbase!
Secara spesifik, Baskara mendedikasikan doanya bagi para korban ketidakadilan yang terjadi, baik di Indonesia maupun di berbagai belahan dunia lainnya. Ia menyoroti rentetan teror yang terus ditujukan untuk membungkam suara-suara berani para pembela Hak Asasi Manusia (HAM).
"Tahun ini kita berdoa untuk yang dibutakan oleh pengecut, yang ikut disiram untuk mengaburkan motif," tambah Baskara dalam unggahannya. Kalimat ini merupakan sindiran keras atas insiden penyiraman air keras yang baru-baru ini menargetkan wajah dan mata aktivis Andrie Yunus.
Kepedulian Baskara juga meluas kepada para ibu yang kehilangan anak-anaknya akibat penghilangan paksa karena terus menyuarakan kebenaran. Ia memberikan penghormatan bagi mereka yang tetap konsisten memperjuangkan keadilan, sebuah kiasan yang identik dengan perjuangan Aksi Kamisan.
Baskara Putra.
Ia turut menyentil fenomena penguasa yang merundung rakyatnya sendiri serta segala bentuk pendudukan tidak adil yang merenggut hak warga sipil. Baginya, penindasan harus dilawan tanpa memandang apakah pelakunya berasal dari bangsa asing atau bangsa sendiri.
Unggahan emosional tersebut seketika memicu ribuan respons dari warganet yang mengapresiasi keberanian sang musisi dalam bersuara. Langkah ini semakin mempertegas citra Baskara Putra sebagai figur publik yang konsisten mengawal isu-isu sosial dan politik nasional.