Link Evakuasi Zahra Dilla Mahasiswi ULM Diburu, Jenazah Ditemukan di Parit
Tragedi pembunuhan Zahra Dilla, mahasiswi Universitas Lambung Mangkurat (ULM), tidak hanya menyita perhatian media arus utama, tetapi juga ramai diperbincangkan di platform media sosial TikTok.
Istilah pencarian "evakuasi zahra dilla mahasiswi ulm" muncul sebagai tren, mengindikasikan tingginya minat publik untuk mengetahui kronologi penanganan TKP.
Berdasarkan pantauan, hasil pencarian tersebut didominasi oleh video-video (VT) yang diunggah akun-akun media berita lokal dan nasional. VT-VT tersebut secara umum menampilkan suasana lokasi penemuan jenazah di sebuah parit di kawasan Kampus STIH Sultan Adam, Banjarmasin.
Baca Juga: Anak Ultah Ke-17, Haji Juwai Bos Batubara Kalsel Beri Kado Mobil hingga Sertifikat Usaha
Seluruh konten yang diunggah media terlihat dibuat dengan memperhatikan kaidah jurnalistik dan etika pemberitaan.
Tidak ada satu pun video dari akun media resmi yang menampilkan wajah atau kondisi jenazah Zahra Dilla secara vulgar.
Baca Juga: Biodata Zahra Dilla, Mahasiswi ULM Tewas Usai Hubungan Intim dengan Oknum Polisi
Adegan yang melibatkan korban sengaja diburamkan (blur) atau hanya menampilkan kantong jenazah berwarna hitam yang telah tertutup rapat, yang direkam setelah proses evakuasi selesai dilakukan petugas.
Terduga Pelaku Dan Zahra Dilla Mahasiswi Unila Yang Tewas Diduga Dibunuh. [TikTok]
Meski demikian, fenomena pencarian ini juga mengungkap sisi lain. Tampak adanya segelintir pengguna yang secara spesifik mencari tautan atau video "evakuasi jenazah" dengan ekspektasi konten yang lebih eksplisit dan sensasional.
Namun, hingga berita ini ditulis, video yang menampilkan proses evakuasi secara detail dan tidak sesuai etika jurnalistik nampaknya tidak tersebar luas di platform tersebut, berkat moderasi konten dan kesadaran dari para pembuat konten berita.
Tren pencarian ini adalah bentuk partisipasi publik dalam mengikuti sebuah peristiwa penting. Mayoritas mencari konteks dan informasi visual yang terbatas, yang memang seharusnya disediakan oleh media profesional.
Keinginan untuk konten sensasional yang melanggar etika tetap ada, tetapi ini menunjukkan pentingnya peran platform dan media arus utama sebagai penyedia informasi yang bertanggung jawab.
Zahra Dilla Mahasiswi Unila Yang Tewas Diduga Dibunuh. [Instagram]
Polresta Banjarmasin, sebagai penanggung jawab penyelidikan, telah berulang kali mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan konten-konten yang tidak etis terkait korban dan TKP. Imbauan ini sejalan dengan upaya menghormati martabat korban serta keluarga yang berduka.
Kasus pembunuhan yang diduga dilakukan oleh anggota Polri, Muhammad Seili (20), ini masih dalam proses hukum yang transparan.
Sementara proses hukum berjalan, diskusi publik di ruang digital seperti TikTok turut membentuk narasi dan kesadaran kolektif masyarakat akan kasus ini, dengan sebagian besar mengedepankan rasa empati dan keinginan untuk keadilan, daripada sekadar sensasi.