Kronologi Aiman Witjaksono Usir Abu Janda Saat Debat Live iNews
Panggung diskusi politik nasional kembali memanas. Program talkshow Rakyat Bersuara yang disiarkan oleh iNews pada Selasa, 10 Maret 2026, menjadi sorotan tajam netizen setelah terjadi insiden pengusiran salah satu narasumber. Moderator acara, Aiman Witjaksono, terpaksa mengambil tindakan tegas di tengah siaran yang berlangsung dinamis.
Ketegangan bermula saat diskusi mengangkat tema krusial mengenai eskalasi konflik global. Fokus utama perdebatan adalah posisi Indonesia di tengah pusaran perseteruan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Isu sensitif ini memicu perbedaan pandangan tajam antar panelis yang hadir di studio.
Permadi Arya, yang lebih dikenal dengan sapaan Abu Janda, hadir sebagai salah satu narasumber. Dalam argumennya, ia menyoroti peran Amerika Serikat dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. Menurutnya, publik perlu mengingat jasa Washington yang membantu proses lepasnya Indonesia dari penjajahan Belanda pada tahun 1949.
Baca Juga: Siapa Podcaster Jago Selingkuh yang Disindir Hotman? Dr Richard Lee dan Densu Buka Suara
Namun, klaim sejarah tersebut langsung mendapat sanggahan akademis dari Prof. Ikrar Nusa Bhakti. Sebagai pakar yang memiliki latar belakang diplomatik—pernah menjabat sebagai Duta Besar RI untuk Tunisia—Ikrar memberikan perspektif yang lebih kompleks mengenai dinamika geopolitik pasca-Perang Dunia II.
Prof. Ikrar merujuk pada literatur klasik karya George McTurnan Kahin untuk membedah motivasi Amerika Serikat saat itu. Ia menjelaskan bahwa dukungan AS terhadap kemerdekaan Indonesia tidak muncul dari ruang hampa atau sekadar solidaritas moral, melainkan bagian dari strategi membendung pengaruh komunisme di Asia Tenggara.
Baca Juga: Viral! Pria di BSD Pergoki Calon Istri Check in dengan Teman Kantor
Diskusi yang semula berjalan pada koridor pertukaran gagasan mulai bergeser ke arah konfrontasi personal. Abu Janda tampak tidak menerima interupsi tersebut dan merespons penjelasan Prof. Ikrar dengan nada bicara yang meninggi. Situasi ini memicu reaksi keras dari narasumber lain yang hadir di panggung.
Puncak ketegangan terekam dalam potongan video yang kemudian viral di berbagai platform media sosial. Dalam cuplikan tersebut, Abu Janda melontarkan kalimat kasar saat menanggapi pernyataan Prof. Ikrar.
"Gue nggak ada urusan sama perasaan lo anj**," cetusnya di hadapan kamera.
Kejadian Di Talkshow Rakyat Bersuara Yang Disiarkan Oleh Inews [Sumber: Tiktok]
Meskipun diserang dengan kata-kata kasar, Prof. Ikrar Nusa Bhakti menunjukkan ketenangan yang kontras. Beliau merespons umpatan tersebut secara dingin dengan mengatakan bahwa dirinya tidak keberatan atas sebutan kasar yang dialamatkan kepadanya oleh Abu Janda.
Tidak hanya bersitegang dengan Prof. Ikrar, Abu Janda juga terlibat friksi hebat dengan pakar hukum tata negara, Feri Amsari. Perdebatan di antara keduanya diwarnai dengan diksi-diksi yang dinilai tidak pantas dalam forum diskusi publik yang terhormat.
Feri Amsari mengungkapkan bahwa selama perdebatan berlangsung, Abu Janda sempat melontarkan hinaan personal seperti kata "tolol" dan "goblok". Tindakan ini dianggap telah melampaui batas etika komunikasi massa dan merusak substansi debat yang seharusnya edukatif bagi penonton.
Melihat situasi yang semakin tidak terkendali dan berpotensi melanggar norma penyiaran, Aiman Witjaksono selaku moderator melakukan intervensi. Demi menjaga martabat acara dan kenyamanan narasumber lain, Aiman memutuskan untuk menghentikan partisipasi Abu Janda saat itu juga.
Keputusan tegas Aiman untuk meminta Abu Janda keluar dari panggung mendapat reaksi beragam dari publik. Langkah ini diambil sebagai upaya terakhir untuk menertibkan jalannya diskusi yang sudah terkontaminasi oleh serangan personal dan umpatan kasar.
Aiman Witjaksono Usir Abu Janda Saat Debat Live Inews [Sumber: Tiktok]
Setelah acara berakhir, polemik ternyata berlanjut ke ruang digital. Feri Amsari memberikan kesaksian mengenai kejadian di belakang layar (off-air) melalui akun Threads pribadinya. Feri mengungkap adanya upaya penyangkalan dari pihak Abu Janda terkait kata-kata kasar yang diucapkan.
"Saat off-air dia ngaku bukan bilang **jing tapi **jir, saya bilang dia bohong," tulis Feri dalam unggahannya.
Lebih lanjut, Feri menyampaikan kritik sistemik terhadap industri media. Ia berpendapat bahwa stasiun televisi seharusnya memiliki standar yang lebih ketat dalam mengundang narasumber. Menurutnya, kehadiran figur yang sering memicu kegaduhan tanpa etika diskusi dapat merusak kualitas demokrasi di ruang publik.
Bagi generasi Millenial dan Gen Z yang akrab dengan budaya debat digital, insiden ini menjadi pengingat pentingnya literasi sejarah dan etika berkomunikasi. Meskipun perbedaan pendapat adalah hal lumrah dalam demokrasi, penggunaan kata-kata kasar tetap dipandang sebagai penurunan kualitas intelektual.
Hingga saat ini, potongan video insiden tersebut masih terus dibagikan dan dikomentari ribuan kali. Publik menuntut adanya konsistensi dari media nasional untuk tetap menjaga standar kesantunan, terlepas dari seberapa tinggi rating yang dihasilkan dari sebuah konflik live.