Dewi Perssik Bandingkan Banjir Aceh dan Jember 'Masih Mending Kalian Didatangi Presiden!'
Pedangdut papan atas Indonesia, Dewi Perssik, kembali menjadi sorotan publik lewat pernyataan menohoknya di media sosial.
Di tengah duka bencana banjir yang melanda wilayah Aceh, wanita yang akrab disapa Mami DP ini memberikan komentar tajam terkait respons masyarakat terhadap kehadiran pemerintah pusat di lokasi bencana.
Melalui siaran langsung yang kemudian viral dan diunggah ulang oleh berbagai akun gosip, Dewi Perssik membandingkan perhatian yang diterima Aceh dengan kampung halamannya di Jember dan Lumajang, Jawa Timur.
Baca Juga: Jadi Juri DA7, Dewi Perssik Keceplosan Kirim VG ke Peserta D'Academy
Ia menyebut bahwa warga Aceh sebetulnya masih lebih beruntung karena mendapatkan kunjungan langsung dari Presiden.
"Masih mending kamu didatengin Aceh sama Presiden tiga kali. Kita Lumajang, Jember, belum didatengin masih," ujar Dewi Perssik dengan nada tegas dalam video tersebut.
Baca Juga: Momen Presiden Prabowo Gagal Fokus pada Penampilan Gubernur Malut Sherly Tjoanda
Pernyataan ini sontak memancing reaksi beragam dari warganet.
Dewi melanjutkan perbandingannya dengan menyinggung bencana letusan Gunung Semeru yang pernah melanda wilayah Jawa Timur.
Menurutnya, meskipun minim kunjungan dari pimpinan negara saat itu, warga di sana cenderung tenang dan tidak membuat kegaduhan di media sosial.
"Tapi (kita) nggak berisik. Iya, yang Gunung Semeru. Coba," tantangnya kepada penonton siaran langsungnya.
Dewi Perssik [Sumber: Instagram]
Lebih jauh, mantan istri Saipul Jamil ini meminta agar masyarakat berhenti menyalahkan pemerintah jika tidak bisa memberikan kontribusi nyata.
Ia menekankan bahwa energi negatif dan keluhan di media sosial tidak akan membantu para korban yang sedang menderita.
"Ya setidaknya, kalau misalkan nggak ngasih bantuan secara energinya buat korban-korban bencana, ya setidaknya donasi lah," tegas Dewi.
Ia pun memberikan peringatan keras kepada netizen agar bijak menggunakan media sosial.
"Kalau misalkan nggak punya duit, jarinya dipakai yang baik-baik. Bukan malah memecah belah rakyat, memfitnah Presiden. Kasihan," imbuhnya.
Dalam video lanjutannya, Dewi Perssik mencoba menengahi perdebatan yang terjadi. Ia menegaskan bahwa saat ini bukan waktunya untuk berkompetisi mengenai siapa tokoh yang paling hebat atau paling banyak memberikan bantuan, melainkan momen untuk bersatu.
"Maksudnya aku cuma menengahi di sini, dalam arti bukan waktunya sekarang itu siapa yang paling oke, siapa yang paling pintar, siapa yang paling banyak bantuannya. Tapi bagaimana kita itu bersinergi, bermasyarakat, kita itu bersatu," jelas pelantun 'Mimpi Manis' tersebut.
Dewi juga menyinggung pengalaman pribadinya sebagai ibu dari seorang anggota TNI. Ia mengaku melihat sendiri bagaimana perjuangan aparat di lapangan yang bekerja siang malam demi menyalurkan bantuan ke daerah-daerah terisolir.
"Apalagi anak aku di TNI. Pagi, siang, malam, ngelihat bapak-bapak TNI itu sampai jalan kaki memberikan bantuan. Karena memang tempatnya, medannya kan (sulit) untuk memberikan bantuan," tuturnya.
Dewi Perssik Soroti Penanganan Banjir Aceh Bandingkan Dengan Jember [Sumber: Tiktok]
Kekecewaan Dewi memuncak ketika melihat komentar-komentar yang dianggapnya nihil empati. Ia menduga ada motif politik di balik keributan yang terjadi di media sosial terkait penanganan banjir ini, terutama dari pihak-pihak yang memiliki ambisi kekuasaan.
"Tapi ya Allah, pada nir-empati banget. Yang ngata-ngatain. Makanya ya mungkin ada kepentingan kali. Ada orang yang kepengin jadi Presiden kali," sindirnya.
Sebagai penutup pernyataannya yang kontroversial namun penuh dukungan, Dewi Perssik secara terbuka menyatakan dukungannya kepada Presiden Prabowo Subianto. Ia merasa kinerja Presiden saat ini sudah sangat maksimal dalam menangani berbagai isu nasional.
"Tapi kalau aku pribadi sih, kayaknya Bapak Prabowo harus jadi Presiden seumur hidup deh," pungkas Dewi Perssi.