Ga Main-Main, Cellos Buru Pembajak Konten Byon Combat hingga ke Makassar
Cellos membuktikan bahwa dirinya tidak main-main dalam memerangi praktik pembajakan di industri kreatif. Ia menjadi salah satu pelopor yang berani mengambil langkah hukum secara terbuka terhadap akun-akun besar yang mencuri konten miliknya.
Keberaniannya ini didasari oleh rasa geram yang mendalam melihat jerih payah timnya dimanfaatkan secara ilegal oleh oknum tertentu. Cellos menegaskan bahwa status sosial atau jabatan pelaku tidak akan menghalangi langkahnya untuk mencari keadilan.
"Ya buat BM-BM lainnya intinya gua akan kejar. Mungkin kalau banyak orang takut orang kaya, takut orang punya jabatan, kalau saya orang gila jadi saya kejar terus. Cuman usaha doang yang kita bisa lakukan," kata pemilik nama asli Yoshua Marcellos di Polda Metro Jaya, Rabu (25/2/2026).
Baca Juga: Pertemuan Mengharukan Paris Pernandes dan Cellos Setelah Perang Dingin
"Kalau kapok enggak kapok ya kita lihat, makin lama kita akan makin keras. Mungkin satu-satunya orang yang sekarang berani ambil langkah radikal baru saya," lanjutnya.
Langkah hukum ini dianggapnya sebagai misi pribadi untuk menyelamatkan harapan banyak orang yang bergantung pada Byon Combat. Ia merasa sakit hati karena para pembajak tidak hanya mencuri uang, tetapi juga mencuri masa depan industri yang sedang dibangunnya.
Baca Juga: Cellos Buru Pembajak Byon Combat, Kerugian Ditaksir Tembus Puluhan Miliar
Cellos menceritakan bahwa sejak awal merintis sistem pay-per-view, banyak pihak yang meragukan ide gilanya tersebut. Namun, setelah industri berkembang, ia justru harus menghadapi kenyataan pahit adanya "parasit" pembajakan di tengah perjalanan.
Cellos. (YouTube)"Akhirnya sekarang industrinya berkembang, banyak yang orang ambil langkah yang sama, wadahnya jadi makin besar. Menurut saya ketika saya melakukan hal ini bersama tim Vidio dan juga tim legal saya, ini pasti akan jadi langkah pembuka juga buat yang lain," jelas Cellos.
Meski diliputi rasa marah, Cellos tetap berusaha menjaga profesionalitasnya dengan menyerahkan segala urusan kepada pihak kepolisian. Ia tidak ingin melakukan tindakan main hakim sendiri dan lebih memilih memberikan efek jera melalui jalur legal.
Ia pun menyindir para pembajak yang rela masuk penjara hanya demi tindakan konyol yang sama sekali tidak membanggakan. Bagi Cellos, dipenjara karena kasus pembajakan adalah hal yang sangat memalukan untuk diceritakan kepada orang lain.
Cellos. (Indopop/Raka)Tindakan Cellos ini diharapkan menjadi alarm keras bagi para pembuat konten ilegal di seluruh Indonesia untuk segera berhenti. Ia berjanji akan terus menjadi "orang gila" yang konsisten mengawasi pergerakan para pembajak di dunia digital.
Penuntasan kasus BM di Polda Metro Jaya menjadi bukti awal bahwa Cellos memiliki sumber daya dan keinginan yang kuat untuk melawan. Ia menutup sesi wawancara dengan peringatan bahwa siapa pun yang membajak konten Beyond Combat tidak akan bisa tidur dengan tenang.