Drama Baru JTBC “The Practical Guide to Love” Tuai Kritik, Cerita Wanita Single Dinilai Kuno
Drama terbaru The Practical Guide to Love yang tayang di JTBC dan dibintangi Han Jimin kembali menjadi sorotan publik. Banyak penonton merasa bahwa tema dan alur cerita drama ini kurang relevan dengan kehidupan wanita single di usia 30-an di era modern.
Cerita drama ini berfokus pada seorang wanita yang berada di usia 30-an dan merasa tertekan untuk mengubah statusnya agar tidak lagi single. Alur ini seharusnya memberikan gambaran dinamika percintaan di zaman sekarang, namun banyak yang menilai bahwa drama justru menampilkan pandangan kuno dan stereotip terhadap wanita dewasa.
Selain konten ceritanya, pemilihan aktris Han Jimin yang kini berusia 40-an untuk memerankan karakter wanita berusia 30-an juga menjadi sorotan. Banyak pengamat menilai bahwa ketidakcocokan usia ini memengaruhi kredibilitas karakter dan membuat cerita terasa kurang autentik.
Baca Juga: Reuni Hangat Lee Chae Min dan YoonA Usai Drama “Bon Appétit, Your Majesty” di Blue Dragon 2025
Keseluruhan nuansa drama ini dianggap membosankan oleh sebagian penonton. Penonton menilai bahwa alur cerita dan pengembangan karakter kurang inovatif, sehingga sulit untuk membangun ketertarikan yang kuat terhadap kisah yang disajikan.
Hanjimin InstagramDrama ini seharusnya menghadirkan representasi realistis wanita dewasa yang menjalani hidup modern. Namun, kritik muncul karena karakter yang ditampilkan lebih banyak menekankan tekanan sosial untuk menikah atau memiliki pasangan, yang dinilai tidak mencerminkan pengalaman nyata banyak wanita usia 30-an saat ini.
Selain itu, aspek cerita yang menekankan bahwa wanita single harus tertekan atau “mengubah status” dianggap terlalu stereotipikal. Penonton modern semakin kritis terhadap konten yang memaksakan norma lama, terutama dalam konteks sosial yang sudah berubah signifikan di tahun 2026.
Baca Juga: Dihantam Gosip Kencan, Jennie BLACKPINK Tetap Fokus pada Karier Musiknya
Dalam produksi drama ini, Han Jimin tetap menunjukkan kemampuan akting yang baik, tetapi banyak yang menilai naskah dan arah cerita tidak memaksimalkan potensi pemerannya. Hal ini menimbulkan kesan bahwa chemistry antara karakter dan cerita tidak dapat tersampaikan secara optimal.
Kritik terhadap drama ini menunjukkan tantangan besar bagi industri hiburan Korea dalam menghadirkan cerita yang sensitif terhadap isu sosial. Topik wanita dewasa dan status single memerlukan pendekatan yang lebih realistis dan relevan agar cerita dapat diterima oleh audiens modern.
Hanjimin InstagramMeski mendapat banyak kritik, drama ini tetap menjadi sorotan publik. Hal ini menandakan bahwa isu terkait kehidupan wanita dewasa di usia 30-an masih menarik perhatian dan memiliki potensi untuk menjadi bahan diskusi sosial yang lebih luas.
Drama The Practical Guide to Love kini menghadapi tantangan untuk menyesuaikan pendekatannya agar lebih relevan dan sensitif terhadap audiens modern. Industri hiburan diharapkan dapat mengambil pelajaran dari kritik ini agar produksi masa depan mampu menghadirkan representasi yang lebih autentik dan menarik.