Cherly Ungkap Sisi Gelap Cherrybelle, Semua Member Pernah Alami Pelecehan Seksual!
Mantan member Cherrybelle, Cherly, angkat bicara terkait isu playing victim yang sempat dikaitkan dengan mantan anggota grup tersebut. Dalam perbincangan di Rumpi, Kamis (12/2/2026), Cherly menegaskan bahwa tidak ada anggota Cherrybelle yang berpura-pura menjadi korban.
Menurut Cherly, isu tersebut sama sekali bukan berasal dari dirinya. Ia mengaku sempat terkejut ketika nama atau pernyataan tertentu muncul ke publik.
"Kan kebetulan bukan saya yang nyebutin ya. Waktu kejadian itu cuma kaget aja, 'Hah? Siapa?' gitu. Sampai sekarang juga masih nggak terjawab," ujarnya.
Baca Juga: Lee Yi Kyung Dituding Lakukan Pelecehan Online, Agensi Siapkan Tindakan Hukum!
Ia menyebut pernyataan itu awalnya disampaikan oleh Steffi, namun pihak yang dimaksud dalam konten tersebut hingga kini tidak pernah benar-benar jelas.
Cherly menegaskan bahwa hubungan antara tujuh member terakhir Cherrybelle masih harmonis dan tidak ada konflik terkait isu playing victim.
Cherrybelle Wikipedia
Baca Juga: Ini Detail Pelecehan Seksual Diduga Dilakukan Mohan Hazian pada Model @aarummanis
"Kalau yang terakhir bertujuh fine-fine aja sih. Nggak ada. Karena kalau playing victim kan berpura-pura jadi korban. Kalau dia merasa jadi korban, itu kan perasaan dia sendiri. Yang lain tetap jalan bareng. Jadi bukan karena itu," jelasnya.
Pengalaman Pelecehan saat Masih Aktif
Selain itu, Cherly juga menanggapi kabar mengenai pelecehan yang sempat dialami anggota Cherrybelle. Ia mengaku prihatin karena kasus pelecehan seksual masih kerap terjadi di mana-mana.
Lebih tegas lagi, Cherly mengungkap bahwa dirinya pernah menjadi korban pelecehan saat masih aktif di Cherrybelle.
"Saya sendiri pernah mengalaminya. Bukan hampir, tapi sudah dilecehkan," ujarnya.
Peristiwa itu terjadi saat Cherrybelle melakukan tur ke sejumlah SMA di Jawa Tengah sekitar 13 tahun lalu. Cherly menyebut pengalaman tersebut tidak hanya dialaminya seorang diri.
"Yang ngalamin nggak cuma aku, tapi semua member. Pas aku naik ke atas bus, semua member sudah pada nangis," kenangnya.
Sayangnya, respons yang diterima kala itu justru mengecewakan. Cherly merasa kurang mendapatkan empati, bahkan dari oknum petugas perempuan yang seharusnya lebih memahami situasi korban.
"Aku ngerasa percuma ya. Dalam keadaan shock, teriak pun kayak nggak jadi apa-apa," tuturnya.
Berbeda dengan sebagian rekannya yang memilih diam, Cherly mengaku langsung speak up melalui media sosial kala itu. Ia menekankan bahwa pelecehan bukan hal yang memalukan bagi korban.
"Dilecehkan itu bukan hal yang memalukan. Justru harus diberantas," tegasnya.
Cherly juga menyoroti perubahan sikap masyarakat saat ini yang dinilai lebih kritis terhadap kasus pelecehan seksual.
"Sekarang orang lebih aware. Ada cancel culture. Buat aku itu at least tindakan yang pantas didapatkan pelaku," jelasnya.
Ia berharap kasus pelecehan tidak hanya berhenti pada sanksi sosial, tetapi juga diproses secara hukum. "Harus ada tindakan hukum yang lebih nyata. Karena itu perbuatan yang bikin orang merasa terancam dan nggak nyaman," tambah Cherly.
Cherly Ungkap Pelecehan Yang Dialami Semua Member Cherrybelle Instagram
Tak hanya itu, Cherly memberikan pesan tegas bagi para pelaku pelecehan. "Sekarang keadaan sudah nggak aman lagi buat kalian. Dulu mungkin merasa aman karena nggak ada bukti. Tapi sekarang nggak segampang itu. Mau kamu orang penting atau bukan, bisa kena konsekuensinya," tegasnya.
Meski kini para mantan member Cherrybelle sudah sibuk dengan kehidupan masing-masing, Cherly memastikan komunikasi tetap terjalin baik melalui grup percakapan.
"Kita masih komunikasi, cuma memang jarang ketemu karena sudah punya kesibukan masing-masing," tutupnya.