Bukan Film Horor, Wregas Bhanuteja Ciptakan 'Pesta Kesurupan' Unik di Film Para Perasuk
Sutradara Wregas Bhanuteja kembali membawa visi unik lewat karya terbarunya yang berjudul "Para Perasuk". Film ini memperkenalkan sebuah fenomena budaya fiksi yang menggabungkan tradisi dengan konsep hiburan modern.
Cerita berpusat di sebuah lokasi imajiner bernama Desa Latas yang memiliki kebiasaan berpesta sangat unik bagi warganya. Alih-alih pergi ke tempat hiburan malam, masyarakat di sana lebih memilih berkumpul untuk melakukan ritual massal.
"Warganya itu kalau party itu bukan ke kelab, bukan ke bar, bukan ke konser, tapi datang ke acara pesta kerasukan. Acaranya bukan malam-malam, jadi bayangkan ini bukan sesuatu film yang seram, bukan film horor," kata Wregas Bhanuteja dalam konferensi pers di Kasablanka, Jakarta Selatan, Senin (9/3/2026).
Baca Juga: Teaser 'Para Perasuk' Tayang di TV Perancis, Penampilan Anggun C Sasmi Disorot
"Dia datangnya siang-siang. Warga akan berkumpul di situ, dengerin suara lagu, mantra, dan mereka akan kerasukan roh binatang. Rohnya di sini yang merasuki bukan setan atau demit gitu, tapi roh binatang. Dan mereka akan gerak seperti binatang yang sedang merasukinya," lanjutnya.
Dalam ritual yang disebut Pesta Sambetan ini, mereka yang akan dirasuki dijuluki sebagai Pelamun. Sebelum memasuki alam bawah sadar, mereka harus mengosongkan pikiran hingga akhirnya dijemput oleh roh pilihan.
Baca Juga: Sinopsis dan Jadwal Tayang Para Perasuk, Tradisi Unik Ketika Kerasukan Jadi Pesta Desa
Keajaiban visual dalam film ini direpresentasikan melalui Alam Sambetan yang diciptakan oleh seorang tokoh Guru. Wregas menganalogikan pemilihan roh binatang ini layaknya seseorang yang memilih genre musik kepada seorang DJ.
"Alam Sambetan itu adalah suatu alam halusinasi di mana mereka ini akan tertransfer ke alam lain yang tidak ada di dunia nyata, dan mereka akan berfantasi masuk ke roh-roh binatang ini," jelas Wregas.
"Pilihan rohnya ada banyak. Ibaratnya kalau kita di kelab kita bisa milih musik ke DJ mau musik techno atau rock. Ini juga, 'Aku mau roh semut, aku mau roh macan, aku mau roh emprit.' Jadi misalkan dia kerasukan roh kupu-kupu, dia akan masuk ke alam yang penuh bunga dan dia bisa meminum madu yang sangat segar dari bunga-bunga itu," tambahnya.
Anggun C. Sasmi, Angga Yunanda, dan Maudy Ayunda di konferensi pers film Para Perasuk. (Indopop/Raka)
Melalui narasi ini, penonton diajak melihat sisi lain dari fenomena kesurupan yang biasanya identik dengan hal-hal mistis menyeramkan. Wregas berhasil mengubah persepsi tersebut menjadi sebuah pengalaman sinematik yang penuh fantasi dan keindahan visual.
Film ini dijanjikan bakal memberikan warna baru bagi industri perfilman tanah air dengan jajaran pemain papan atas yang terlibat. Kehadiran aktor mulai dari Anggun, Maudy Ayunda, hingga Angga Yunanda dipastikan akan menambah daya tarik cerita Para Perasuk yang tayang di bioskop mula 26 April 2026.