Bukan Bencana Nasional, Total Korban Meninggal Banjir Capai 1006 Jiwa, Wilayah Aceh Paling Banyak!
Innalillahi, musibah banjir bandang dan tanah longsor yang menimpa Sumatra Utara (Sumut), Sumatra Barat (Sumbar), dan Aceh menelan banyak korban jiwa. Hingga saat ini, jumlah korban jiwa terus bertambah meski bencana sudah lewat dari sepekan.
Bahkan masih ada korban yang dinyatakan hilang hingga sekarang. Proses pencarian korban yang hilang hingga kini masih terus dilakukan.
Melansir dari rekapitulasi terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor, per hari ini Sabtu, 13 Desember 2025 terdapat korban meninggal 1006 jiwa. Jumlah korban meninggal dunia tersebut didata berdasarkan Kabupaten/Kota dengan rincian sebagai berikut.
Baca Juga: Cinta Laura Sentil Pejabat Pencitraan hingga Karunia Sawit di Tengah Banjir Sumatra
Kabupaten/Kota Langsa sebanyak 13 jiwa, Kota Padang 27 jiwa, Langkat sebanyak 38 jiwa, Padang Pariaman sebanyak 60 orang, Bireuen 82 jiwa, Aceh Timur 118 jiwa, Tapanuli Selatan 200 jiwa, dan Kota Agam mencapai 459 jiwa.
Selain data orang meninggal, terdapat 217 jiwa yang masih dinyatakan menghilang. Sementara itu, jumlah korban yang mengalami luka mencapai 5,4 ribu jiwa.
Baca Juga: King Abdi Masak 6000 Porsi untuk Korban Bencana, Tangis Korban Banjir di Aceh Tamiang Pecah
Meskipun memiliki ribuan korban dalam bencana banjir dan tanah longsor, pemerintah tidak menetapkan musibah itu sebagai bencana nasional. Alasan pemerintah tidak menetapkan musibah yang menimpa tiga provinsi terdampak sebagai bencana nasional karena tidak termasuk bencana yang menyebabkan dampak sangat besar, baik secara korban jiwa maupun materiil.
Bencana Banjir Bandang Dan Tanah Longsor Di Aceh Sumbar Dan Sumut Menelan Banyak Korban Jiwa [Sumber: Instagram]
Pemerintah menyatakan bencana nasional di Indonesia hanya pada dua peristiwa, yaitu gempa bumi dan tsunami Aceh pada 2004 dan pandemi Covid-19 sepanjang tahun 2020-2023 lalu. Sebagai informasi, jumlah korban jiwa saat musibah tsunami Aceh mencapai 227.898 jiwa dan pandemi Covid-19 sebanyak 160.000 meninggal dunia.
Sementara itu, status untuk bencana yang menimpa Sumut, Sumbar, dan Aceh berstatus bencana daerah tingkat provinsi. Kendati demikian banyaknya korban jiwa yang mencapai ribuan orang itu menyisakan duka mendalam di benak masyarakat.
"Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Semoga para korban mendapat tempat terbaik di sisi-Nya, dan keluarga diberi ketabahan," tulis ramazan***, dilansir dari unggahan lambe_turah, pada Sabtu, (13/12/2025).
Korban Jiwa Di Sumbar Sumut Dan Aceh [Sumber: Instagram]
"Akhir tahun bencana alam makin banyak ya, barusan tadi malam Pekanbaru terendam banjir, padahal baru hujan sedikit," balas viera***.
"Gak kebayang ini capeknya bapak2 polisi, tentara, relawan dan warga di sana, semoga Tuhan menjaga kalian semua..," ujar lostpa***.
"Bukan bencana nasional, tapi bantuan International juga di persulit, penanganan sangat lambat, banyak korban yang mengalami kesulitan dan kelaparan.Hingga detik ini di Bener Meriah dan Aceh Tengah harus jalan kaki buat cari sembako dan lainnya lewat jalur KKA ke Lhokseumawe.Apakah mau membunuh rakyat secara perlahan? Kenapa seolah tak punya nurani? Ya Allah..," ungkap eko_sa***.