Bukan Anissa Aziza, Ternyata Inilah Sosok Wanita yang Berhasil Bikin Raditya Dika Berubah
Raditya Dika baru-baru ini mengungkap sosok wanita yang memiliki jasa di hidupnya. Sosok wanita yang berjasa di hidup Raditya Dika bukanlah Anissa Aziza.
Lalu siapakah sosok wanita yang berjasa di hidup Raditya Dika?
Sebagai informasi, Raditya Dika merupakan seorang penulis buku. Sejumlah karya best seller telah ditelurkannya, antara lain Marmut Merah Jambu, Koala Kumal, Kambing Jantan, Cinta Brontosaurus, dan sebagainya.
Baca Juga: Menikmati Kuliner Unik di Le Petit Chef, Restoran Favorit Keluarga Raditya Dika
Suami Anissa Aziza itu juga dikenal sebagai seorang komika. Raditya Dika kerap menggelar tour stand up comedy di berbagai wilayah di Indonesia.
Komedian tersebut sedikitnya telah menggelar tiga kali stand up comedy dengan tajuk, "Cerita Cintaku", "Cerita Sialku", "Cerita Sebelku", dan "Cerita Anehku".
Baca Juga: Fantastis! Raditya Dika Bisa Pensiun Sejak 2019, Tarif Postingan Tembus Rp1,8 Miliar
Tidak hanya itu, Raditya Dika juga dikenal sebagai YouTuber dengan konten yang penuh pengetahuan. Ia kerap membagikan konten mulai dari hiburan keluarga, edukasi, manajemen finansial, dan sebagainya.
Karier Raditya Dika juga berkembang di dunia film dan juga musik. Film besutan Raditya Dika antara lain, "Malam Minggu Miko Novie", "Marmut Merah Jambu", "Single", "Hangout", "The Guys", dan sebagainya.
Di balik kesuksesan tersebut, ternyata ada sosok wanita yang berpengaruh bagi Raditya Dika. Bukan Anissa Aziza, sosok wanita tersebut adalah Windy Ariestanti.
Raditya Dika [Sumber: Youtube]
Windy Ariestanti merupakan seorang editor di salah satu penerbit yang bekerja sama dengan Raditya Dika. Wanita lulusan Universitas Brawijaya, Malang itu menjadi sosok yang kritis saat mengedit naskah novel Raditya Dika.
Meskipun awalnya sempat kesal, Raditya Dika pun menyadari peran penting sosok Windy Ariestanti di balik karya-karyanya.
Awalnya, Raditya Dika mengungkapkan pengalamannya saat menerbitkan buku kedua. Sempat sombong karena menetaskan buku best seller di usia 21 tahun, Radit mengaku kesal gegara naskah buku keduanya dicoret-coret karena banyak yang perlu diperbaiki.
"Gue bikin buku 'Kambing Jantan', nggak usah dibenerin salah-salah ketiknya, print aja langsung. Naskah gue nggak diedit sama sekali dari blog langsung jadi buku. Best seller. Hebat dong, anak 21 tahun bikin buku nggak diedit, best seller. Gimana nggak sombong gue pada saat itu," ungkap Raditya Dika dikutip dari YouTube celloszxz, pada Kamis, (1/1/2025).
Ia lalu membagikan momen adanya editor baru di Gagas Media. Editor Windy Ariestanti memberikan revisi yang banyak untuk naskah Raditya Dika.
Raditya Dika [Sumber: Instagram]
"Gue mau rilis buku kedua, judulnya "Cinta Brontosaurus", gue tulis gue bawa ke penerbit gue Gagasmedia. Gue ngasih naskah itu. Ada editor baru waktu itu, namanya Windy Ariestanti dari Brawijaya, Malang. Baru masuk dia di Gagas Media.
Gue sama Gagas Media udah duluan bro, udah best seller juga. Gua kasih naskah gua, dia baca, dicoret-coret sama dia pakai bolpen merah. Ini masih harus dibenerin. Kata dia gitu.
Gua penulis best seller, dicoret-coret segala macam. Nah ini gue ngomong ke Gagasmedia "gue nggak mau ke Gagas Media dulu, naskah gue dicoret-coret soalnya," papar Raditya Dika lagi.
Ayah dua anak itu pun mengungkap perasaan kesalnya pada saat itu.
"Pulanglah gue ke rumah, BT, "udah kalau Gagas Media nggak mau gue cari penerbit lain, gampanglah," ungkap Radit lagi.
Namun, setelah membaca ulang naskahnya yang direvisi, Raditya Dika lantas menyadari peran Windy Ariestanti yang begitu penting.
"Berapa minggu kemudian, gue lagi main PS, gue buka naskah itu, coretan dia benar semua. Oh ini kalimat pertama nggak efektif, ternyata penjelasan gue bertele-tele, dicoret satu paragraf ternyata bisa dimajuin begini.
Gue telpon Gagasmedia, gue minta Windy Ariestanti editin buku gue. Dia jadi editor gue panjang banget sampai buku terakhir gua 2018," ujar Raditya Dika lagi.
Ia mengaku takut apabila kehilangan kesempatan kenal dengan sosok seperti Windy Ariestanti.
"Ketakutan gue adalah kalau gua melewatkan Windy Ariestanti di hidup gue. Gue takut banget ada orang bilang "eh ini nggak bagus,", "tahu apa lo?", "ternyata beneran nggak bagus,". Jadi pedoman gue adalah mending satu Windy Ariestanti bilang jelek daripada buku itu terbit, seratus ribu orang bilang buku itu jelek," tuturnya lagi.
Raditya Dika pun menyebut Windy Ariestanti sebagai sosok yang berpengaruh dalam hidupnya.
"Gue berubah menjadi seniman yang jauh lebih baik gara-gara satu orang itu, Windy Ariestanti," pungkasnya.