Biodata dan Agama Walikota Madiun Maidi, Kena OTT KPK dengan Barbuk Uang Tunai
Kota Pendekar digegerkan dengan Operasi Tangkap Tangan KPK. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat Wali Kota Madiun, Dr. Drs. H. Maidi, M.M., M.Pd., S.H. bersama 14 orang lainnya, Senin (19/1). Operasi ini diduga kuat terkait dengan dugaan pungutan liar (fee) proyek dan pengelolaan dana Corporate Social Responsibility (CSR) di wilayah pemerintahan Kota Madiun.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengonfirmasi bahwa dari OTT tersebut, pihaknya telah mengamankan 15 orang. Sebanyak sembilan orang di antaranya, termasuk Wali Kota Maidi, telah dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
"Benar, hari ini Senin (19/1), tim sedang ada kegiatan penyelidikan tertutup dengan mengamankan sejumlah 15 orang di wilayah Madiun, Jawa Timur," kata Budi.
Baca Juga: Biodata Florencia Lolita Wibisono, Pramugari Pesawat ATR 42-500 yang Jatuh
"Selanjutnya sembilan orang di antaranya dibawa ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Salah satunya Walikota Madiun," imbuhnya.
Budi juga mengungkapkan bahwa tim penyidik mengamankan barang bukti uang tunai senilai ratusan juta rupiah.
Baca Juga: Link Botol Parfum Fresh Viral, Aksi Tak Senonoh dengan Benda Tak Lazim
"Peristiwa tertangkap tangan ini diduga terkait dengan fee proyek dan dana CSR di wilayah Kota Madiun," tegasnya.
Informasi penangkapan ini tentu mengejutkan berbagai pihak. Berdasarkan agenda resmi dari Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Madiun, Wali Kota Maidi bersama Wakil Wali Kota F Bagus Panuntun dan Sekretaris Daerah (Sekda) seharusnya mengikuti apel pagi pada pukul 07.00 WIB. Namun, Maidi justru telah dibawa ke Jakarta untuk menjalani proses hukum.
Profil dan Perjalanan Karier Wali Kota Terjerat OTT
Walikota Madiun Maidi. [Instagram]
Lahir pada 12 Mei 1961, Maidi adalah politikus dan birokrat senior yang seharusnya menjabat sebagai Wali Kota Madiun untuk periode kedua (2025–2030). Ia sebelumnya memimpin kota tersebut untuk periode pertama pada 2019–2024.
Perjalanan kariernya berawal dari dunia pendidikan. Ia menjadi guru Geografi di SMAN 1 Madiun dari 1989 hingga 2002, sebelum kemudian dipercaya memimpin SMAN 2 Madiun pada tahun yang sama. Bakat administrasinya kemudian membawanya masuk ke birokrasi.
Pada 7 Juli 2002, ia diangkat sebagai Kepala Bagian Tata Usaha Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Madiun, lalu setahun kemudian menjadi Penjabat Kepala Dinas yang sama. Karier birokrasinya semakin menanjak dengan ditunjuknya ia sebagai Kepala Dinas Pendapatan Daerah (2005) dan kembali memimpin Dinas Pendidikan (2006).
Puncak karier birokratinya adalah ketika ia dilantik sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Madiun pada 2009, jabatan yang diembannya dengan stabil hingga Februari 2018. Setelah itu, ia beralih ke jalur politik dan terpilih sebagai Wali Kota Madiun.
Visi dan Program Pemerintahan
Walikota Madiun Maidi. [Instagram]
Dalam kepemimpinannya, Maidi menggagas sejumlah program besar. Yang paling dikenal adalah konsep Pancakarya, yang menjadi fondasi visi "Madiun Kota Pendekar" (akronim dari Pintar, mElayani, membanguN, peDuli, tErbuka, dan KARismatik). Konsep ini mencakup lima pilar: Madiun Kota Pintar, Kota Melayani, Kota Membangun, Kota Peduli, dan Kota Terbuka.
Pemerintahannya juga meluncurkan program tematik seperti penguatan identitas Kota Pendekar, pengembangan kuliner khas (Peceland), dan branding "Kota Sejuta Bunga".
Di masa pandemi COVID-19, ia menggagas program "Pendekar Obat" dan "Pendekar Waras". Di bidang pendidikan, program pembagian laptop gratis untuk siswa dan guru sempat menjadi perhatian. Pembangunan infrastruktur seperti kawasan Pahlawan Religi Center (PRC) juga menjadi salah satu capaian yang kerap dipublikasikan.
Aktivitas Organisasi dan Pendidikan
Maidi dikenal aktif berorganisasi. Ia pernah menjadi pengurus PGRI (2000-2005) dan selama menjabat Sekda, otomatis memimpin KORPRI Kota Madiun (2009-2018). Ia juga terlibat dalam kepengurusan Kwartir Cabang Pramuka setempat.
Latar belakang pendidikannya sangat kuat dan multidisiplin. Setelah menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Ngancar, Plaosan, dan SMA Negeri 3 Madiun, ia meraih gelar:
-
Drs. dalam Pendidikan Geografi dari IKIP Surabaya (1985).
-
S.H. dari Universitas Merdeka Madiun (1996).
-
M.M. dari Universitas Satyagama Jakarta (1999).
-
M.Pd. dalam Teknologi Pendidikan dari Universitas PGRI Adi Buana Surabaya (2002).
-
Dr. dalam Administrasi Publik dari Universitas Terbuka Surabaya (2023).
Atas pengabdiannya di pemerintahan, ia pernah menerima penghargaan Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha dari pemerintah pada 2019.